Home > Pendidikan > Tuntutan Dipenuhi, Siswa SMKN 1 Kabanjahe Lega

Tuntutan Dipenuhi, Siswa SMKN 1 Kabanjahe Lega

Para siswa SMKN 1 Kabanjahe yang sempat mogok belajar pekan lalu akhirnya merasa puas karena tuntutan mereka termasuk kedisplinan para guru mendapat perhatian serius ditindaklanjuti Kepala Sekolah.

Salah satu kesepakatan Rapat Komite sekolah kemarin adalah peserta rapat sepakat merubah kembali RAB Komite 2012. Poin demi poin yang ada pada RAB dibahas satu persatu, sehingga membutuhkan waktu cukup panjang serta energi dan konsentrasi setiap peserta sampai terwujudnya RAB 2012 sesuai permintaan para murid dan orangtua serta mendapat atensi dari Kepala Sekolah, Drs Adrian Barus, Bendahara Komite, E Br Tarigan dan Ketua Komite Suhiya Lubis.

Hasil kesepakatan tersebut terungkap dalam rapat komite sebagai tindak lanjut aksi mogok belajar para siswa. Kesepakatan yang juga tertuang dalam notulen hasil rapat, yang besarannya berjumlah Rp237,5 juta. Dari dana itu masih ada anggaran yang belum dialokasikan sebesar Rp42 juta.

Selanjutnya pengurus komite meminta pendapat peserta rapat yang juga dihadiri utusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Sualdi Surbakti SPd, anggota Komisi C DPRD Karo, Siti Aminah Br Peranginangin, Aceh Silalahi dan Khairani Br Karo. Melalui pembahasan yang alot diwarnai dengan hujan interupsi dari para peserta akhirnya diputuskan sebesar Rp22 juta untuk pembelian komputer baru termasuk transport panitia, Rp20 juta sebagai dana cadangan kas komite yang akan digunakan nantinya sesuai dengan keperluan dan kesepakatan bersama.

Selain soal anggaran RAB 2012, para siswa SMKN 1 Kabanjahe juga mengkritisi kedisplinan para guru yang mengajar, juga mendapat atensi khusus dari Kepala Sekolah Drs Adrian Barus. Menurutnya sesuai tuntutan para murid, pihaknya akan menindak tegas jika ke depan masih ada ditemukan para guru yang kurang disiplin dalam memberikan proses belajar mengajar. Sesuai dengan peraturan yang ada, pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas.

Untuk itu, Adrian Barus meminta bantuan siswa per kelas setiap hari melaporkan secara tertulis kepada wakil kepala sekolah, dan selanjutnya secara periodik kepada kepala sekolah sebagai masukan dan data membina disiplin guru serta dibantu oleh piket harian. “Mari kita mewujudkan SDM inovatif dan berkarakter dari sekolah ini. Tanggungjawab kita memajukan kualitas pendidikan di sekolah ini. Dialog dan tanya jawab termasuk tuntutan para siswa adalah sebuah pembelajaran dan koreksi yang konstruktif. Inilah demokrasi,” ujar Adrian Barus yang disambut tepuk tangan para siswa.

Bukan hanya guru, para siswa juga dituntut kedisplinannya menegakkan peraturan dan tata tertib sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah saat ini. “Tanpa adanya kedisplinan, dan tanggungjawab moral, mustahil tercapai peningkatan mutu dan kualitas pendidikan itu,” tegasnya.

Para pengurus komite juga tidak luput dikritisi, sehingga unsur pengurus komite dirombak, seperti Moris Karo-Karo orangtua siswi Vivi Novita Kelas XI Akuntansi ditempatkan sebagai Sekretaris Komite menggantikan Alm Baskita Ginting. Sabam Tampubolon orang tua siswa Sondang kelas X Adm Perkantoran masuk dalam keanggotaan komite. Agus Listan Purba orang tua siswi Maria Kapita Purba kelas XI Adm Perkantoran menjadi anggota komite. Demikian juga Berlin Purba staf pegawai SMKN 1 Kabanjahe juga diangkat sebagai anggota komite.

“Dari awal saya tidak ada menutup-nutupi RAB 2012, dalam rapat tersebut semuanya kita buka-bukaan. Sehingga terang-benderang dan akhirnya semua pihak dapat menerimanya, walaupun prosesnya alot diselingi dialog dan tanya jawab, tapi intinya demi kemajuan pendidikan disekolah ini. Dengan dipenuhinya kesepakatan tersebut, mari kita bekerjasama dan sama-sama berkerja untuk memajukan sekolah ini,” terang Suhiya Lubis, Ketua Komite SMKN 1 Kabanjahe yang juga purn TNI itu. (Harian Andalas)

Advertisements
Categories: Pendidikan
  1. 13/06/2014 at 1:17 am

    Sekolah bukan untuk menuntut ilma saja tapi juga karakter
    Kalau yg menjadi panutan disekolah tidak punya karakter yg baik bagaimana mungkin menghasilkan benih yg baik…
    Semoga SMK menjadi Benar2 ‘BISA’ tidak hanya menjadi simbolik saja.

    Like

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: