Home > Politik > Ramlan Surbakti Kuliahi Pejabat Karo

Ramlan Surbakti Kuliahi Pejabat Karo

Ramlan Surbakti (pelitaonline.com)

Baik pemerintahan presidensial maupun pemerintahan daerah belum efektif untuk membuat dan mewujudkan kehendak rakyat. Pemerintahan presidensial dan pemerintahan daerah yang kurang efektif tidak hanya karena faktor kepemimpinan, tetapi terutama karena kepala pemerintahan tidak mendapatkan dukungan solid dari DPR/DPRD.

Dukungan solid tidak diperoleh tidak hanya karena terlalu banyak partai di DPR dan DPRD, tetapi juga karena pemerintahan sudah “terbelah” yakni kepala pemerintahan dipegang partai A, tetapi DPR/D dipegang partai A, B, C, D, dan sebagainya.

Demikian disampaikan mantan Ketua KPU Pusat periode 2002-2007 Prof Ramlan Surbakti MA PhD dalam ceramah umumnya di aula Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Kamis (5/7) sore. Ceramah yang mengusung tema “Pemilu dan Efektivitas Pemerintah Daerah itu” mendapat perhatian dari Bupati Karo Dr (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, Wakil Bupati Terkelin Berahmana, SH, Sekdakab Ir Makmur Ginting Msi beserta seluruh unsur pimpinan SKPD, para asisten, dan staf ahli Bupati Karo.

Dikatakannya, banyaknya partai di DPRD, ternyata belum menghasilkan pemerintahan yang baik dan efektif. Solusinya, mengurangi jumlah partai bukan dengan parliamentary threshold (PT), tapi mengurangi jumlah kursi yang diperebutkan di setiap daerah pemilihan sehingga Pemilu akan menjadi sangat kompetitif.

“Hanya dengan Pemilu yang kompetitif-lah partai “dipaksa” mendengarkan suara rakyat,” papar Ramlan Surbakti yang mengaku namanya diambil dari nama besar mantan pemain PSMS Medan, Ramlan Yatim.

Menurut Ramlan Surbakti, selagi kompetisi kepemimpinan dilakukan dengan cara politik uang, bukan didasarkan program yang inofatif dan kedekatan dengan masyarakat, serta kepedulian terhadap masyarakat, sulit terwujud demokrasi yang menyejahterakan rakyat.

Lebih jauh diuraikan pria kelahiran Desa Tanjung Morawa, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo ini, di sisi lain pemerintahan yang efektif kata kuncinya di birokrasi, mulai dari pengadaan-pengadaan proyek pemerintah sampai implementasi di lapangan.

“Kita akui, betapa sulitnya mengimplementasikan sebuah kebijakan di lapangan. Satu hal lagi yang paling sulit di birokrasi namun kedengarannya sangat sederhana, yakni soal koordinasi. Sebaik apapun kepala daerah-nya, kalau implementasi belum terurai dengan baik ataupun belum dipahami oleh birokrasi, maka kebijakan-kebijakan kepala daerah tersebut sulit terwujud seperti yang dikehendaki oleh rakyat,” tegas tim ahli Mendagri RI ini.

Sementara itu Staf Ahli Bupati Karo Drs Bengkel Ginting MSi, dalam sesi tanya jawab mengatakan, ditinjau dari aspek sistem politik, UU Pemilu gagal meletakkan fondasi pembangunan politik demokratis.

Karena itu, bila sistem presidensial masih ingin dianut, dipertahankan, dan bahkan diperkuat, penyederhanaan sistem kepartaian di tingkat nasional mutlak perlu dilakukan. Idealnya, wakil di DPR hanya sekitar 5-8 partai. Demikian juga di daerah.

“Bagaimanapun, bangsa ini, terutama publik, sudah terlalu lelah dan muak dengan perilaku politisi yang lebih mementingkan diri dan kelompok ketimbang memperjuangkan aspirasi rakyat. Sistem penyelenggaraan pemilu harus diikuti dengan penegakan hukum yang tegas dan jelas sehingga mampu berjalan baik. Penegakan hukum dalam UU Pemilu yang telah disahkan DPR masih tumpang tindih dan banyak kelemahannya. Mekanisme penyelesaian permasalahan hukum pemilu, multitafsir,” ungkap Bengkel Ginting.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Karo juga menyesalkan sistem perpolitikan di tingkat lokal dalam pengesahan anggaran yang sangat menyita waktu, tenaga, dan pikiran sehingga banyak program pemerintah terkendala. (Andalas)

 

Advertisements
Categories: Politik
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: