Home > Pertanian > Bupati Karo Mulai Angkat Bicara Soal Lalat Buah

Bupati Karo Mulai Angkat Bicara Soal Lalat Buah

Lalat buah (dok @hilmifaiq)

Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti melakukan koordinasi penanggulangan hama lalat buah pada tanaman jeruk bersama masyarakat perwakilan 10 kecamatan di losd desa Dokan, Kecamatan Merek, Rabu (27/6).

Bupati Karo mengatakan, bila buah jeruk berjatuhan akibat serangan hama lalat buah, kiranya buah tersebut ditanam. Jangan biarkan membusuk begitu saja di atas tanah. Artinya, jangan biarkan buah itu bertaburan disembarang tempat karena buah busuk itu bisa merugikan petani itu sendiri, akibat telur hama akan berkembang biak dengan sendirinya di tempat tersebut.

Berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan selama ini, dinilai belum efektif akibat sulitnya mengubah mindset petani. Paradigma berpikir dalam pemberantasan hama lalat buah, perlu diubah. Selama ini masyarakat petani dianggap tidak mengindahkan saran petugas tehnik dalam pengendalian hama.

“Untuk itu, diminta kepada petani selalu berkoordinasi dengan dinas pertanian, tim ahli  dan perkebunan serta penyuluhan, supaya lalat buah dapat dibasmi secara kolektif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan stakeholders, ungkapnya.

Dikatakan, kalau ada  SKPD tidak merespon laporan masyarakat petani dalam pengendalian hama lalat buah, silakan hubungi saya melalui telepon, saya berupaya menindaklanjuti keluhan warga.”Untuk meningkatkan ekonomi berbasis pertanian, terlebih tanaman jeruk primadonanya petani Karo, harus bekerja sama antara pemerintah dan masyarakat, demi meningkatkan kualitas kehidupan petani,” ujar Bupati.

Sedangkan, Kadis Pertanian dan Perkebunan Agustoni Tarigan, SP menyebutkan, sentra produksi holtikultura di Indonesia terutama di Kabupaten Karo telah menjadi ikon Sumatera Utara, karena Kabupaten Karo merupakan sentra produksi jeruk ke III di Indonesia setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Luas pertanaman jeruk di Karo sesuai data yang di updating, 14.356 hektar menyebar di 17 kecamatan, tetapi 10 kecamatan sentra produksi jeruk Karo. Antara lain, Barusjahe, Dolatrayat, Tigapanah, Merek, Berastagi, Simpang Empat, Naman Teram, Merdeka dan Kabanjahe. Jeruk Karo pada akhir-akhir ini banyak mengalami penurunan kuantitas dan kualitas akibat dari beberapa fakor, salah satunya adalah  serangan hama lalat buah. (Harian Andalas)

Categories: Pertanian
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: