Home > hukum > Jurtul Togel Ditangkap, Warga Tigapanah Blokir Jalan

Jurtul Togel Ditangkap, Warga Tigapanah Blokir Jalan

Warga blokir jalan (Analisa)

Arus lalu-lintas menuju Kabanjahe Tanah Karo dan sebaliknya macet. Kemacetan terjadi karena puluhan warga Desa Tigapanah membakar ban bekas di dua titik, tepatnya di persimpangan jalan menuju Desa Suka dan simpang menuju Desa Seberaya Kecamatan Tiga Panah, Senin (4/6) pukul 21.30 WIB.

Pembakaran ban bekas di badan jalan itu, sebagai protes warga atas penangkapan tersangka juru tulis (jurtul) togel dan mereka minta agar tersangka dibebaskan. Kapolres Tanah Karo AKBP Marcelino Sampow SH, SIK MT yang dihubungi warga bersama anggotanya dengan membawa senjata laras panjang datang ke lokasi membantu pengamanan yang terlebih dahulu dilakukan Polsek Tiga Panah.

Saat petugas tiba di lokasi, api masih marak begitu juga kerumunan warga hingga arus lalu lintas menjadi antrean panjang. Beberapa petugas yang berada di lokasi memadamkan api, hingga para pengemudi dapat melalui lokasi itu.

Menurut sumber yang dihimpun di sekitar lokasi, aksi pembakaran ban bekas serta pemblokiran jalan itu, merupakan protes dari beberapa warga terkait penangkapan salah seorang juru tulis (jurtul) togel yang ditangkap Polres Karo. Jurtul yang ditangkap petugas, Senin (4/6) yakni JB (47), warga Desa Tiga Panah Kecamatan Tiga Panah. Warga protes meminta agar JB dilepaskan. Tetapi permintaan warga tidak dipenuhi petugas dan tetap membawanya ke Mapolres Karo untuk diperiksa.

Warga mengatakan, kenapa jurtul yang ditangkap, sedang bandarnya bebas berkeliaran. “Kami tidak terima atas perlakuan ini dan meminta lepaskan JB,” teriak warga saat itu.

Di lokasi, petugas juga mengamankan anak di bawah umur karena kedapatan membawa ban yang terbakar. Anak itu, diangkut ke atas mobil yang dicurigai ikut melakukan aksi. Namun, sesampai di atas mobil dia menangis karena ketakutan dan begitu juga orang tuanya meminta kepada petugas agar melepaskannya.

Saat diinterogasi Kapolres Tanah Karo, dia semakin menangis dan mengatakan tidak tau apa resiko yang dilakukannya. Melihat anak itu menangis, Kapolres menjadi iba dan memperingatinya agar jangan ikut melakukan hal-hal yang beresiko sambil melepaskan anak-anak itu. (Analisa)

Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: