Archive

Archive for April, 2012

DAU Karo Terancam Tak Cair

April 30, 2012 Leave a comment

Logo Kabupaten Karo

Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 25% dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Karo terancam tidak cair alias ditunda. Pasalnya hingga Kabupaten tak kunjung menyelesaikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sumut, Nurdin Lubis menambahkan pihaknya sudah tiga kali menyurati Kabupaten Karo. Selain itu, Biro Keuangan Pemprov Sumut juga tetap mengevaluasi dengan jemput bola.

“Sanksi dari pemerintah pusat. Sudah ada ketentuan, kalau terlambat, DAU-nya ditunda. Tapi kalau kemudian mereka tidak bisa melaksanakan yang tertunda itu, artinya sama dengan dipotong, akan dibawa ke 2013, tidak terserap,” ungkap Sekda usai acara jamuan makan siang bersama para duta besar di Gubernuran, kemarin.

Selain Karo, Kabupaten Padanglawas juga mengalami hal yang sama. Sekda mengaku tidak tahu persis di mana kendala yang dihadapi kedua daerah itu. “Kalau kendala itu yang tahu persis mereka. Tapi dari hasil monitoring kami, memang ada yang dari bupatinya belum selesai. Saya tidak tahu persis bagaimana masalah mereka,” ujarnya.

Disinggung mengenai adanya ketidakharmonisan antara pihak legislatif dan eksekutif di dua daerah tersebut, Sekda mengatakan, “Saya pikir tak boleh terjadi ada hal seperti itu. Artinya, kalau bupati dengan DPRD satu persepsi, bahwa ini untuk kepentingan masyarakat, maka hal-hal semcam itu harus dikesampingkan. Rohnya Pemda itu kan APBD, jadi kalau tidak ada rohnya, mati semua kan,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho mengatakan pihaknya akan memberi perhatian serius pada Kabupaten Karo dan Padang Lawas (Palas). “Di hari otonomi daerah (otda) besok, akan kita pertegas itu,” ujar Gatot.

Gatot menuturkan, tidak selesainya APBD sejatinya akan merugikan daerah itu sendiri. Karena peran Pemerintah Provinsi (Pemprov) adalah melakuklan koordinasi. Begitu pun, Gatot akan memberikan perhatian serius terhadap hal ini.

Seperti diketahui, ada enam pemerintah daerah (pemda) yang belum menyerahkan draf APBD ke pemerintah pusat karena lamanya pembahasan dengan DPRD. Alhasil, enam daerah tersebut akan mengalami pemotongan 25 persen pada anggaran dana alokasi umum (DAU). Dari enam daerah tersebut, salah satunya adalah Kabupaten Karo, Sumatera Utara.(waspada.co.id)

Categories: Ekbis Tags: ,

Christian Ronaldo Sitepu Beraksi di NBL

April 30, 2012 Leave a comment

Harian Jogja

DIHADANG—Pebasket Satria Muda Britama Jakarta, Christian Ronaldo  Sitepu (kanan) dihadang pebasket Dell Sapac pada Final NBL  Championship Series Indonesia 2011-2012 di GOR UNY, Sleman, Minggu (29/4) malam. Satria Muda Britama Jakarta menjuarai NBL Championship Series Indonesia 2011-2012 setelah mengalahkan tim Basket Dell Aspac Jakarta dengan skor 59-42.

Fans Sumber Semangat Dodo Sitepu

April 30, 2012 Leave a comment

Christian Ronaldo Sitepu (Harian Jogja)

Para pebasket yang berlaga di National Basketball League (NBL) layaknya seorang selebritis. Banyak wanita yang mengidolakan terutama gadis ABG (Anak Baru Gede). Mereka histeris ketika idolanya beraksi di lapangan.

Read more…

7 Evergreen Hits dari Karo

April 27, 2012 1 comment

Cover album Toba Dream (indonesiakreatif.com)

Ada banyak lagu Karo yang cukup yang cukup terkenal di masyarakat. Ada lagu yang sekadar datang dan pergi namun ada pula yang awet dan selalu dikenang. Berikut ini 7 lagu karo terpopuler sepanjang masa pilihan @karo_news:

1. Mejuah-juah
Lagu ini paling dikenal seantero Tanah Karo. Ini menjadi semacam lagu wajib bagi orang Karo di manapun berada. Nadanya standar dan liriknya sederhana. Yang membuat lagu ini menjadi istimewa yaitu liriknya yang berisi doa dan harapan orang karo pada umumnya. Lagu ini biasanya dinyanyikan sebagai lagu penutup acara-acara pertemuan Karo.

2. Piso Surit
Berbeda dengan lagu Mejuah-juah yang mengobarkan semangat, lagu Piso Surit justru menebar kegalauan. Lagu ciptaan musisi legendaris Karo Djaga Depari ini berkisah tentang seorang wanita kesepian yang menantikan sang kekasih yang berjuang di medan perang.

Piso Surit ini sudah berkali-kali diaransemen ulang dan dipopulerkan kembali oleh penyanyi yang berbeda. Aransemen ulang Piso Surit yang paling dikenang adalah kolaborasi Vicky Sianipar dengan Mega Sihombing dalam album Toba Dream. Lagu ini menjadi satu-satunya lagu berbahasa Karo yang pernah nangkring di chart MTV Ampuh.

3. Perik sidua-dua
Lagu ini wajib dinyanyikan pasangan pengantin saat menggelar pesta adat yang biasanya diiringi musik kibor. Kalau bisa menyanyikan lagu ini dijamin deh saweran keluarga akan berlipat ganda. Lagu ini berkisah tentang personifikasi cinta yang diwakilkan sepasang kerbau dan burung.

4. Mbaba kampil
Lagu ini juga menjadi lagu wajib dalam pesta pernikahan dalam adat Karo. Bedanya dengan lagu Perik Sidua-dua hanyalah orang yang menyanyikannya saja. Jika lagu Perik Sidua-dua dinyanyikan oleh pasangan pengantin, lagu ini dinyanyikan oleh bibi dari pengantin tersebut. Mbaba kampil menjadi lagu pengiring ketika iring-iringan pengantin dari rumah pengantin perempuan memasuki jambur.

5. Mbiring manggis
Mbiring manggis ini menjadi salah satu ikon lagu daerah Karo di mata suku lain. Lagu yang penuh dengan keceriaan ini berkisah tentang pujian terhadap manusia berparas manis meski kulitnya agak eksotis.

6. Taneh Karo Simalem
Ini adalah lagu pengobat rindu orang-orang Karo yang berada di perantauan. Lagu ini berkisah tentang keindahan Tanah Karo yang tiada duanya yang akan selalu dirindukan.

7. Ngarap gestung api bas lau
Lagu ciptaan Mindo S ini berisi tentang keputusasaan menantikan sang kekasih. Lagu ini juga sudah berkali-ali diaransmen ulang, satu di antaranya adalah Vicky Sianipar dalam album Indonesia Beauty. Tio Fanta Pinem yang didapuk menyanyikan lagu ini berhasil membawakannya dengan manis.

Harga Cabai di Karo Turun Drastis

April 26, 2012 Leave a comment

Panen cabai (antarasumut.com)

Dampak longsoran mengiringi situasi perdagangan sayur mayur di Pajak Sayur Berastagi. Beberapa harga komoditas pertanian anjlok cukup signifikan. cabai merah misalnya, dari harga Selasa (24/4) per kilogramnya berada di angka Rp17.000/kg, Rabu (25/4) menjadi Rp13.000/kg. Ini dapat terjadi akibat tidak adanya kenderaan pengangkut sayur-mayur berangkat ke Medan.

Longsor ini juga meresahkan pedagang yang ada di Medan. “Kalau seperti ini kejadiannya, akan berpengaruh pada harga sayuran dan buah. Karena sebagian besar pasokan sayuran dan buah pedagang berasal dari sana (Berastagi),” ujar Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU) Pusat Pasar, Fajri.

Fajri menambahkan, setiap harinya, transaksi sayuran di pusat pasar bila ditotalkan mencapai ratusan ton. “Selada, kol, bunga kol, dan cabe itu mayoritas dari Karo,” ungkapnya.

Read more…

Categories: Ekbis Tags: , , ,

Doulu Longsor, Pengusaha Angkutan Rugi Puluhan Juta

April 26, 2012 Leave a comment

Ilustrasi Longsor Doulu (hariansumutpos.com)

Terputusnya jalur utama Medan-Berastagi di Desa Doulu akibat longsor kemarin membuat pengusaha angkutan rugi puluhan juta rupiah.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut Haposan Siallagan yang dikonfirmasi mengaku ada dua atau tiga perusahaan bus tidak beroperasi karena batal berangkat. Namun, ada juga perusahaan bus yang berangkat, tapi memberi pengertian pada penumpang untuk berjalan estafet saat tiba di lokasi longsor.

“Kerugian sekitar puluhan juta. Tapi ada juga perusahaan angkutan umum yang tetap beroperasi, tapi diberitahukan pada penumpang untuk berjalan estafet di lokasi longsor. Tapi banyak penumpang yang menunda berangkat,” jelasnya.

Kerugian juga dirasakan sektor bisnis lain seperti dunia pariwisata dan komoditi pertanian. “Tiga grup tamu asal Medan dan luar negeri yang sampai pukul 17.00 WIB terpaksa menunggu di Hill Park Sibolangit karena jalur jalan belum dapat dilalui. Kondisi yang sama juga dipastikan dialami calon tamu lain yang telah maupun belum melakukan reservasi,” terang Ida,  Manajer FO Mickey Holiday & Resort.

Kelesuan di Mickey Holiday terlihat sama dengan pemandangan di hotel lain, semisal Grand Mutiara, Green Garden, Bukit Kubu Hotel, Sinabung Resort Hotel, Sibayak International Hotel, dan Berastagi Cottage.

Selain kerugian di pihak pengelola hotel, nasib serupa tampak di berbagai kawasan wisata antara lain Pemandian Air Panas Bawah Kaki Sibayak, Puncak Bukit Gundaling, dan Pasar Buah Berastagi. Sesuai keterangan penanggung jawab pos retribusi Gundaling, Piala Putera Tarigan, setelah longsoran terjadi, hampir tidak ada tamu yang berkunjung.

Yang terparah, kerugian di sektor perdagangan buah segar di Pasar Buah Berastagi. “Dari pagi kami tidak ada transaksi, kalau biasanya satu satu juta dapatlah. Tapi, kalau macet nanti baru selesai malam, kapan lagi tamunya datang, padahal baru tadi kami pesan tambahan buah “ keluh Beru Sitepu, seorang pedagang di sana.(Hariansumutpos.com)

Puluhan Hektar Sawah di Doulu Gagal Panen

April 25, 2012 Leave a comment

Doulu (karokab.go.id)

Hujan lebat sekitar dua jam yang terjadi pada Senin (23/4) malam, sekira pukul 20:15 -22:30 WIB, membuat  puluhan rumah warga Desa Doulu, Kec.Berastagi, Kab. Tanah Karo terendam banjir bandang kiriman. Kejadian ini juga membuat puluhan hektar sawah gagal panen, dan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Puluhan rumah warga terendam banjir sekira empat meter, akibat hujan deras yang terjadi pada Senin malam selama dua jam. Akibat banjir kiriman yang datang dari desa Semangat Gunung, Kec.Merdeka, membuat sebagian beronjong atau penahan irigasi sungai sekira tiga meter mengalami kerusakan, yakni yang berada di pinggir sungai sebelah timur.

“Air masuk ke pekarangan rumah sekira empat meter, dan ke dalam rumah warga, serta meruntuhkan tembok Sekolah Dasar Inpres 046411 rubuh,” terang Plt Kepala Desa Doulu, Suraman Pandia didampingi berapa warga kepada Waspada saat menyambangi desa yang terkena musibah banjir bandang.

Dikatakannya, banjir kiriman untuk kedua kalinya yang pernah terjadi setelah di 1999.  Banjir diduga berasal dari aliran limbah Pertamina yang berada di Desa Semangat Gunung yang hampir setiap hari merambah hutan.

Perambahan tersebut mengakibatkan irigasi sungai tersumbat, dari potongan kayu yang ditebang perambah hutan. “Banjir bandang kiriman ini terjadi akibat potongan kayu yang tersumbat di irigasi akibat ulah perambah hutan yang berada tidak jauh dari desa kami.
Akibatnya, baik banjir serta limbah Pertamina dirasakan warga sekitar,” terangnya.
Hingga siang, ratusan warga tanpak sibuk sedang menguras air dari dalam rumah mereka. Sementara para murid SD, meski tidak diliburkan, sibuk menguras air yang masuk ke dalam sekolah mereka.

Akibat banjir bandang kiriman, juga membuat petani sayur daun prei, cabai, tomat, kol serta padi gagal panen yang sedianya akan dipanen Mei nanti. “Yang dapat kami lakukan sementara ini hanya membersihkan lumpur, serta sampah yang ada di perladangan. Tanaman rusak sekira 80 persen,” terang Osma Sakti, yang mempunyai ladang daun prei sekira 3.500 meter.(beritasore.com)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,999 other followers