Archive

Archive for July, 2012

Jelang Lebaran, Jalan Kabanjahe-Kotacane Sudah Mulus

31/07/2012 1 comment

Jalan Kabanjahe- Kotacane (Andalas)

Jelang hadirnya masa mudik lebaran, Jalan Medan–Kotacane, khususnya yang berada di wilayah Karo terus dibenahi. Jalan utama yang mendapat sentuhan perbaikan itu terang terlihat mulai sekitar SPBU Desa Kacaribu hingga mendekati Simpang Lau Simomo, Kecamatan Kabanjahe.

Menurut Bupati Karo DR ( HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, jalan yang yang diperbaiki itu merupakan hasil koordinasi secara matang antara dirinya dengan Plt Gubernur Sumut, H Gatot Pudjo Nugroho ST selama ini. Kesamaan pandangan akan perlunya infrastruktur yang baik sebagai daya dukung utama sektor ekonomi membuat mereka, sebut Karo Jambi berjuang mengamankan datangnya proyek yang anggaranya dari APBN dan ditampung di APBDSU ke Kabupaten Karo.

“Bersama Plt Gubernur Sumut, kami terus kawal proyek yang kini dapat dinikmati masyarakat tersebut. Kerja sama ini tentu akan dipertahankan dengan rapi dan matang,”ujar Karo Jambi kepada sejumlah wartawan, Senin (30/7) di kantor Bupati Karo, usai meninjau Jalan Negara di sekitar Desa Kandibata.

Niatan orang nomor satu di Kabupaten Karo untuk terus menghadirkan proyek perbaikan jalan memang masih membutuhkan waktu yang panjang. Pasalnya, dengan masih banyaknya jalan yang rusak, harus ada pertimbangan yang mana yang lebih utama didahulukan.
Kalaupun jalan negara dan provinsi bukan wewenang Pemkab Karo, tapi tidak ada salahnya mendesak Pemprovsu maupun pihak-pihak terkait lainnya seperti Departemen Kementerian PU di Jakarta agar memperhatikan sejumlah ruas jalan nasional di Tanah Karo. “Kalau saya maunya hari ini semua jalan di Karo ini tidak ada lagi yang berlubang. Saya juga punya harapan agar dalam perbaikannya, daerah diberikan tanggung jawab penuh, termasuk dalam hal penggunaaan anggarannya, agar jalan yang rusak tidak berlarut-larut keadaannya,” tambah Karo Jambi.

Hadirnya perbaikan jalan dan pembangunan parit di sekitar Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe benar benar mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Di Desa yang banyak menjajakan lemang dan cimpa tuang itu, hampir rata warga memberikan penilaian yang bagus, karena baru Bupati Karo di zaman DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti ini perbaikan jalan di daerah mereka tidak hanya sebatas gagasan, melainkan telah nampak kenyataannya.

Apalagi, jika nantinya perbaikan itu mampu sampai ke tiap ujung daerah, misalnya sampai ke titik kota , tentu akan berdampak positif bagi mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat yang berada di sekitarnya.

Terkait masa menjelang hadirnya arus mudik kali ini, jalan yang mulus juga dapat mengurangi angka kemacetan dan angka kejahatan. Karena bukan rahasia lagi, jika tiap tahunnya di jalan yang rusak, para pelaku kejahatan memainkan perannya dengan merampok warga yang akan pulang kampung, ke NAD misalnya.

“Kami selaku supir bus umum merasa diperhatikan, karena beberapa tahun lalu saya harus mendapati seorang penumpang saya dirampok di jalan yang rusak ini, sedangkan saya diikat, kini dengan jalan yangt bagus mudah-mudahan mereka tidak lagi bermain,” terang Teger (45), supir antar kota antar dalam provinsi.

Satu tahun kemarin, katanya, jalan tersebut kondisinya sangat parah. Untuk melewati jalan di sekitar Desa Kandibata yang hanya sekitar dua kilometer bisa memakan waktu setengah jam. Namun sekarang yang paling parah di seputaran Desa Kineppen Kecamatan Munte atau sekitar 4 kilometer dari kota Kabanjahe.

“Kalau ruas jalan itu nanti sudah diperbaiki, waktu tempuh Kabanjahe – Tigabinanga yang selama ini dua jam lebih dengan jarak tempuh 27 kilometer, nantinya waktu tempuh hanya sekitar 1 jam,” ujarnya.(Andalas)

 

Categories: Infrastruktur

MUI Karo: Bika Ambon Berbahan Nira Haram

Silaturahmi pengurus MUI Karo (Andalas)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan lebih intensif mendorong masyarakat bekerja-sama dalam menyosialisaikan label halal. Hal itu disampaikan, Dr H Maratua Simajuntak dalam acara kunjungan ke MUI Kabupaten Karo di Mesjid Agung Kabanjahe, Sabtu malam (28/7).

Maratua juga mengingatkan daerah Kabupaten Karo khususnya Kota Berastagi sudah sangat mendesak yang namanya sertifikasi halal pada rumah makan maupun restoran yang tersebar di kota wisata itu. “Dengan cara mengimbau warga yang beragama Islam membeli barang yang ditera cap halal,” ujarnya.

Maratua juga menjelaskan dirinya sudah sering mendapat kabar wisatawan khususnya dari Malaysia dan negara Islam lainnya jarang mampir makan di Berastagi. Alasan mereka karena tidak ada satupun rumah makan maupun restoran yang memiliki sertifikat “Halal”.

“Kejadian seperti ini tentu sangat merugikan warga yang menekuni dunia kuliner dan juga menjatuhkan citra pariwisata di mata dunia,” ungkap Maratua.

Adapun Drs H Palit Muda Harahap dalam paparan produk halal menjelaskan produk Bika Ambon haram jika salah satu bahannya dari air nira. “MUI Sumatera utara hingga saat ini belum atau tidak pernah mengeluarkan Sertifikasi halal atas makanan berbahan baku air Nira,” jelas Palit.

Usai mensosialisasikan beberapa hal penting demi kepentingan umat itu ditutup dengan berbuka puasa bersama di kantor BKM Masjid Agung. Selanjutnya Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara, H Akmaluddin Syahputra, H Palit Muda Harahap, Prof H Hasan Bakti Nasution, H Bukhari Muslim Nasution, H Maratua Simajuntak dibagi menjadi tiga tim safari ramadan ke Masjid Istihrar Berastagi, Masjid Jalan Stadion Samura dan Masjid Agung Kabanjahe.(Andalas)

Categories: Sosial

Jalan Katepul di Kabanjahe Seperti Kubangan Kerbau

Kondisi Jalan Katepul (Andalas)

Kondisi Jalan Kesehatan Katepul, Kelurahan Gung Negeri, Kecamatan Kabanjahe, dikeluhkan warga. Selain badan jalan yang berlubang, genangan air hujan selalu menutup akses jalan tersebut.

Menurut Edi Purba warga Jalan Katepul, kondisi itu sudah lebih dari dua tahun. Tak hanya jalan yang berlubang tapi genangan air hujan selalu menutup akses jalan. “Saya kalau lewat harus hati-hati karena banyak jalan berlubang yang cukup parah dan digenangi air,” kata Edi, Senin (30/7).

Hal senada juga dikatakan Budi Sembiring, warga Jalan Kesehatan. Kondisi jalan di Kelurahan Gung Negeri, katanya, memang sangat memprihatinkan. “Setiap hujan datang, anak-anak arus berlumur lumpur dengan sepatu dijinjing karena hampir sepanjang jalan tersebut kondisinya bagaikan kubangan kerbau,” keluhnya.

Dikatakannya, sejak dibukanya jalan lingkar menuju Katepul itu belum pernah diaspal. Makanya, setiap musim hujan jalan menjadi berlumpur berwarna kekuning-kuningan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah tanggap dan tidak tebang pilih. “Kalau ada jalan yang rusak harusnya segera diperbaiki,” pintanya.(Andalas)

Categories: Infrastruktur

Polres Karo Tangguhkan Penahanan Anak Bawah Umur

Ilustrasi pencurian ((liputan-kota.com)

Niat RG (16), warga Kabanjahe melanjutkan sekolah tampaknya bakal terwujud setelah ditahan sekitar seminggu di balik jeruji besi sel Mapolres Tanah Karo. Pelajar kelas 1 SMK yang ditahan karena mencuri itu, akhirnya ditangguhkan penahannya, usai dijenguk Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, Senin (30/7).

Kedatangan Arist beserta sejumlah kru media cetak dan elektronik sempat mendapat halangan polisi yang bertugas. Namun ketegangan mereda setelah Kapolres Karo, AKPB Marcelino Sampouw datang dan berdialog dengan Ketua Komnas PA, terkait penahanan RG yang disatukan dengan tahanan dewasa lainnya.

Kapolres mengakui pihaknya menahan tersangka RG. Terkait penyatuan anak bawah umur tersebut dengan tahanan lainnya, sesuai paparan orang nomor satu di jajaran Polres Karo itu, dikarenakan minimnya fasilitas pendukung berupa sel tahanan khusus bagi anak di bawah umur yang tersangkut kasus pidana.

Marcelino juga membantah tudingan adanya pejabat di jajarannya yang meminta uang puluhan juta rupiah, kepada keluarga tersangka agar dapat ditangguhkan penahanannya. Arist menegaskan aparat polisi yang berada di daerah, termasuk Tanah Karo jangan sekali kali melakukan kesalahan, dalam penerapan hukum kepada anak anak.

Bila hal itu berlangsung, polisi yang merupakan dari salah satu elemen penegak aturan, ternyata tidak lebih dari bahagian panjang perusak UU itu sendiri. Seperti dalam kasus penahanan RG ini lanjut Arist, semestinya polisi berpikir panjang dan tidak gegabah.

Tersangka yang masih berusia 16 tahun tidak pada tempatnya ditahan secara bersama sama dengan tahanan lain di sel yang sama. Apalagi polisi tetap memaksakan kehendak dan kekuatannya menahan orang walaupun sang anak melalui keluarganya telah melakukan perdamaian dengan korban guna menguatkan permohonan penangguhan mereka.

“Mengapa mesti dipaksakan peahanannya. Mereka sudah berdamai, pelakunya anak-anak, dan masih banyak lagi pertimbangan yang lain, kita bicara tentang UU Perlindungan Anak, hargailah itu, dan ini merupakan contoh yang sangat ironis “ tegas Arist.

Dalam keterangan langsungnya di ruang Unit PPA Polres Tanah Karo, RG mengaku ditahan dengan para tahanan dewasa. RG mengaku ketakutan setiap hari bercampur dengan orang yang umurnya berada di atas dirinya.(Sumut Pos)

Categories: hukum

Komisi Perlindungan Anak Minta Akte di Karo Digratiskan

Akte kelahiran (anakbersinar.com)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) melayangkan surat kepada Bupati Karo terkait sulitnya penerbitan akte kelahiran di daerah ini.

Hal ini diungkapkan Sekjen Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kabupaten Karo, Torison Ginting didampingi kordinator aksi damai MPC PP, Makmur Jaya Sembiring SH dan Ketua Badan Pelaksana Kaderisasi Iswadi Purba saat ditemui wartawan kemarin di Berastagi. Menurut Torison, aksi damai yang dilakukan massa PP mendapat dukungan dari KPAI dengan melayangkan surat kepada Pemkab Karo.

KPAID meminta Pemkab Karo secepatnya merespons aspirasi PP itu. Karena tuntutan PP terkait penerbitan akte kelahiran tersebut berkaitan penting dengan berbagai keperluan masyarakat di Kabupaten Karo, terutama sebagai salah satu persyaratan bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikannya.

Dalam surat KPAID tertanggal 24 Juli 2012 yang juga ditembuskan kepada MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Tanah Karo dengan No :B.4/060/KPAID-SU/VII/2012 mengatakan, penerapan pasal 23 ayat (2) UU NO.23/2002 tentang administrasi kependudukan yang menyebutkan, pencatatan kelahiran yang melampaui batas satu tahun sebagaimana dimaksud pada pasal satu dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan. Namun dalam penerapannya pasal ini sangat memberatkan masyarakat dan orangtua yang akan mengurus akta kelahiran anaknya, baik dari jarak, waktu maupun biaya yang dikeluarkan.

Seiring dengan peringatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli 2012, KPAID Sumatera Utara meminta kepada Bupati Karo untuk menggeratiskan pelayanan akta kelahiran tanpa batas waktu sebagaimana amanah Pasal 28 UU NO.23/2012 tentang perlindungan anak.

Bupati Karo, Kena Ukur Karo Surbakti di hadapan massa PP berjanji untuk tahun ini akan secepatnya melakukan koordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri Kabanjahe untuk menggelar sidang terbuka di setiap kecamatan-kecamatan yang di kordinir langsung oleh camat masing-masing. Dilaksanakan hal ini akan menggurangi biaya penggurusan akta kelahiran.(Sumut Pos)

Categories: Sosial

Parkir Pusat Pasar Kabanjahe Mulai Ditata

Kadishub Karo Jamin Ginting (Orbit)

Titik parkir di pusat pasar Kabanjahe tepatnya di Jalan Bangsi Sembiring mulai ditata oleh Dinas Perhubungan Karo untuk mengurai kemacetan. Semula titik parkir disediakan di lajur kiri namun belakangan dipindah ke lajur kanan.

Kepala Dinas Perhubungan karo Drs Jamin Ginting yang dikonfirmasi di halaman kantor Camat Kabanjahe baru-baru ini menyampaikan, pemindahan lajur parkir adalah hasil dari Surat Edaran Bupati Karo menindaklanjuti harapan warga masyarakat yang berdomisili di Kota Kabanjahe melalui para wakil rakyat anggota DPRD Karo. Hal itu diputuskan pada sidang paripurna bersama pihak eksekutif, pihak penegak hukum dan aparat negara pada kesempatan pengesahan Perda Tentang APBD Karo TA 2012 lalu.

“Dengan adanya perubahan ini, kiranya masyarakat Karo lebih leluasa saat melintasi jalan tersebut. Selain itu kami akan berusaha memberikan yang terbaik demi kelancaran lalu lintas khususnya di seputaran kota Kabanjahe,” ujarnya.

H. Sinulingga, P. Perangin-angin dan beberapa supir angkutan kota yang diwawancarai menyampaikan, pemindahan lajur parkir ini merupakan jalan keluar yang sangat baik untuk para supir. “Kami sudah jarang terkena macet, para penarik becak dan penumpang pun lebih merasa nyaman,” Ujar H. Sinulingga.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komunitas KomPaK Pers Karo, Bernard Pangaribuan di tempat terpisah. Menurutnya pemindahan lokasi parkir di badan Jalan Kapten Bangsi Sembiring sekitar Pusat Pasar Kabanjahe sangat tepat untuk mengurai kemacetan dan kesemrawutan arus lalul intas.(Orbit)

Categories: Infrastruktur

Internet Trouble, 131 Proyek Dinas PU Karo Batal Dilelang

Logo Pemkab Karo (karokab.go.id)

Penitia pengadaan barang dan jasa Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karo tahun anggaran 2012 membatalkan 131 paket lelang infrastruktur di Tanah Karo.

Dalam surat bernomor 160/PAN-PUD/KARO 2012 yang diunduh ke web resmi Pemkab Karo http://www.karokab.go.id itu disebutkan pembatalan terjadi karena ada gangguan teknis akses melalui internet ke website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) http://www.lpse.sumutprov.go.id. Gangguan teknis ini berlangsung dari 25 Juli hingga 27 Juli lalu.

“Dengan ini diumumkan pelelangan paket pekerjaan pada Dinas PU dibatalkan,” tulis panitia seperti dilansir dari http://www.karokab.go.id.

Hingga saat ini panita belum memutuskan kapan paket-paket pekerjaan tersebut akan dimulai kembali.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan PDE Kabupaten Karo Robert Perangin-angin membenarkan adanya gangguan akses internet tersebut. Menurutnya, akses internet publik ke LPSE Sumut baru bisa berjalan stabil pada Jumat (27/7).

“Kepada seluruh panitia pengadaaan diharapkan memeriksa kesesuaian jadwal pelaksaaan di web LPSE dengan rencana perubahan terakhir,” ungkapnya.

Proyek pengadaan barang/jasa di lingkungan Dinas PU karo setidaknya meliputi 131 jenis pekerjaan yang besarannya ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Sebagian besar lelang pekerjaan yang dibatalkan tersebut adalah pembangunan dan rehabilitasi jalan serta saluran irigasi.

Item pelelangan yang besarannya di atas Rp1 miliar antara lain adalah peningkatan jalan Mabalmbal Petarum-Perbulan seharga Rp2,1 miliar, jalan Lau Solu Batu Rongkam Rp2,5 miliar, pemeliharaan periodik jalan Simpang Munte Rp4,7 miliar dan rehabilitas pipa transmisi-distribusi air minum Kabanjahe seharga Rp2,6 miliar.(Karo News)

Categories: Infrastruktur