Ruko Berganti Kepemilikan 3 Bulan Lalu

June 25, 2012 Leave a comment

Ruko terduga teroris di Jl Sudirman Kabanjahe (Andalas)

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Polres Tanah Karo, Sabtu (23/06) sore menggeledah ruko milik terduga teroris jaringan Poso yang diduga berperan sebagai donatur di Jalan Sudirman nomor 33, Kelurahan Gung Leto, Kecamatan Kabanjahe.

Salah seorang tetangga yang bersebelahan langsung dengan ruko yang digeledah pihak kepolisian itu, Br Karo (60) mengatakan bahwa ruko tersebut sebelumnya milik Alm Buyung, yang sudah dijual kepada orang yang tak dikenalnya.

“Ruko ini sudah dijual seharga Rp600 juta kepada orang lain, yang tidak saya ketahui namanya. Saat ini ruko tersebut dikontrak oleh orang yang berkulit hitam, selama satu tahun dan sudah tiga bulan lamanya dihuni oleh orang berkulit hitam tersebut,” ujarnya.

Lurah Gung Letto, Frans Leonardo Surbakti yang menyaksikan penggeledahan itu mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui tujuan penggeledahan tersebut. “Saya tidak tahu menahu tujuan penggeledahan ruko ini, karena saya hanya diundang oleh pihak kepolisian dan saya pun langsung datang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Tanah Karo AKBP Marcelino Sampouw saat akan dikonfirmasi terkait penggeledahan itu, Sabtu (23/6) sekira pukul 17.00 WIB, tidak berada di tempat. Konfirmasi via seluler pun tidak ada jawaban hingga berita terkirim, Minggu (24/6) sore. (Harian Andalas)

Categories: Uncategorized Tags: , ,

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Kabanjahe

June 25, 2012 Leave a comment

Ilustrasi penyergapan teroris (lazuardibirru.org)

Tim Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Densus 88 Mabes Polri dan personel Polres tanah Karo akhirnya menggeledah sebuah rumah di Jalan Sudirman, No 33 Kelurahan Gung Leto, Kabanjahe. Rumah itu disinyalir milik terduga teroris, Rizky Gunawan yang sebelumnya telah diamankan.

Penggeledahan itu dilakukan setelah sejumlah wartawan yang mendengar rencanan tersebut menanti selama sehari semalam. Langkah Tim Anti Terorisme tu mulai terlihat Sabtu (23/6) sekira pukul 10.00 WIB. Puluhan personel polisi yang sebahagian di antaranya memakai sebo telah menyebar di rumah berbentuk rumah toko (Ruko) yang berada tepat di samping Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Karo itu. Petugas baru memasuki areal rumah pada pukul 16.00 WIB.

Masyarakat pun sempat dilanda kehebohan dan tanda tanya. Rasa ingin tahu warga membuat peristiwa penggeledahan itu menjadi tontonan. Hingga usai penggeledahan rumah di seberang Plaza Kabanjahe itu, tidak ada pihak keamanan yang berkenan memberikan keterangan. Kapolres Tanah Karo AKBP Marcelino Sampow SH Sik MT dan Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Harry Azhar yang sempat ikut masuk ke rumah juga enggan berkomentar banyak.

“Saya hanya mendapat perintah dari Kapolres agar segera menuju lokasi Ruko di Jalan Sudirman Kabanjahe,” ujar AKP Harry Azhar.

Demikian juga dengan hasil penggledahan yang disaksikan ratusan warga tersebut. Tetapi, dari pantauan wartawan saat berlangsungnya penggeledahan, dari ruko petugas terlihat tidak membawa sesuatu benda. Sedangkan ruko langsung disegel petugas dengan memasang garis polisi.

Sementara itu, menurut Lurah Gung Leto, Frans Leonardo Surbakti didapat informasi, rumah tersebut pernah ditempati pria berinisial BAS. Siapa sosok BAS ini tak banyak yang tahu. Namun dari pengamanan atas beberapa laki laki di seputaran Gedung Johor Medan, terselip nama Rizky Gunawan yang dari informasi merupakan pemilik rumah di Jalan Sudirman No 33 Kabanjahe. Rizky sendiri ditangkap BNPT di Jakarta. Penyidikan yang dilakukan oleh aparat lantas menemukan adanya beberapa asset dari Rizky Gunawan di Medan dan Kabanjahe yang orang tuanya berasal dari Kisaran.

Saat mencari tahu aset yang berada di Eka Warni Medan itu, empat orang diamankan Tim BNPT, darisana pula pengembangan atas aset Rizky pada sebuah rumah di jalan Sudirman Kabanjahe yang sesuai keterangan dibeli Rizky setahun lalu.

Menurut beberapa sumber, tim yang turun mengambil dokumentasi isi rumah tersebut. Rumah itu diketahui sempat dikontrakkan Rizky kepada seorang pengusaha rumah makan yang tak laman kemudian menutup usahanya. Bila tidak tertangkap, Rizky rencananya akan membuka usaha pencucian pakaian di ruko itu.(Sumut Pos)

Categories: hukum Tags: ,

Bupati Karo Hentikan Pembangunan Rumah Tanpa IMB

June 23, 2012 Leave a comment

Karo Jambi saat datang ke lokasi (Harian Andalas)

Bangunan yang berdiri di Jalan Veteran, Gang Air Minum, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Kabanjahe, makin meruncing karena ribut dengan warga setempat. Hal ini mengundang perhatian serius Bupati Karo yang langsung menghentikan pembangunan tersebut, kemarin.

Informasi dari warga di lokasi bangunan, terjadinya sentimen antara pemilik bangunan dengan warga sekitar, karena T Ginting yang disebut-sebut PNS dinilai tidak toleran saat membuat fondasi rumahnya.

“Masa toleransi untuk parit jalan di gang ini saja pun dia merasa berat, padahal semua warga di sini memberikan toleransi demi kepentingan bersama. Katanya dia PNS, tapi plang SIMB-nya saja tidak ada,” jelas beberapa warga.

Demi mengantisipasi terjadinya kericuhan, Ketua DPD IPK Karo, Rodes Aman Ginting dari TKP langsung menghubungi Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti. Selanjutnya, Bupati bersama Kepala Satpol PP, Kepala Perizinan Terpadu, serta Camat Kabanjahe langsung hadir ke TKP.

Setelah Bupati Karo mengonfirmasi beberapa warga sekitar, bupati langsung memerintahkan jajarannya  segera menghentikan pegerjaan bangunan. “Selaku oknum PNS seharusnya kita menjadi pilot di mata warga dan jangan memberi contoh tidak bagus kepada masyarakat, terlebih bangunan ini milik T Ginting dan Berta Br Bangun yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan (LP),” tegas bupati.

Menurut bupati, pemerintah dengan masyarakat harus bergandeng tangan membangun Taneh Kemulihen Karo Simalem. Karena, tanpa kerja sama mustahil pembangunan terlaksana dengan baik dan benar.

Karena itu, kepada Kasat Pol PP, Kadis Perizinan/Terpadu, Kadis Perhubungan, Camat Kabanjahe dan Lurah Kampung Dalam, yang hadir di lokasi, diperintahkan segera mencari solusi terbaik antara warga dengan pemilik bangunan. “Pembangunan harus dihentikan sementara,” tegas bupati. (Harian Andalas)

Categories: Infrastruktur Tags: ,

Kerja Tahun di Perbesi Dihadiri Menteri

June 22, 2012 Leave a comment

Helmy Faishal Zaini (tempo.co)

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faishal Zaini, akan hadiri peresmian Losd Desa Perbesi Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo, hari ini Jumat, (22/6).
Kedatangan menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ke Tanah Karo berbarengan dengan pesta tahunan (pesta adat) dan menjadi sejarah penting bagi masyarakat Desa Perbesi.

Ketua Umum Pelaksanaan Pembangunan Losd Desa Perbesi Hery Sebayang, didampingi Wakil ketua Kardo Sebayang, Rabu (21/6) ketika ditemuai Analisa menjelaskan, dalam peresmian dan sekaligus pelaksanaan pesta tahunan akan dimeriahkan dengan kedatangan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini.

Hery Sebayang menerangkan, menghadirkan menteri tidak sulit sebab, saat ditemuai di tempat kerjanya Helmy Faishal Zaini selaku pejabat, terkesan sangat merespon undangan masyarakat Desa Perbesi dalam peresmin losd sekaligus pesta tahunan. Menteri berjanji akan datang memenuhi undangan itu.

Hery Sebayang yang datang menemui menteri Helmy Faishal Zaini di Jakarta atas nama masyarakat mengatakan, sebagai pejabat, Helmy Fashal Zaini sederhana dan terkesan suka bersahaja, yang membuatnya senang menteri bersedia datang tanpa syarat apapun. Penyambutan kedatangan menteri akan dilakukan secara adat Karo, dengan menghadirkan tarian khas Karo.Hery Sebayang menambahkan, menteri akan menginap satu malam, untuk segala keperluan dan tempat telah disediakan.

Sekdes Desa Perbesi Faedah Ginting membenarkan kedatangan menteri ke Desa Perbesi. Untuk itu, Raja Edwar Sebayang menyurati Polres Karo untuk menertibkan jalur lewatnya menteri serta mengadakan pengawalan.(Analisa)

Categories: Seni-budaya Tags: ,

Buron Korupsi Tertangkap di Berastagi

June 22, 2012 Leave a comment

Ilustrasi korupsi (blogdetik.com)

Kejaksaan Agung bekerja sama dengan tim intelejen Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejatisu) menangkap terpidana kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Faisal A di Hotel Mickey Holiday, Berastagi, Kamis (21/6) dini hari.

Faisal diburon sejak Mahkamah Agung (MA) memvonisnya bersalah, pada 2010, dalam perkara pembobolan BNI sebesar Rp50 miliar. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Marcos Simaremare mengatakan, Faisal bebas setelah Pegadilan Tinggi menyatakanya tidak bersalah.

Akan tetapi, putusan Kasasi MA menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menghukum enam tahun penjara denda Rp250 juta subsider (3 bulan dan diwajibkan menganti kerugian negara sebesar Rp50 miliar. ”Sejak putusan itu, dia buron,” jelas Marcos.

Posisi kasus, sebutnya, pada 2001, Bank Pembangunan Daerah Bali menempatkan dana sebesar Rp195 miliar ke BNI Cabang Radio Dalam Jakarta Selatan. Kepala BNI Cabang BNI Radio Dalam Jakarta Selatan Agus Salim (disidang dan berkekuatan hukum tetap) memindahbukukan uang sebesar Rp50 miliar ke rekening Faisal Amsir dan sebesar Rp145 miliar ke rekening Dedy Suryawan (disidang dan berkekuatan hukum tetap).

Faisal mengetahui uang dialirkan dari rekenig BNI, bukan dari Agus Salim, sedangka Faisal sendiri tidak pernah mengajukan permohonan kredit ke BNI Cabang Radio Dalam Jaksel. Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp50 miliar.

Disampaikanya, setelah menerima informasi Faisal sering ke Medan dan Kota Langsa – Aceh, dilakukan pengintaian dan akhirnya ditangkap di kamar 135 Hotel Mickey Holiday, pukul 02.00 Wib, langsung diboyong ke Kejatisu. “Dia akan diberangkatkan ke Jakarta hari ini,” katanya.

Ketua Tim dari Kejatisu, Ronald H Bakara mengatakan, setelah mendapat informasi keberadaan target, bersama tim Elon Pasaribu dan Yosgernold Tarigan langsung berangkat ke Berastagi. Dan tim Kejaksaan Agung diketuai Jonny Manurung.

Setelah mengintai dan koordinasi dengan pihak hotel, tim bergerak cepat, menangkap Faisal saat bersama keluarga di salah satu kamar. “Dia sempat melawan saat ditangkap. Tapi, bisa diantisipasi dengan persuasif,” kata Ronald. (Harian Andalas)

Categories: hukum Tags: ,

Akibat Kebijakan Impor, Harga Jagung di Karo Anjlok

June 21, 2012 Leave a comment

Jagung dijemur (Sumut Pos)

Kebijakan pemerintah yang menyetujui impor membuat harga jagung di Tanah Karo anjlok secara drastis. Saat ini harga jagung hanya laku di kisaran Rp1.700 per kg dari sebelumnya Rp 2.500 per kg.

Sekretaris Operasional Serikat Petani Indonesia Karo Abraham Tarigan menilai kebijakan mengimpor tersebut justru semakin menunjukkan ketidakmampuan pemerintah memproteksi sektor pertanian rakyat dari liberalisasi perdagangan pangan yang semakin menyudutkan kondisi ekonomi petani.

“Kondisi ini juga yang bisa menyebabkan petani memilih untuk mengkonversi lahannya ke tanaman lain,” ungkapnya sembari menambahkan hal tersebut dapat menjadi kontraproduktif bagi kedaulatan pangan regional maupun kedaulatan pangan nasional.

Dikatakannya, impor jagung ini hanya menguntungkan pengusaha pakan ternak untuk mendapatkan harga murah. Bahkan dengan dukungan kekuatan modalnya, impor jagung dari luar negeri juga dijadikan sebagai alat bagi pengusaha untuk menekan harga jagung petani lokal agar tetap pada kisaran yang menguntungkan mereka dan merugikan petani.

“Jelas ada hubungan yang tidak adil dalam penetapan harga jagung di pasaran. Petani tidak memiliki kuasa untuk menetapkan harga jagungnya sendiri. Harga jagung di pasaran seperti dapat kita lihat langsung merupakan monopoli dari beberapa perusahaan pakan ternak,” kata Abraham.

Abraham mengatakan, pemerintah harus bisa mengangkat harga jagung sesuai engan Harga Referensi Daerah (HRD) tahun 2012 sebesar Rp 2.500 per kg. “Tidak selayaknya nasib petani diserahkan kepada mekanisme pasar yang selalu mengalahkan petani,” tambahnya.(Medan Bisnis)

Categories: Ekbis Tags: ,

Pedagang Sirih di Kabanjahe Tewas Dibantai Perampok

June 21, 2012 Leave a comment

Ilustrasi pembunuhan (dok)

Rosmawati Br Surbakti (52), pedagang sirih di Pasar Singa Kabanjahe terkapar dibantai perampok di rumahnya kawasan Jalan Kotacane Gang Rumah Buluh, Kabanjahe, Selasa (19/6) sekira pukul 19.30 WIB.

Selain menganiaya korban, pelaku juga merampas sejumlah perhiasan emas dan uang jutaan rupiah. Korban luka langsung dibawa warga ke RSU Kabanjahe. Sementara aparat kepolisian masih mengusut peristiwa tersebut.

Di RSU Kabanjahe, kakak korban kepada wartawan menuturkan, sebelum kejadian, korban yang pada saat itu baru pulng berjualan sirih menyusun barang dagangannya. Setelah itu dia masuk kamar mandi untuk mencuci pakaian.

Lantas korban membawa pakaian yang telah dicuci ke teras lalu masuk ke dalam rumahnya. Di saat itulah pelaku merangkul korban dari belakang lalu mengikatnya dengan tali nilon. Dalam kondisi tak berdaya, korban dianiaya pelaku.

Korban tidak berdaya, pelaku langsung membuka kalung emas seberat 15 mayam yang terlilit di lehernya dan cincin emas seberat 5 mayam dari jari korban dan sejumlah uang tunai jutaan rupiah.

Kapolres Tanah Karo AKBP Marcelino Sampouw melalui Kasat Reskrimnya AKP Harry Azhar Harahap kepada wartawan membenarkan peristiwa tersebut.(Harian Andalas)

Categories: hukum Tags: , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,998 other followers