Home > hukum > Pungli Merajalela di Gundaling

Pungli Merajalela di Gundaling

Panorama Gundaling (detik.com)

Sejumlah pengunjung objek wisata Bukit Gundaling Brastagi terutama bagi yang menggunakan mobil, kecewa karena setiap mobil dikutip Rp2.000 oleh oknum yang memakai kaos bertuliskan Dishub di lengan bajunya.

Salah seorang pengunjung yang mengaku marga Aritonang (40), warga Belawan, kepada wartawan, Minggu (1/7) mengungkapkan ia terkena pungli setelah puas menikmati indahnya panorama alam dari puncak Gundaling. Dia bersama rombongan berjumlah 12 orang yang terdiri 8 orang dewasa dan 4 anak- anak mengendarai mobil bergerak menuruni bukit Gundaling ingin pulang ke Belawan.

Baru dalam hitungan menit menyusuri bukit yang padat pengunjung itu, Aritonang mengaku distop seorang berpakaian kaos bertuliskan Dishub di lengan bajunya. Petugas itu meminta uang parkir. Ketika ditanya Aritonang berapa, dikatakan petugas itu Rp 5.000. Aritonang membayarnya dan petugas itupun menyerahkan selembar kertas tanda pembayaran retribusi khusus parkir di lokasi objek wisata.

“Sambil meneruskan perjalanan saya lihat isi kertas yang diberikan petugas tadi. Alangkah terkejutnya saya, karena dalam kertas bertuliskan Pemkab Karo Dinas Perhubungan restribusi tempat parkir itu tertera Rp3.000 untuk taksi, mobil penumpang umum, sedan/pick up. Ternyata oknum itu meminta Rp5.000. Pengutipan yang Rp2.000 ini nilainya memang tak seberapa, tapi kan jelas-jelas pungutan liar (pungli), yang sudah pasti masuk ke kantong pribadi oknum, karena di luar yang resmi yakni Rp3.000. Padahal, oknum itu dalam melakukan tugasnya pasti sudah diberi upah atau gaji,” katanya.

Selain menyoroti pengutipan yang melebihi ketentuan itu, Aritonang juga mengeluhkan minimnya tempat parkir di puncak Gundaling.”Begitu sampai di seputaran puncak Gundaling, laju kendaraan mau tidak mau harus diperlambat kalau tidak mau terjadi kecelakaan, karena separuh badan jalan sudah penuh sesak dijejali mobil-mobil yang menjadikan badan jalan menjadi tempat parkir.

“Saya lihat lapangan parkir yang disediakan ternyata tidak mampu menampung 1/5 dari seluruh kendaraan yang memadati puncak Gundaling. Jadi Pemkab Karo harus menambah lapangan parkir lainnya untuk menghindari kemacetan dan untuk terciptanya kenyamanan berlalu lintas di Bukit Gundaling,” kata Aritonang.

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Karo Dinasti Sitepu S.Sos yang dikonfirmasi, Senin (2/7) membenarkan dan malah mengatakan dia mendapat informasi ada pengunjung yang dimintai uang parkir sebesar Rp10.000. Namun dia mengaku tidak dapat berbuat apa-apa, karena yang melakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karo.

Kepala Dinas Perhubungan Karo Drs Jamin Ginting ketika dihubungi melalui pesan singkatnya menjawab, setiap anggota atau pegawai yang ditugaskan melakukan pengutipan semuanya dilengkapi dengan kartu identitas dan hanya dibolehkan mengutip sesuai dengan yang tertera di karcis yang tersedia.

“Apabila para petugas meminta melebihi ketentuan laporkan saja ke polisi,” ujarnya.(Analisa)

Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: