Home > Ekbis > Pasokan dari Karo Langka, Harga Sayuran Melambung

Pasokan dari Karo Langka, Harga Sayuran Melambung

Sayur-mayur (thegreenstall.blogspot.com)

Harga sayuran di sejumlah pasar tradisional Medan kembali naik. Kenaikan harga ini disebabkan minimnya pasokan dari sentra penghasil sayuran di Tanah Karo dalam sepekan terakhir.

Sejumlah pedagang mengaku, saat ini pasokan sayuran berkurang hingga lebih dari 50%. Kondisi ini menyebabkan pedagang menaikkan harga untuk menghindari kerugian. “Sudah sepekan ini pasokan dari pengumpul di Berastagi anjlok cukup signifikan,” kata Debora, seorang pedagang di Pasar Petisah, Medan, Senin (4/6).

Pantauan di sejumlah pasar di Medan, harga sayuran rata-rata mengalami kenaikan antara 10%-25% dibandingkan harga sebelumnya. Sawi putih misalnya, saat ini dipatok dengan harga Rp10.000 per kilogram atau naik dari sebelumnya dengan harga Rp8.000 per kilogram, kembang kol dan brokoli kembali naik menjadi Rp10.000- Rp11.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 8.000 per kilogram, cabai merah melambung dari Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 36.000 per kilogram. Begitu juga dengan sayuran lainnya seperti kangkung, tomat, kubis, wortel, terong, kacang panjang, buncis dan sejumlah komoditas sayuran lainnya yang kembali mengalami kenaikan.

Kenaikan harga ini berbanding terbalik dengan beberapa bulan sebelumnya. Sempat mengalami kenaikan harga di awal Februari 2012, harga sayuran di sejumlah pasar tradisional Kota Medan mengalami penurunan menyusul membaiknya pasokan dari Berastagi beberapa waktu lalu. “Mau bagaimana lagi, saat ini distribusi sayuran dari Berastagi sedikit terhambat karena cuaca buruk,” kata Rosmalia, pedagang lainnya di Pusat Pasar Medan.

Menurut sejumlah pedagang, selain proses distibusi terhambat, minimnya pasokan tersebut juga dipicu menurunnya hasil panen petani sayuran di Berastagi, yang selama ini menjadi sentra pemasok sayuran di Kota Medan. Dampaknya, pedagang yang biasanya dapat pasokan lebih dari 250 kilogram sayuran per hari, sekarang ini tidak lebih dari 100 kilogram per hari. Bahkan omzet pedagang turun hingga 40%, meskipun sudah menaikkan harga.

“Karena kalau harga lama dipertahankan hanya bisa menutupi biaya operasional, tak ada pemasukan yang masuk pada kami. Meskipun ada kenaikan harga, omzet kami tetap berkurang dari yang sebelumnya,” ungkap Rahmad, pedagang sayuran lainnya, di Pusat Pasar Medan. (Medan Bisnis)

Categories: Ekbis
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: