Home > hukum > Pedastaren Tarigan: Biaya Perjalanan Dinas PNS Harus Diawasi

Pedastaren Tarigan: Biaya Perjalanan Dinas PNS Harus Diawasi

Pedastaren Tarigan (luwuraya.net)

Pakar hukum Universitas Sumatera Utara, Dr Pedastaren Tarigan SH mengatakan, kepala daerah seperti gubernur, wali kota dan bupati harus tetap mengawasi ketat biaya perjalanan dinas pegawai negeri sipil (PNS) agar jangan disalahgunakan.

“Biaya perjalanan dinas yang di-mark up atau digelembungkan itu harus dapat dicegah, sehingga tidak menimbulkan kerugian keuangan negara tersebut,” katanya di Medan, Jumat.

Hal tersebut dikatakannya mengomentari biaya perjalanan dinas yang diduga banyak disalahgunakan atau dikorupsi oknum-oknum PNS. Terjadinya dugaan penyimpangan atau “permainan” yang dilakukan PNS dalam biaya perjalanan dinas tersebut, menurut dia, disebabkan minimnya anggaran yang disediakan pemerintah.

Sementara itu, dana oknum PNS yang dikeluarkan untuk bepergian ke luar kota yang diperintahkan oleh pimpinan, dianggap tidak mencukupi. “Oknum PNS tersebut terpaksa melakukan berbagai cara mendapatkan dana tambahan lagi sehingga dapat mencukupi selama menjalankan tugas-tugas negara tersebut,” kata Kepala Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Sumatara Utara (USU) itu.

Dia mengatakan, biaya perjalanan dinas fiktif oknum PNS itu hanya dapat ditertibkan dengan pengawasan melekat (waskat) dan kontrol setiap setiap dana-dana yang akan dikeluarkan oleh bagian keuangan di lingkungan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Sebab, jelasnya, tanpa waskat tersebut, apa yang diharapkan dalam mewujudkan terciptanya pemerintahan yang bersih, pemerintahan yang baik dan tata kelola yang baik tidak akan tercapai.

Sehubungan dengan itu para PNS harus tetap bertugas dengan baik, jujur, dan memiliki dedikasi yang tinggi, serta mempunyai tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Selain itu, para PNS tersebut dapat memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan seperti pelayanan administrasi KTP, kartu keluarga, surat keterangan pindah dan lainnya.

Masyarakat jangan sampai merasa kecewa dengan pelayanan yang selama ini diberikan oleh PNS, karena ini dapat merusak citra dan nama baik pegawai tersebut. “Mari kita tunjukkan bahwa PNS itu adalah benar-benar sebagai abdi negara dan pelayanan masyarakat yang setia, serta mampu menjaga wibawa dalam melaksanakan tugas di lapangan. Dengan demikian maka PNS itu benar-benar akan dihormati oleh rakyat,” ucap Pedastaren.

Lebih jauh dia mengatakan, dengan memberikan pelayanan yang baik, maka rakyat akan selalu merasa simpati kepada PNS, sehingga program kerja yang mereka lakukan akan berjalan sukses dan tetap berhasil.

“Para PNS diharapkan dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.Dan ini harus benar-benar dapat dilaksanakan untuk menghindari penilaian-penilaian yang kurang baik selama ini terhadap PNS tersebut,” kata Pedastaren. (Antara)

Pedastaren Tarigan: Biaya Perjalanan Dinas PNS Harus Diawasi

Pakar hukum Universitas Sumatera Utara, Dr Pedastaren Tarigan SH mengatakan, kepala daerah seperti gubernur, wali kota dan bupati harus tetap mengawasi ketat biaya perjalanan dinas pegawai negeri sipil (PNS) agar jangan disalahgunakan.

“Biaya perjalanan dinas yang di-mark up atau digelembungkan itu harus dapat dicegah, sehingga tidak menimbulkan kerugian keuangan negara tersebut,” katanya di Medan, Jumat.

Hal tersebut dikatakannya mengomentari biaya perjalanan dinas yang diduga banyak disalahgunakan atau dikorupsi oknum-oknum PNS. Terjadinya dugaan penyimpangan atau “permainan” yang dilakukan PNS dalam biaya perjalanan dinas tersebut, menurut dia, disebabkan minimnya anggaran yang disediakan pemerintah.

Sementara itu, dana oknum PNS yang dikeluarkan untuk bepergian ke luar kota yang diperintahkan oleh pimpinan, dianggap tidak mencukupi. “Oknum PNS tersebut terpaksa melakukan berbagai cara mendapatkan dana tambahan lagi sehingga dapat mencukupi selama menjalankan tugas-tugas negara tersebut,” kata Kepala Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Sumatara Utara (USU) itu.

Dia mengatakan, biaya perjalanan dinas fiktif oknum PNS itu hanya dapat ditertibkan dengan pengawasan melekat (waskat) dan kontrol setiap setiap dana-dana yang akan dikeluarkan oleh bagian keuangan di lingkungan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Sebab, jelasnya, tanpa waskat tersebut, apa yang diharapkan dalam mewujudkan terciptanya pemerintahan yang bersih, pemerintahan yang baik dan tata kelola yang baik tidak akan tercapai.

Sehubungan dengan itu para PNS harus tetap bertugas dengan baik, jujur, dan memiliki dedikasi yang tinggi, serta mempunyai tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Selain itu, para PNS tersebut dapat memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan seperti pelayanan administrasi KTP, kartu keluarga, surat keterangan pindah dan lainnya.

Masyarakat jangan sampai merasa kecewa dengan pelayanan yang selama ini diberikan oleh PNS, karena ini dapat merusak citra dan nama baik pegawai tersebut. “Mari kita tunjukkan bahwa PNS itu adalah benar-benar sebagai abdi negara dan pelayanan masyarakat yang setia, serta mampu menjaga wibawa dalam melaksanakan tugas di lapangan. Dengan demikian maka PNS itu benar-benar akan dihormati oleh rakyat,” ucap Pedastaren.

Lebih jauh dia mengatakan, dengan memberikan pelayanan yang baik, maka rakyat akan selalu merasa simpati kepada PNS, sehingga program kerja yang mereka lakukan akan berjalan sukses dan tetap berhasil.

“Para PNS diharapkan dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.Dan ini harus benar-benar dapat dilaksanakan untuk menghindari penilaian-penilaian yang kurang baik selama ini terhadap PNS tersebut,” kata Pedastaren. (Antara)

Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: