Home > jalan-jalan > Mapala USU Bersihkan Puncak Gunung Sibayak

Mapala USU Bersihkan Puncak Gunung Sibayak

Gunung Sibayak (wisataindonesia23.blogspot.com)

Korps Mahasiswa Pencinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup Universitas Sumatra Utara (Kompas-USU) melakukan aksi bersih berbagai jenis sampah nonorganik di seputaran puncak Gunung Sibayak, Kabupaten Karo.

Ketua panitia aksi bersih Gunung Sibayak Kompas-USU Johan Tobing di Medan, Minggu (10/6) mengatakan kegiatan tersebut dilakukan berkerja sama dengan Dinas Pariwisata Karo dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia. Kegiatan itu melibatkan 60 relawan, bukan hanya dari Kompas-USU, namun juga dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya di perguruan tinggi itu.

Titik awal aksi dilakukan mulai dari Desa Lau Sidebuk-Debuk yang selama ini memang cukup banyak digunakan para pendaki sebagai titik start sebelum pendakian ke puncak Gunung Sibayak. “Rute awal dari Desa Lau Sidebuk-debuk, terus sepanjang jalur yang biasa digunakan para pendaki hingga ke puncak Gunung Sibayak yang diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam,” katanya.

Adapun sampah yang akan dibersihkan adalah berupa botol-botol minuman yang terbuat dari kaleng maupun plastik, bungkus sisa mie instan maupun sisa-sisa bungkus makanan lainnya yang sulit terurai oleh alam yang memang diperkirakan banyak berserakan di sepanjang rute. “Sampah-sampah itu kami kutip, dan dibawa turun. Di bawah nantinya ada petugas dari Dinas Pariwisata Kabupaten Karo yang telah siaga dengan truk sampah untuk kemudian membawanya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” katanya.

Ketua Kompas USU Dermawan Syahputra mengatakan, kegiatan tersebut akan dijadikan program rutin setiap tahunnya, bahkan kedepan direncanakan akan lebih ditingkatkan lagi dengan melibatkan relawan yang lebih banyak lagi, bukan hanya dari USU namun juga dari perguruan tinggi lainnya.

Dengan rutinnya kegiatan tersebut digelar, salah satu target yang hendak dicapai adalah semakin tingginya kesadaran para pendaki gunung untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama sampah-sampah berupa kaleng dan plastik. “Bukankah para pecinta alam memiliki semboyan jangan meninggalkan sesuatu di gunung selain jejak kaki. Kalau tidak bisa membersihkan, minimal jangan membuat kotor,” katanya. (Antara)

Advertisements
Categories: jalan-jalan
  1. Nurhani afriyanti Nst
    22/06/2012 at 11:42 am

    Kegiatannya positif banget.. 🙂

    Like

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: