Archive

Archive for June, 2012

Akbid Kabanjahe Punya Direktur Baru

Akbid Kabanjahe (karokab.go.id)

Bupati Karo melantik 3 pejabat struktural eselon III di lingkungan Pemkab Karo, di aula Kantor Bupati, Kabanjahe, kemarin.

Pelantikan itu dihadiri Asisten Administrasi Jernih Tarigan SH, Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Daerah Drs Kawar MSi, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo, Ir Mulia Barus MSi, dan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Karo, Sadarta Bukit SE MSi.

Mereka yang dilantik, Siang Br Tarigan SPd SKep MKes, sebagai Direktur Akademi Kebidanan Kabanjahe, Drs Indra Jaya Bangun sebagai Sekretaris pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan Drs Sastra Tarigan  MPd, sebagai Kepala Bidang Perencanaan pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan.

Bupati Karo dalam arahan dibacakan Asisten Administrasi Jernih Tarigan menyatakan, pelantikan pejabat struktural di lingkungan Pemkab Karo bertujuan menghindari potensi kejenuhan dan kesenjangan operasional dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik agar tetap berjalan.

Ditambahkan, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pada SKPD masing-masing agar senantiasa menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, agar selalu melakukan identifikasi masalah dan mengembangkan alternatif pemecahannya serta menentukan alternatif terbaik berdasarkan asumsi-asumsi yang logis.

Selalu meningkatkan kinerja pribadi, unit kerja maupun keseluruhan organisasi termasuk di dalamnya menjalankan tugas-tugas atau mendorong suatu cara kerja baru yang inovatif.

Menciptakan dan mendorong terjadinya interaksi, keselarasan dan kerja sama yang kondusif, memobilisasi staf dalam menjalankan tugas dengan menggunakan logika dan gaya interpersonal sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, dan selalu menunjukkan perilaku sebagai seorang pemimpin yang beretika secara konsisten.

Pejabat yang dilantik juga diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerja dan prestasi serta pengabdiannya kepada pemerintah dan rakyat Kabupaten Karo.(Harian Andalas)

Categories: Infrastruktur

3 Tahun Pisah Ranjang, Anggota Polres Karo Gantung Diri

Ilustrasi gantung diri (osolihin.wordpress.com)

Bripka Lasman Silalahi (36), anggota Polres Tanah Karo, warga Gang Terang Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo ditemukan tewas tergantung, Rabu (27/6) sekira pukul 07.30 WIB.

Kematian ayah 3 anak ini diketahui tetangganya karena diberitahukan Riki Gurusinga (26), seorang pemuda teman korban yang tinggal bersama korban. Kepada wartawan di rumah duka, Rabu (27/6) sekira pukul 08.30 WIB, Riki menuturkan, sekira pukul 07.30 WIB, dia yang tidur sendirian di lantai dua rumah itu turun ke lantai satu untuk keluar.

Saat menuruni anak tangga, dia melihat korban terduduk di sandaran kursi rotan di samping tangga dengan seutas tali terlilit di leher korban. Spontan Riki keluar rumah dan memberitahukan apa yang dilihatnya itu kepada semua tetangga.

Sejumlah polisi datang dan membawa korban ke RSUD Kabanjahe sekira pukul 08.00 wib. Keterangan yang diperoleh dari tetangga korban menyebutkan, korban sudah tiga tahun pisah ranjang dengan istrinya br Tanggang yang sekarang tinggal di Kisaran Kabupaten Asahan.

Sekira pukul 11.00 WIB, jasad korban tiba di rumah duka diantar mobil ambulans dari RSUD Kabanjahe dan disambut jerit tangis seluruh keluarga yang hadir. Kasubbag Humas Polres Karo AKP Sayuti Malik yang dikonfirmasi via SMS sekira pukul 15.19 WIB membenarkan kematian korban.(Analisa)

Categories: hukum

Bupati Karo Mulai Angkat Bicara Soal Lalat Buah

Lalat buah (dok @hilmifaiq)

Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti melakukan koordinasi penanggulangan hama lalat buah pada tanaman jeruk bersama masyarakat perwakilan 10 kecamatan di losd desa Dokan, Kecamatan Merek, Rabu (27/6).

Bupati Karo mengatakan, bila buah jeruk berjatuhan akibat serangan hama lalat buah, kiranya buah tersebut ditanam. Jangan biarkan membusuk begitu saja di atas tanah. Artinya, jangan biarkan buah itu bertaburan disembarang tempat karena buah busuk itu bisa merugikan petani itu sendiri, akibat telur hama akan berkembang biak dengan sendirinya di tempat tersebut.

Berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan selama ini, dinilai belum efektif akibat sulitnya mengubah mindset petani. Paradigma berpikir dalam pemberantasan hama lalat buah, perlu diubah. Selama ini masyarakat petani dianggap tidak mengindahkan saran petugas tehnik dalam pengendalian hama.

“Untuk itu, diminta kepada petani selalu berkoordinasi dengan dinas pertanian, tim ahli  dan perkebunan serta penyuluhan, supaya lalat buah dapat dibasmi secara kolektif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan stakeholders, ungkapnya.

Dikatakan, kalau ada  SKPD tidak merespon laporan masyarakat petani dalam pengendalian hama lalat buah, silakan hubungi saya melalui telepon, saya berupaya menindaklanjuti keluhan warga.”Untuk meningkatkan ekonomi berbasis pertanian, terlebih tanaman jeruk primadonanya petani Karo, harus bekerja sama antara pemerintah dan masyarakat, demi meningkatkan kualitas kehidupan petani,” ujar Bupati.

Sedangkan, Kadis Pertanian dan Perkebunan Agustoni Tarigan, SP menyebutkan, sentra produksi holtikultura di Indonesia terutama di Kabupaten Karo telah menjadi ikon Sumatera Utara, karena Kabupaten Karo merupakan sentra produksi jeruk ke III di Indonesia setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Luas pertanaman jeruk di Karo sesuai data yang di updating, 14.356 hektar menyebar di 17 kecamatan, tetapi 10 kecamatan sentra produksi jeruk Karo. Antara lain, Barusjahe, Dolatrayat, Tigapanah, Merek, Berastagi, Simpang Empat, Naman Teram, Merdeka dan Kabanjahe. Jeruk Karo pada akhir-akhir ini banyak mengalami penurunan kuantitas dan kualitas akibat dari beberapa fakor, salah satunya adalah  serangan hama lalat buah. (Harian Andalas)

Categories: Pertanian

Ganja Senilai Rp400 Juta Dimusnahkan di Kabanjahe

Pemusnahan ganja di Kabanjahe (Analisa)

Polres Tanah Karo memusnahkan 232 kilogram ganja (664 batang) senilai Rp400 juta serta 72 mesin pencetak uang (jakcpot) senilai Rp142 juta, Selasa (26/6).

Sebelum pemusnahan barang narkoba dalam memperingati Hari Narkoba Sedunia ini, diadakan upacara di Lapangan Samura Kabanjahe dan dipimpin Kapolres Tanah Karo AKBP Marcelino Sampouw SH SIk MT dan dihadiri Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, Ketua DPRD Karo Effendy Sinukaban SE, Dandim 0205/TK dan dari TNI dan Polri, pelajar tingkat SMA dan SLTP, Akademi Kesehatan dan Pegawai Negeri Sipil.

Dalam memperingati Hari Narkoba itu, Kapolres Karo mengimbau seluruh masyarakat Karo agar menjauhi dan tidak menggunakan narkoba. Sebab dapat berdampak negatif bagi generasi muda di Karo, mengingat saat ini banyak masyarakat Karo sudah terkena dampak negatif dari narkoba.

Pemusnahan barang bukti diawali dari pembakaran 664 batang ganja oleh Bupati Tanah Karo Dr (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti dan dilanjutkan secara bersama Kapolres Karo, Dandim 0205/TK, Ketua DPRD dan dilanjutkan dengan pemusnahan 72 mesin pencetak uang (jekcpot) yang disaksikan para peserta yang mengikuti upacara dalam memperingati Hari Narkoba Sedunia. (Analisa)

Categories: hukum

Nongkrong di Pakter Tuak, Moris Tewas Tertikam

Ilustrasi pembunuhan (dok)

Moris Siburian (17) warga Berastagi tewas bersimbah darah setelah kena tikam saat minum tuak bersama 4 orang temannya di pakter tuak kompleks Kabanjahe Plaza, Jalan Sudirman Kabanjahe Karo, Selasa (26/6) sekira pukul 14.00 WIB.

Belum diketahui secara pasti siapa pelaku penikaman itu. Reskrim Polres Tanah Karo masih melakukan penyelidikan di sekitar lokasi kejadian. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, korban sempat dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Namun karena luka tikam di bagian dada korban cukup parah, nyawanya tidak dapat diselamatkan lagi.

“Kami telah berupaya semaksimal mungkin memberikan pertolongan kepada korban, namun karena lukanya yang parah, korban meninggal dunia sekitar pukul 14.45 WIB,” kata dokter Novanta Sembiring kepada wartawan, kemarin.

Sementara teman korban, Nuel Kaban (16) sesama warga Berastagi mengatakan dia bersama bersama korban minum tuak di pakter tuak milik temannya yang bernama Arjuna sejak pagi. “ Kami saat itu minum tuak sebanyak 4 orang,” ujar Nuel.

“Saat kejadian saya keluar dari pakter tuak, dan tiba-tiba saya dengar suara jeritan dan melihat korban sudah berlumuran darah tergeletak di halaman depan  pakter tuak itu,” tambahnya.

Ditanya siapa pelaku penikaman itu, menjawab pertanyaan Nuel mengaku sama sekali tidak mengenal pelaku penikaman itu. Kapolres Tanah Karo, AKBP Marcelino Sampouw melalui Kasatreskrim AKP Harry Azhar ketika ditemui di ruang IGD RSUD Kabanjahe membenarkan kejadian tersebut.

Kasatreskrim mengatakan kasusnya masih dalam lidik, sembari mengimbau pelaku supaya menyerahkan diri. (Harian Andalas)

Categories: hukum

BKD Karo Diduga Pasang Tarif Mutasi PNS

Ilustrasi pungli (bisnis-jabar.com)

Ilustrasi pungli (bisnis-jabar.com)

Berbagai isu miring menerpa kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Karo. Bahkan kalangan PNS menganggap kantor BKD menjadi momok menakutkan karena setiap ada urusan penting terkait dengan perpindahan atau mutasi jabatan tidak ada yang gratis, tarifnya sudah ditentukan terselubung.

“Jangan berharap urusan lancar tanpa dikasih upeti,” ujar salah seorang sumber PNS di Pemkab Karo yang tidak bersedia dipublikasikan identitasnya di Kantor Bupati Karo, Senin (25/6).

Dikatakan, para PNS yang ingin naik pangkat saat ini ada target apabila mau menduduki eselon tiga harus bayar Rp15 juta sampai Rp30 juta dan eselon dua Rp50 juta sampai 300 juta. “Melihat di mana posisi jabatannya,” ungkapnya.

Yang paling aneh, jika ingin pindah ke daerah lain, mengurus surat pindah tugas harus bayar Rp40 juta. “Ini terjadi pada mantan Kadis Kehutanan Timotius Ginting yang ingin pindah tugas ke Jakarta,” beber sumber tersebut

Sementara sumber lain yang juga PNS mengatakan, bukan lagi rahasia umum kalau petinggi BKD Karo dikenal rakus terhadap uang. “Saya dengar kabar, Kepala BKD setelah pensiun Februari tahun depan mau nyalon Bupati Karo di Pilkada 2015 nanti. Mungkin dari sekarang dia mempersiapkan pundi-pundi,”tuturnya.

Parahnya lagi, sesama alumni STPDN pun tega dimakan. “Saya heran, dulu sewaktu masih tugas di kecamatan (Sekcam) maupun saat menjabat Kadis Koperasi tidak seperti itu. Setelah jadi Kepala BKD, total berubah, ngomong lembut tapi jangan harap urusan kenaikan pangkat bisa lancar tanpa diberikan sejumlah uang pelicin,” lontarnya.

Di sisi lain, sama-sama kita dengar menduduki jabatan basah sebagai Kadis, rumor berkembang bandrolnya kisaran Rp500–Rp700 juta, walau sulit membuktikan tapi sebenarnya begitulah yang terjadi.

Sumber lain, seorang guru PNS juga mengakui hal sama. Dikatakan, perpindahan guru dari satu kecamatan ke kecamatan lain harganya kisaran Rp12 juta hingga Rp15 juta. Ketika hal itu dikonfirmasikan kepada Kepala BKD Kabupaten Karo, Drs Kawar Sembiring MSi, Senin melalui telepon selulernya, ia menampik keras rumor yang sudah lama berkembang di kalangan PNS Pemkab Karo.

“Tidak ada itu. Tidak ada pengutipan apa pun atas pengangkatan pejabat eselon ataupun kenaikan pangkat di lingkungan Pemkab Karo. Itu sengaja dihembuskan orang-orang tidak bertanggung jawab yang sengaja menyudutkan saya,” kecamnya. (Harian Andalas)

Categories: hukum

Pedastaren Tarigan: Aparat Jangan Lengah Awasi Teroris

Pedastaren Tarigan

Pakar hukum Universitas Sumatera Utara Dr Pedastaren Tarigan mengharapkan aparat berwajib tidak lengah memantau gerakan teroris yang diduga masih banyak bersembunyi dan bergabung dengan masyarakat.

“Kelompok teroris ini harus tetap diawasi ekstra ketat, karena mereka kelihatannya sudah mulai membaur dan tinggal bersama-sama masyarakat, serta menyewa rumah mewah,” katanya di Medan, Senin (25/6).

Hal tersebut dikatakannya menanggapi tertangkapnya kelompok teroris bersama aset-aset yang mereka miliki di sebuah rumah di Jalan Ekawarni Gang Eka Warni III Nomor 4A Lingkungan 3, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kamis (21/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Salah satu terduga teroris yang ditangkap ternyata juga memiliki aset di Kabanjahe dan pernah tinggal di daerah tersebut

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan pemilik rumah bernama KH dan tiga penghuni lainnya. Penggerebekan lainnya dilakukan di sebuah rumah di kompleks Griya Karya Kasih dan sebuah ruko di Jalan Pancing, Kecamatan Medan Tembung.

Penangkapan itu dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang bekerja sama dengan Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumut. Pedastaren mengatakan, diringkusnya kelompok teroris di lokasi perumahan mewah itu, membuktikan mereka memiliki dana yang cukup banyak.

Sebab, jelasnya, kalau mereka tidak punya dana, dari mana uang mereka sanggup menyewa rumah mewah di kompleks perumahan dan rumah milik masyarakat. “Ini, jelas merupakan temuan maupun bukti kelompok teroris itu punya dana atau finansial yang cukup besar, sehingga mereka mampu beroperasi dimana saja sesuai dengan keinginannya,” kata Kepala Laboratorium Fakultas HUkum Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Dia mengatakan, masyarakat juga perlu hati-hati dan teliti bila ada orang atau pendatang baru yang tinggal di suatu daerah dan menyewa rumah. “Kalau kelihatannya orang baru itu agak mencurigakan atau gelagat yang kurang baik dapat segera dilaporkan kepada lurah/kades maupun petugas kepolisian setempat,” katanya.

Upaya ini dilakukan, menurut Pedastaren, sebagai solusi mencegah atau “mendeteksi” masuknya kelompok teroris di kampung halaman maupun daerah lainnya yang mereka anggap cocok sebagai tempat bersembunyi yang aman atau kegiatan penyamaran lainnya.

Sehubungan dengan itu, diharapkan peranan intelijen, aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya harus benar-benar dapat bekerjasama dalam “menangkal” masuknya kelompok teroris yang membahayakan bagi bangsa dan negara itu.

“Apapun bentuknya, kegiatan teroris itu harus diberantas habis di negeri ini. Tidak ada tempat bagi kelompok teroris itu, dan masyarakat juga harus melaporkan kepada aparat keamanan bila memang ada melihat teroris,” kata staf pengajar pada Fakultas Hukum USU itu. (Antara)

Categories: hukum