Home > Infrastruktur > Puluhan Hektar Sawah di Doulu Gagal Panen

Puluhan Hektar Sawah di Doulu Gagal Panen

Doulu (karokab.go.id)

Hujan lebat sekitar dua jam yang terjadi pada Senin (23/4) malam, sekira pukul 20:15 -22:30 WIB, membuat  puluhan rumah warga Desa Doulu, Kec.Berastagi, Kab. Tanah Karo terendam banjir bandang kiriman. Kejadian ini juga membuat puluhan hektar sawah gagal panen, dan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Puluhan rumah warga terendam banjir sekira empat meter, akibat hujan deras yang terjadi pada Senin malam selama dua jam. Akibat banjir kiriman yang datang dari desa Semangat Gunung, Kec.Merdeka, membuat sebagian beronjong atau penahan irigasi sungai sekira tiga meter mengalami kerusakan, yakni yang berada di pinggir sungai sebelah timur.

“Air masuk ke pekarangan rumah sekira empat meter, dan ke dalam rumah warga, serta meruntuhkan tembok Sekolah Dasar Inpres 046411 rubuh,” terang Plt Kepala Desa Doulu, Suraman Pandia didampingi berapa warga kepada Waspada saat menyambangi desa yang terkena musibah banjir bandang.

Dikatakannya, banjir kiriman untuk kedua kalinya yang pernah terjadi setelah di 1999.  Banjir diduga berasal dari aliran limbah Pertamina yang berada di Desa Semangat Gunung yang hampir setiap hari merambah hutan.

Perambahan tersebut mengakibatkan irigasi sungai tersumbat, dari potongan kayu yang ditebang perambah hutan. “Banjir bandang kiriman ini terjadi akibat potongan kayu yang tersumbat di irigasi akibat ulah perambah hutan yang berada tidak jauh dari desa kami.
Akibatnya, baik banjir serta limbah Pertamina dirasakan warga sekitar,” terangnya.
Hingga siang, ratusan warga tanpak sibuk sedang menguras air dari dalam rumah mereka. Sementara para murid SD, meski tidak diliburkan, sibuk menguras air yang masuk ke dalam sekolah mereka.

Akibat banjir bandang kiriman, juga membuat petani sayur daun prei, cabai, tomat, kol serta padi gagal panen yang sedianya akan dipanen Mei nanti. “Yang dapat kami lakukan sementara ini hanya membersihkan lumpur, serta sampah yang ada di perladangan. Tanaman rusak sekira 80 persen,” terang Osma Sakti, yang mempunyai ladang daun prei sekira 3.500 meter.(beritasore.com)

Categories: Infrastruktur
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: