Home > Pendidikan > Dipungli, Siswa SMK Negeri I Kabanjahe Mogok Belajar

Dipungli, Siswa SMK Negeri I Kabanjahe Mogok Belajar

Ilustrasi SMK (sejutaumat.com)

Sebanyak 734 siswa SMK Negeri I Kabanjahe dari jurusan multimedia, akuntansi, perkantoran dan pemasaran mogok belajar, Senin (21/5), sehingga proses belajar mengajar di sekolah tersebut tidak terlaksana.

Aksi spontan para siswa itu tanpa dikomando, usai upacara bendera. Selain itu mereka juga memasang sejumlah atribut sepanjang pagar halaman dan di dalam gedung sekolah yang bertuliskan  di antaranya, “Banyak Sekali Pungutan Liar (Pungli) Dilakukan Komite Sekolah, Murid Dihukum, Guru Tidak Masuk Belajar Bagaimana dan Dikemanakan Pengutipan Uang Komite Sekolah”.

Menurut sejumlah siswa, mogok ini dipicu maraknya pengutipan yang dilakukan komite sekolah sebesar Rp40.000 per siswa/bulan terhitung Januari 2012 selama setahun. Pengutipan tidak transparan, parahnya lagi menurut para siswa melalui juru bicaranya Maria K Br Purba, fasilitas penunjang proses belajar-mengajar minim.

“Kutipan terus bertambah dari tahun ke tahun, tapi fasilitas minim, guru arogan. Pengutipan ini memberatkan orangtua kami,” beber Maria didampingi Ketua OSIS, Berto Philipus.

Dikatakan, tahun lalu juga dikutip Rp25.000 per siswa/bulan selama setahun. Hanya saja, sama sekali tidak diketahui sasarannya untuk apa dan pengutipan uang tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Demikian juga para siswa menuding para guru di sekolah itu tidak memiliki etika dan moral. Pasalnya, ada seorang guru yang mengatakan kalau tidak ada uang sekolah, tidak perlu belajar di sekolah ini. Ironisnya, kata siswa apabila ada siswa yang terlambat akan dihukum tapi apabila ada guru yang selama seminggu tidak masuk tidak akan dihukum.

Hal sama dikatakan, Ketua OSIS, Berto Philipus pengutipan Rp4.000, selain kutipan Rp 40.000 per siswa per bulan di luar sepengetahuannya selaku Ketua OSIS SMKN 1 Kabanjahe. “Entah untuk apa kutipan tersebut, saya tidak pernah tahu,” ujarnya.

Kepala SMK Negeri 1 Kabanjahe Drs Adrian Barus didampingi Ketua Komite Sekolah Surya Lubis dan Bendahara Komite Sekolah  P br Sembiring di ruang kerjanya, Senin (21/5) mengatakan pengutipan sebesar Rp40.000 berasarkan kesepakatan orangtua siswa dengan komite sekolah pada 15 Februari lalu. Disinggung soal perincian pengutipan, Ketua Komite Sekolah Surya Lubis tidak dapat menjelaskan secara rinci. “Belum di-print masih disimpan di dalam flash disk. Tapi salah satunya untuk perbaikan komputer sebanyak 100 unit, karena selama ini komputer banyak yang rusak sehingga tidak dapat dipakai para siswa,” ungkapnya.

Ditanya kembali bukti kesepakatan pengutipan Rp40.000 tersebut antara Komite Sekolah dengan orangtua siswa, ternyata yang baru menandatangani masih sebatas Ketua Komite Sekolah Surya Lubis dan Bendahara P br Sembiring. Sementara  hingga saat ini Sekretaris Baskita Ginting dan Kepala Sekolah SMK 1 Negeri Kabanjahe, Drs Adrian Barus sendiri belum mendatangani kesepakatan tersebut.

Menyikapi tuntutan para siswa tersebut, akhirnya Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kabanjahe, Drs Adrian Barus berjanji akan menyelesaikan permasalahan itu pada, Rabu (23/5) dengan mengundang perwakilan dua siswa per kelas, orang tua murid dan komite sekolah. Bahkan katanya, Rencana Anggaran Kegiatan (RAK) atau perencanaan-perencanaan lain supaya ditinjau kembali.

“Artinya sesuai dengan harapan para siswa proposal akan direvisi kembali, bagian mana saja yang diprioritaskan, diplotkan saja di sana,” ungkapnya. (Harian Andalas)

Advertisements
Categories: Pendidikan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: