Home > Infrastruktur > Sinabung “Meletus”, Tagana Turun Tangan

Sinabung “Meletus”, Tagana Turun Tangan

Simulasi bencana Sinabung (Harian Andalas)

Sebanyak 200-an warga diungsikan di SD Negeri Sigarang-garang, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo karena letusan Gunung Sinabung, kemarin.

Para warga korban letusan gunung tersebut diselamatkan tim Taruna Siaga Bencan (Tagana) yang bergabung dengan Prajurit TNI dari Yon Infantri 125/ Si’mbisa Brigade Infantri (Brigif) 7/ Rimba Raya.

Eitss, tunggu dulu, evakuasi korban letusan gunung berapi Sinabung itu, bukan kejadian sebenarnya, tapi terjadi dalam pelatihan dan simulasi Tagana. Penyelamatan ini terjadi saat demonstrasi dan lanjutan pelatihan terhadap para anggota Tagana yang baru dikukuhkan di Markas Yonif (Mayon) 125/ Simbisa.

Pelatihan tersebut sebagai lanjutan dari program yang sudah dijadwalkan sebelumnya dalam Uji Protap Penanggulangan Bencana Gunung Meletus Yonif 125/ Si’mbisa TA 2012, meliputi pelatihan teknis dan taktis dengan pasukan.

Sebanyak 200-an warga yang berperan sebagai korban letusan gunung, diselamatkan Tim Tagana  yang dipimpin langsung Danyon 125/ Si’mbisa Letkol Inf Sukirman Sulaeman SH. Selanjutnya para koordinator materi yang melatih memimpin masing-masing pletonnya.

Sertu M Hariadi sebagai pelatih untuk mendirikan tenda serbaguna memimpin puluhan anggotanya, Serka T Telambanua memimpin anggotanya menggelar dapur lapangan, Sertu Erwin Tarigan memimpin anggotanya untuk melakukan evakuasi korban/pengungsi, Letda Ckm P N Hutabarat memimpin anggotanya memberikan pertolongan pertama pada para korban, serta Sertu Rizki Wahyudi Putra membawa anggotanya mencari lokasi pengungsian.

Usai melaksanakan pelatihan materi penanggulangan bencana alam tersebut, selanjutnya dilaksanakan upacara penutupan di lapangan Danau Lau Kawar yang persis berada di kaki Gunung Sinabung yang sempat meletus dua tahun lalu, dipimpin Danyon 125/ Si’mbisa Letkol Inf Sukirman Sulaeman SH.

Dalam amanatnya, Danyon menyebutkan supaya para Tagana dapat melaksanakan sesuai dengan apa yang telah diterima dari pelatih masing-masing. Selain itu, Danyon juga berharap agar pelatihan tentang bencana alam supaya lebih ditingkatkan lagi ke yang lebih besar.

“Tanah Karo sangat berpotensi akan terjadinya bencana alam. Kapan saja dan dimana saja bisa terjadi. Sehingga, saya berharap kita dapat melakukan pelatihan tanggap darurat bencana dengan lebih besar lagi,” ujarnya.

Di samping itu, sebut Sulaeman, bahwa apa yang baru saja diterima para tagana dari pelatih masih sebahagian kecil yakni tentang penanggulangan tentang bencana alam akibat letusan gunung.

Sehingga, akan lebih besar lagi kalau pelatihan akan mengikutsertakan penanganan dan penanggulangan longsor, gempa bumi, banjir bandang dan bencana alam kebakaran hutan dan yang lainnya.

“Ini masih kita pelajari tentang pelatihan penanganan letusan gunung. Namun, dari kesemuanya materi yang telah dilatih para pelatih tidak jauh berbeda dengan penanganan bencana lainnya.

Mudah-mudahan Pemkab Karo memberikan perhatian, sehingga pelatihan penanggulangan bencana di Tanah Karo dapat berkesinambungan,” ujar perwira yang sudah dipromosikan menjadi Dandim Dumai itu. (Harian Andalas)

Advertisements
Categories: Infrastruktur
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: