Archive

Posts Tagged ‘pemkab karo’

Warga di 7 Desa di Sekitar Sinabung Tetap Akan Diungsikan

Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama Dansatgas Tanggap Darurat Erupsi Sinabung Letkol Inf Asep Sukarna, Wakapolres Kompol E Sinurat, Kepala PVMBG Ir M Hendrasto memberi penjelasan kepada wartawan di Jambur Pemkab Karo Jalan Veteran Kabanjahe, Kamis (9/10), terkait penanganan erupsi Sinabung. (Andalas)

Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama Dansatgas Tanggap Darurat Erupsi Sinabung Letkol Inf Asep Sukarna, Wakapolres Kompol E Sinurat, Kepala PVMBG Ir M Hendrasto memberi penjelasan kepada wartawan di Jambur Pemkab Karo Jalan Veteran Kabanjahe, Kamis (9/10), terkait penanganan erupsi Sinabung. (Andalas)

KABAN JAHE: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat yang berada di dalam radius 3 kilometer khusunya yang bermukim di Desa Sukameriah Kecamatan Payung, Desa Bekerah dan Desah Simacem Kecamatan Naman Teran agar tetap diusingkan.

Begitu pula dengan warga yang tinggal di luar radius 3 KM dari kawah Gunung Sinabung yaitu Desa Guru Kinayan Kecamatan Payung, Desa Kutantonggal Kecamatan Naman, Desa Berastepi Kecamatan  Simpang Empat dan Desa Gamber serta Dusun Sibintun yang sewaktu-waktu bisa terancam guguran lava dan luncuran awan panas agar juga diusingkan.

Berarti ada sekira 7 desa dan 1 dusun yang mendapat perhatian serius selain warga pengungsi lainnya terkait semakin meningkat erupsi Sinabung saat ini. Hal itu terungkap saat Kepala PVMBG Ir M Hendrasto, MSc menggelar konfrensi pers terkait peningkatan perkembangan Gunung Sinabung, Kamis petang (9/10) di Jambur Pemkab Karo (Posko Utama) Jalan Veteran Kabanjahe.

Turut hadir dan memberikan pemaparan, Plt Bupati Karo, Terkelin Berahmana, SH, Dansatgas Tanggap Darurat Erupsi Sinabung,Letkol Inf Asep Sukarna, Sekdakab, dr Saberina, MARS, Wakapolres, Kompol A. Sinurat, Kepala BPBD, Ir Subur Tambun, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra.

Dikatakan Hendrasto, Pemkab Karo agar menyiapkan dan menambahkan jalur evakuasi dari desa Kutatengah yang jalurnya menjauhi daerah berbahaya, sebelum masyarakat di Kecamatan Simpang Empat (desa Kuta Tengah) dikembalikan dari tempat pengungsian, ujarnya.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kabupaten Karo tetap siaga mengantisipasi jika sewaktu-waktu Sinabung meningkat kembali dari tingkat aktivitas siaga menjadi awas,” tegas Hendrasto.

Lebih jauh dikatakan, sehubungan curah hujan yang masih tinggi, diharapkan masyarakat yang bermukim dekat sungai Lau Borus yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya banjir lahar. Masyarakat dihimbau senantiasa mengikuti arahan dari Pemkab Karo/Muspida yang terus mendapat laporan perkembangan aktivitas Sinabung.

Ditambahkan Hendrasto, masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendaki dan melakukan aktivitas dalam radius 5 km arah Selatan dan Tenggara Gunung Sinabung yang merupakan bukaan lembah gunung tempat terjadi aliran lava dan awan panas.

Menyinggung potensi bahaya erupsi, Hendrasto menjawab bersifat eksplosif berpotensi terjadi, namun ancamannya terbatas pada radius 3 km. Pertumbuhan kubah pijar dari kubah lava, sambung Hendrasto, aliran lava dan awan panas masih mengancam ke arah Selatan hingga Tenggara sejauh 5 km. Potensi terjadinya lahar masih tinggi yang berasal dari endapan abu/material erupsi dan curah hujan tinggi.

Sementara Plt Bupati Karo, Terkelin Berahmana, SH mengatakan, mengantisipasi peningkatan aktifitas Gunung Sinabung yang seminggu terakhir ini sudah mengganggu aktifitas masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Naman Teran, Merdeka, Berastagi dan Kecamatan Simpang Empat.

Untuk itu diminta Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Erupsi Sinabung  mempersiapkan infrastruktur evakuasi, dan tempat penampungan pengungsi di sejumlah titik. Mengantisipasi itu, tidak hanya sebatas memperbaiki jalur evakuasi dan mempersiapkan tempat penampungan pengungsi, tetapi juga telah menyiapkan angkutan evakuasi dan menempatkan personil-personil TNI-AD, kepolisian, relawan, BPBD, PNS dan pihak-pihak terkait di tempat-tempat yang telah ditentukan.

Begitu juga menyangkut tentang penanganan pembersihan debu-debu vulkanik, yang  mengganggu arus lalulintas maupun pemukiman warga, telah disiapkan sejumlah mobil tangki dari dinas PU dan Pemadam kebakaran untuk menyirami debu-debu tersebut.

Terkelin Brahmana mengaku, bahwa pihaknya telah meminta bantuan kepada Pemko Medan, Serdang Bedagai, Pemkab Dairi dan Pakpak Bharat supaya memberikan  mobil Damkarnya berserta personilnya membantu membersihkan debu-debu vulkanik dikawasan-kawasan  yang dipenuhi debu seperti  kota Berastagi sekitarnya, Kecamatan Merdeka dan Naman Teran.

“Besok (maksudnya hari ini, Jumat 10/10) bantuan Damkar itu sudah sampai disini dan langsung dapat bekerja membersihkan debu-debu vulkanik yang mengganggu aktifitas warga,” terang Terkelin.

Hal yang sama dikatakan, Dansatgas Tanggap Darurat Erupsi Sinabung, Letkol Inf Asep Sukarna yang juga Dandim 0205/TK. Pihaknya mempersiapakan truk angkutan untuk mengevakuasi warga, pihaknya juga sudah melakukan antisipasi kesehatan masyarakat yang  tertimpa debu vulkanik dengan membagi-bagikan masker kepada warga yang berada di Kecamatan naman teran, Kecamatan Merdeka, Kecamatan Berastagi dan Kecamatan Simpang Empat.

“Kepada seluruh masyarakat, dihimbau supaya lebih mementingkan keselamatan nyawa dan kesehatan dari pada harta yang ditinggalkan, serta tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak jelas nara sumbernya. Secara khusus dengan tegas dihimbau kepada masyarakat supaya tidak memasuki zona merah (aman) radius 3 km yang telah ditetapkan, karena kalau memasuki wilayah berbahaya itu keselamatan jiwa tidak dapat dijamin,” tegas Asep Sukarna. (Andalas)

Categories: Sinabung

3.500 Pengungsi Sinabung Masih Bertahan di 15 Posko Kabanjahe

Pengungsi Sinabung (Kompas)

Pengungsi Sinabung (Kompas)

KABAN JAHE: Kepala Dinas Pertanian Karo Gustoni Tarigan mengatakan, awan panas yang diluncurkan Gunung Sinabung beberapa kali  dengan tingkat luncuran bervariasi, tidak menimbulkan korban jiwa, sebab jatuhnya awan panas tersebut tepat ke lahan kosong tidak berpenghuni.

Gustoni kepada wartawan  lewat telepon genggam mengatakan, Kamis sore (2/10),  ada 7 desa  yang warganya masih mengungsi dan belum boleh pulang. Mereka disewakan  rumah  selama 6 bulan, lahan 1 tahun    serta uang jaminan hidup untuk membeli beras dan lauk pauk yang dananya bersumber dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Karo dan Pusat.

Dari 7 desa itu, katanya, 3 desa warganya belum boleh pulang karena lokasinya  persis di depan kawah Gunung Sinabung. Jadi lokasi desa yang masuk dalam kategori zona merah radius 3 Km ini masih harus direlokasi. Sedangkan 4 desa lagi, para pengungsinya bisa pulang  dengan syarat apabila status gunung normal, ujar Tarigan tanpa menyebut nama desanya.

Dikatakan, dari sisi pertanian untuk pengadaan bantuan benih  sudah dialokasikan dana  bersumber dari APBD Karo sebesar Rp 5,4 miliar  dan sudah ditenderkan. Kemudian alokasi dana lain sebesar Rp 10,6 miliar untuk 16 desa, bantuan dari BNPB pusat juga untuk bantuan benih.

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Daerah   Karo Subur Tambun ketika ditanya soal sewa lahan, sewa rumah serta lauk pauk untuk para pengungsi tersebut belum bisa memaparkan.

Hal itu ditanya SIB melalui telepon genggamnya, Kamis sore  saat ia bersama  rombongan hendak bertolak ke Jakarta bertemu dengan Syamsul Ma’arif,  BNPB Pusat Jumat 3 Oktober untuk memaparkan soal erupsi Gunung Sinabung termasuk bantuan kepada para pengungsi.

Ia mengatakan, saat ini masih ada 3500 pengungsi  di 15 posko sekitar Kabanjahe. Jadi status Gunung Sinabung siaga 3 ini tidak ada mengambil korban jiwa. Namun masyarakat diimbau tetap waspada. (SIB)

Categories: Sinabung

Penertiban di Terminal Kaban Jahe Terkesan Ecek-ecek

Humas PT Sutra/Aronta, David Barus saat memberikan keterangan kepada wartawan di Terminal Atas Tiga Baru Kabanjahe. (Andalas)

Humas PT Sutra/Aronta, David Barus saat memberikan keterangan kepada wartawan di Terminal Atas Tiga Baru Kabanjahe. (Andalas)

KABAN JAHE: Humas PT Sutra/Aronta, David Barus menyesalkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karo, tidak melakukan penertiban sebagaimana mestinya sesuai surat Dinas Perhubungan kabupaten sendiri. Penertiban dilakukan, Senin (22/9) di Terminal Tiga Baru Kabanjahe, terkesan hanya formalitas belaka.

Sesuai surat edaran dikeluarkan Dinas Perhubungan Kabupaten Karo Nomor 685/PHB/2014, perihal penertiban mobil bus umum AKDP di terminal atas Kabanjahe sama sekali tidak menyentuh substansi. Buktinya, masih banyak ditemukan mobil bus umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang tidak memakai stiker.

Demikian juga soal plafon tidak sesuai. “Sampai saat ini masih banyak AKDP yang tidak punya izin dengan bebas masuk terminal,” ungkap Humas PT Sutra/Aronta, David Barus, kepada sejumlah wartawan, Senin  di Kabanjahe.

Padahal penertiban dilakukan hari ini mestinya mengacu nota kesepakatan Nomor 01/PHB/2014 tanggal 9 Juni 2014. Yakni, membuat stiker untuk semua kendaraan mobil bus umum AKDP, trayek Medan–Kabanjahe, PP (warna stiker dasar putih tulisan biru), trayek Medan-Kabanjahe, lintas (warna dasar putih tulisan merah). Ternyata dalam praktiknya di lapangan, masih banyak ditemui AKDP tidak memakai stiker.

Selanjutnya, stiker dibuat Dinas Perhubungan Kabupaten Karo berdasarkan persetujuan dari direksi. Sesuai dengan izin trayek dan jumlah plafon dinas Perhubungan memberi stiker sesuai dengan plapon menurut jumlah unit/armada.

Jadi, kenapa dalam penertiban tidak dilakukan dengan tegas tanpa pandang bulu oleh Dinas Perhubungan sesuai dengan nota kesepakatan sudah disepakati antarsesama Direksi PT Sutra, Direksi PT Aronta, Direksi PO Borneo, Direksi CV Murni, Direksi PO Sinabung Jaya dan Direksi PO Sinabung Jaya Rayam.

“Ini yang kita sesalkan. Kenapa Dishub Karo tidak melakukan penertiban secara tegas,”lontar Barus sembari menuding Kadishub Karo terkesan pilih bulu dan melakukan penertiban ecek-ecek.

Untuk itu kami minta Kadishub Kabupaten Karo melakukan tindakan tegas secepatnya, sesuai aturan dan perundang-undangan berlaku, baik soal plafon, AKDP yang tidak memiliki izin bebas masuk terminal maupun soal sticker. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 harus ditegakkan. Bila hal ini tidak diindahkan Kadishub Kabupaten Karo, kami akan melakukan aksi demo ke kantor Bupati Karo.

David Barus minta Plt Bupati Karo Terkelin Berahmana SH agar mengevaluasi jajarannya tidak becus bekerja sesuai tupoksi.”Perlu kembali ditegaskan, kami hanya minta peraturan ditegakkan, untuk mencegah bila suatu saat awak antar armada bisa bentrok di lapangan,”kecamnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karo, Drs Lesta Karo-Karo, MM ketika dikonfirmasi mengaku penertiban dilakukan akan bertahap. “Tak mungkin hari ini langsung tercover semua. Tentu, kita buat secara bertahap. Tindakan tegas akan dilakukan bagi perusahaan AKDP yang menyalah,” katanya. (Andalas)

Categories: Pemerintahan

Semrawut, Pasar Berastagi Butuh Penataan

Pasar Berastagi (www.panoramio.com)

Pasar Berastagi (www.panoramio.com)

BERASTAGI: Pusat pasar Berastagi semrawut dan macet diakibatkan banyaknya pedagang kaki lima dan asongan yang dengan bebasnya menjajakan barang dagangan mereka hingga ke badan jalan, sehingga membuat keadaan tata kota menjadi pemandangan yang tidak enak dipandang mata.

Salah satunya sepanjang Jalan Veteran terlihat disesaki para pedagang kaki lima yang memenuhi badan trotoar yang membuat para pengguna jalan yang menjadi sangat terganggu.
Menurut salah satu warga Berastagi, N Girsang, keadaan tata kota ini menjadi macat total seperti di Jalan Veteran. Untuk berjalan kaki saja sudah sulit, akibatnya para pedagang kakilima memenuhi badan jalan, ditambah lagi dengan parkir yang tidak tertata yang membuat kemacetan setiap sore terjadi.
“Pihak Dinas perhubungan seharusnya turun langsung melihat kondisi jalan dan perparkiran yang sangat tidak tertata dengan baik, sehingga terjadi kesemrawutan ditambah lagi dengan pusat Pasar Berastagi yang terlihat sangat jorok dan amburadul seperti keadaan jalan yang kupak-kapik membuat suasana kesemrautan semakin lengkap,” kata Girsang.
Girsang mengharapkan, Pemerintah Kabupaten Karo bisa melihat dan membenahi kesemrawutan tata kota wisata Berastagi sebagai salah satu kota pariwisata.
Sementara itu pantauan di lokasi pusat Pasar Berastagi, terlihat para pedagang dengan memaksakan berniaga di badan jalan raya sehingga tidak lagi memperhatikan keselamatan diri dan menempatkan barang dagangan mereka ditengah badan jalan yang kupak-kapik demi menghidupi keluarga.
“Tentunya hal ini sudah diperlukan penataan pedagang kakilima dari pusat Pasar Berastagi agar para pedagang bisa diarahkan ke tempat yang lebih baik seperti didalam pasar tradisional losd inpres untuk mengurangi kesemrawutan serta kemacetan,” ujar Girsang. (Jurnal Asia)
Categories: Ekbis

PHRI Salurkan 521 Lembar Seng bagi Korban Erupsi Sinabung

Pekerja membuka atap sekolah yang rusak disebabkan erupsi Sinabung di Sigarang-garang. (Kompas)

Pekerja membuka atap sekolah yang rusak disebabkan erupsi Sinabung di Sigarang-garang. (Kompas)

KABAN JAHE: Guna membangun kebersamaan, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karo, menyalurkan 521 seng, bagi masa awal rehabilitasi bencana erupsi gunung api Sinabung.

Langkah ini merupakan bagian rasa tanggung jawab bersama dunia pariwisata Karo terhadap kelangsungan kehidupan social dan ekonomi masyarakat secara luas. Pemberian bantuan seng berlangsung di depan pintu gerbang Taman Mejuah Juah Berastagi, Jumat (19/9) siang.

Menurut Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Karo, Dinasti Sitepu S.Sos, gerakan kepedulian yang dilangsungkan adalah bagian dari koordinasi matang hotel yang tergabung dalam PHRI Kab Karo dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karo.

Ketua BPC PHRI Karo, Dikson Pelawi mengatakan, bantuan dihasilkan melalui diskusi instens dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karo. Hingga pilihan pada pengadaan seng, menjadi pilihan yang dirasakan lebih realistis.

Apalagi, katanya, banyak rumah penduduk yang mengalami kerusakan setelah terdampak material erupsi yang berlangsung selama setahun belakangan. Sementara itu, Plt Bupati Karo, Terkelin Berahmana, dalam sambutannya mengatakan bencana erupsi gunung api Sinabung telah menyatukan semua kalangan.

“Apa yang hari ini kita lihat adalah momentum kuatnya kerjasama antara Pemkab Karo dengan PHRI Karo. Pelaku wisata telah memperlihatkan tanggung jawab pada kehidupan sekitarnya,” kata Terkelin.

Penyerahan bantuan langsung disampaikan Ketua PHRI Karo, Dikson Pelawi bersama sejumlah manajemen hotel kepada Plt Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH didampingi Dan Satgas Penanganan Erupsi Gunung Api Sinabung, Letkol Inf Asep Sukarna, Asisten Pemerintahan Setdakab Karo, Terkelin Purba, M.Si, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Dinasti Sitepu S.Sos dan Ka BPBD Karo, Ir Subur Tambun. (Medan Bisnis)

Categories: Sinabung

Pemkab Langkat Pulangkan Pengungsi Sinabung

Kalakhar BPBD Langkat, Irwan Syahri memberikan bantuan pribadi Bupati Langkat Ngogesa Sitepu secara simbolis kepada salah seorang pengungsi dalam rangka pemulangan pengungsi kembali ke kampung halamannya, Minggu (21/9). (Analisa)

Kalakhar BPBD Langkat, Irwan Syahri memberikan bantuan pribadi Bupati Langkat Ngogesa Sitepu secara simbolis kepada salah seorang pengungsi dalam rangka pemulangan pengungsi kembali ke kampung halamannya, Minggu (21/9). (Analisa)

SEI BINGEI: Pemkab Langkat memulangkan 103 kepala keluarga (KK) pengungsi Sinabung di Desa Telagah Kecamatan Sei Bingei, untuk kembali ke kampung halamannya.

Pemulangan para korban erupsi gunung Sinabung itu,  diterima  Plt. Bupati Kabupaten Karo, Terkelin Brahmana  didampingi Dandim Karo, Kalaksa BPBD Karo serta sejumlah kepala SKPD Karo, Minggu (21/9).

Bupati Langkat Ngogesa Sitepu melalui Sekdakab. Langkat Indra Salahuddin usai menyerahkan para pengungsi pada Pemkab Karo mengharapkan seluruh pengungsi dapat kembali ke kampung halamanya dengan penuh sukacita serta dapat kembali menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Kepada seluruh pengungsi, Sekda juga menyampaikan pesan dan permohonan maaf Bupati Langkat jika selama dalam pengungsian para pengungsi kurang mendapatkan perhatian yang serius.

“Semoga situasi gunung Sinabung aman dan saudara-saudara dapat menjalankan aktivitasnya kembali di kampung halaman masing-masing,” ujarnya.

Sekda didampingi Dandim Langkat, Letkol Inf Agusman Heri, Kepala BKD Langkat Amril, Kalakhar BPBD Irwan Syahri, Camat Sei Bingei M. Akhyar memberikan amanah bantuan pribadi  Bupati Langkat untuk pengungsi sebesar Rp 30.900.000.  Selain itu, Pemkab Langkat menyediakan 4 truk untuk mengangkut pengungsi dan barang-barangnya.

Plt. Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengucapkan terima kasih pada Pemkab Langkat yang bersedia menampung warga Karo untuk menghindari erupsi Gunung Sinabung dan memberikan fasilitas, pelayanan serta bantuan secara moral maupun materil.

“Semoga dengan kejadian ini, hubungan kekeluargaan antara Pemkab Karo dengan Pemkab Langkat semakin erat,” ujar Terkelin. (Analisa)

Categories: Seni-budaya

Waktu Pengerjaan Proyek Mepet, 3 PPK Dinas PU Karo Mundur

Ilustrasi (Andalas)

Ilustrasi (Andalas)

KABAN JAHE: Gara-gara waktu pelaksanaan proyek Dinas PUD Karo TA.2014 mepet, tiga orang PPK Dinas PUD Karo mengundurkan diri. Ketiga orang PPK tersebut,Sarman Tarigan PPK membidangi proyek Cipta Karya,Ramses Lumbantoruan PPK membidangi proyek Irigasi serta Paksa Tarigan, PPK membidangi proyek Bina Marga. Seyogianya, ketiga orang PPK tersebut akan menangani 200 paket pekerjaan yang bersumber dari APBD Karo 2014 dengan dana sebesar Rp150 miliar.

Pengunduran diri PPK di Dinas PUD Karo ini di sampaikan oleh Kadis PUD Karo, Candra Tarigan di ruang kerjanya ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis (18/9).

“Ketiga PPK tersebut telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya seba­gai PPK. Ketiga PPK yang mengundurkan diri itu sebenarnya dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Mengingat alasan pengunduran diri mereka dapat dipertanggungjawabkan, makanya kami bisa memahami serta dapat menerima alasan pengunduran diri mereka.Kami juga tidak memberikan sanksi pada mereka,” ujar Candra Tarigan.

Lebih jauh Candra mengatakan, alasan pengunduran diri ketiga orang anggotanya tersebut karena mereka merasa tidak dapat lagi melaksanakan pekerjaan paket proyek APBD 2014 mengingat waktu yang ada untuk penyelesaian pekerjaan tersebut terlalu singkat.
Ditambah, hingga sekarang paket proyek tersebut belum juga ditenderkan, sedangkan masa tender untuk proyek itu paling singkat 45 hari, belum termasuk waktu sanggah dan sanggah banding.

“Karena keterbatasan waktu tersebut, maka ketiga PPK Dinas PUD Karo itu mengundurkan diri,” katanya.
Selain mundur sebagai PPK TA 2014, Sarman Tarigan juga mundur dari jabatannya sebagai Kabid Cipta Karya di Dinas PUD Karo dan belum ditunjuk siapa yang akan menggantikannya.

Pengunduran diri ketiga PPK tersebut menjadi topik pembicaraan di tengah-tengah masyarakat Karo.Banyak yang menduga, pengunduran diri PPK itu karena adanya tekanan kepada mereka. Apalagi belakangan ini banyak pejabat dinas PUD Karo diperiksa oleh pihak Kejari Kabanjahe. (Jurnal Asia)

Categories: Infrastruktur
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 272 other followers