Home > hukum > Kantor Bupati Jadi Tempat Sampah Dadakan

Kantor Bupati Jadi Tempat Sampah Dadakan

Kantor Bupati Karo (medanbisnisdaily.com)

Kenaikan harga retribusi sampah hingga 100% tidak menyelesaikan permasalahan menumpuknya sampah di Kecamatan Kabajahe dan Berastagi. Hal ini menyebabkan seratusan warga berunjuk rasa dengan cara menabur sampah di Rumah Dinas dan Kantor Bupati Karo, Kamis (3/5).

Pengunjuk rasa menuntut Bupati Karo membatalkan kenaikan retribusi sampah karena kenaikan tersebut tidak membuat lingkungan Kabanjahe dan Berastagi sekitarnya bebas dari bau busuk dan tumpukan sampah. Hal itu justru menambah beban rakyat karena mereka harus membayar uang sampah dengan biaya yang lebih tinggi.

Massa yang tergabung dalam LSM Gempita, Toppan RI, HiPI, dan PPM mengancam bila dalam tiga hari sampah-sampah tidak diangkut, akan kembali menggelar aksi yang sama dengan mendatangkan masyarakat karo dalam jumlah lebih besar. Mereka kembali berencana menabur sampah-sampah ke Kantor Bupati Karo.

“Bapak Bupati Karo yang berjanji membangun tanah karo ini ternyata hanya menambah beban rakyat. Selain beban  kenyamanan dan kesehatan rakyat Karo juga terancam, disebabkan tumpukan sampah yang tidak diangkat-angkat,” kata Ketua LSM Jaringan Nusantara Tanah Karo, Serba Sebayang.

Dia juga mengancam akan membuat selebaran kepada masyarakat untuk tidak membayar retribusi sampah sebelum Bupati Karo membatalkan kenaikan tersebut. Pekarangan Rumah Dinas dan Kantor Bupati Karo saat itu tampak dipenuhi sampah dengan aroma busuk.  Menyikapi aksi ini asisten II Setda Karo Drs. Simon Sembiring bersama pejabat lain di Kantor Bupati Karo berjanji akan menuntaskan permasalahan sampah ini secepatnya.

“Kami akan segera menyelesaikan permasalahan ini, sebelumnya ada kendala karena armada pengangutan sampah di Dinas Kebersihan tidak mencukupi untuk mengangkat sampah di seluruh kota Kabanjahe dan Berastagi, sehingga tidak bisa diselesaikan dalam sehari. Sekarang Armada telah ditambah dan ini tidak akan terjadi,” jelas Simon.

Asisten II Buapati Karo ini juga mengatakan bahwa kenaikan retribusi sampah bertujuan untuk menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) Karo sehingga dengan demikian permasalahan sampah di Tanah Karo ke depannya  tidak  akan terulang kembali.

Sebelumnya, saat para demonstran tiba di halaman Kantor Bupati Karo tiba-tiba mobil Dinas Pejabat Karo melaju dengan cepat meninggalkan lapangan parkir, yang didalamnya tidak lain adalah pejabat nomor satu di Tanah Karo.

Melihat mobil itu keluar demonstran pun berlari sambil berteriak,” Hey, Bupati jangan lari kau!”. Serta merta massa marah dan melempari mobil tersebut. Kesal ditinggalkan begitu saja demonstran menjadikan halaman Kantor Bupati Karo jadi tempat pembuangan sampah. Dalam waktu yang tidak lama tempat tersebut dipenuhi sampah dan aroma busuk.(hariansumutpos.com)

Advertisements
Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: