Home > hukum > Buron Korupsi Tertangkap di Berastagi

Buron Korupsi Tertangkap di Berastagi

Ilustrasi korupsi (blogdetik.com)

Kejaksaan Agung bekerja sama dengan tim intelejen Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejatisu) menangkap terpidana kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Faisal A di Hotel Mickey Holiday, Berastagi, Kamis (21/6) dini hari.

Faisal diburon sejak Mahkamah Agung (MA) memvonisnya bersalah, pada 2010, dalam perkara pembobolan BNI sebesar Rp50 miliar. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Marcos Simaremare mengatakan, Faisal bebas setelah Pegadilan Tinggi menyatakanya tidak bersalah.

Akan tetapi, putusan Kasasi MA menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menghukum enam tahun penjara denda Rp250 juta subsider (3 bulan dan diwajibkan menganti kerugian negara sebesar Rp50 miliar. ”Sejak putusan itu, dia buron,” jelas Marcos.

Posisi kasus, sebutnya, pada 2001, Bank Pembangunan Daerah Bali menempatkan dana sebesar Rp195 miliar ke BNI Cabang Radio Dalam Jakarta Selatan. Kepala BNI Cabang BNI Radio Dalam Jakarta Selatan Agus Salim (disidang dan berkekuatan hukum tetap) memindahbukukan uang sebesar Rp50 miliar ke rekening Faisal Amsir dan sebesar Rp145 miliar ke rekening Dedy Suryawan (disidang dan berkekuatan hukum tetap).

Faisal mengetahui uang dialirkan dari rekenig BNI, bukan dari Agus Salim, sedangka Faisal sendiri tidak pernah mengajukan permohonan kredit ke BNI Cabang Radio Dalam Jaksel. Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp50 miliar.

Disampaikanya, setelah menerima informasi Faisal sering ke Medan dan Kota Langsa – Aceh, dilakukan pengintaian dan akhirnya ditangkap di kamar 135 Hotel Mickey Holiday, pukul 02.00 Wib, langsung diboyong ke Kejatisu. “Dia akan diberangkatkan ke Jakarta hari ini,” katanya.

Ketua Tim dari Kejatisu, Ronald H Bakara mengatakan, setelah mendapat informasi keberadaan target, bersama tim Elon Pasaribu dan Yosgernold Tarigan langsung berangkat ke Berastagi. Dan tim Kejaksaan Agung diketuai Jonny Manurung.

Setelah mengintai dan koordinasi dengan pihak hotel, tim bergerak cepat, menangkap Faisal saat bersama keluarga di salah satu kamar. “Dia sempat melawan saat ditangkap. Tapi, bisa diantisipasi dengan persuasif,” kata Ronald. (Harian Andalas)

Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: