Home > Pariwisata > Pungli di Gundaling Belum Teratasi

Pungli di Gundaling Belum Teratasi

Gundaling (sinabungjaya.com)

Dinas Perhubungan Kabupaten Karo, melalui petugas parkirnya di daerah objek wisata Bukit Gundaling, Berastagi, mulai disoal wisatawan. Bukan cuma wisatawan yang keberatan dan mempersoalkan pengutipan di luar ketentuan Peraturan Daerah (Perda) No.05/2012 tersebut, para pelaku wisata di seputaran Gundaling juga gerah atas tindak tanduk juru kutip parkir Dishub Pemkab Karo.

“Tadi kami dikutip Rp5.000, padahal di karcis tertera Rp3.000, yang menjadi pertanyaan kenapa pengutipan tidak sesuai dengan aturan, kalau memang Perda Karo sebagai acuannya? Kalau begini kan identik dengan gaya preman, memaksa pengutipan melebihi dari peraturan yang ada? Jangan lihat kecilnya selisih pengutipan tersebut, tapi coba kalikan dengan ribuan kendaraan yang berkunjung ke objek wisata ini, apa itu bukan pungli namanya,” ujar salah seorang wisatawan dari Medan, Lindan (46), kemarin.

Ungkapan Lindan yang mengaku kecewa tak jauh dari kenyataan. Pengunjung yang datang dengan kendaraan dan telah membayar retribusi parkir bukannya mendapatkan pelayanan yang semestinya merupakan hak mereka. Mirisnya di sepanjang areal parkir puncak dan sisi jalan Gundaling, tidak satupun terlihat petugas pengatur parkir.

“Ini kan aneh, di mana-mana namanya membayar parkir itu setelah kita selesai menggunakan jasa parkir, tapi di sini agak aneh, bayar dulu baru parkir. Apakah di sini ada namanya parkir lingkungan semacam di areal pusat perbelanjaan kota kota besar,” tanya Desy (39), pengunjung lain yang mengaku datang dari Binjai.

Tak pelak, para pedagang, gabungan penunggang joki kuda tunggang, kereta sado maupun pengusaha aksesoris  di sana pun angkat bicara. Mereka menyarankan kepada pemerintah daerah untuk mengalihkan pengutipan parkir ke dinas pariwisata, bersamaan dengan retribusi masuk ke Gundaling maupun objek wisata lainnya.

Karena hal ini dipandang lebih efektif dan efesien, serta mengurangi banyaknya pos pengutipan. Di luar itu, yang paling penting, bila petugas pengutip parkir dari dinas Pariwisata, tentu lebih tahu menghargai tamu.

“Kalau masih seperti yang sekarang ini petugas parkir kita, bisa-bisa tamu pun malas datang, ini kan daerah wisata, harusnya melayani dengan senyum, mengutip parkir sesuai aturan, pokoknya harus lebih baiklah,” pungkas warga geram.

Lebih jauh diutarakan warga, padahal baru Rabu (4/7) kemarin, para pelaku wisata menggelar unjuk rasa dadakan di Simpang Tiga Puncak Mess Pempropsu, Puncak Bukit Gundaling. Aksi itu dipicu “ulah” petugas parkir dari Dinas Perhubungan Kabupaten Karo yang dengan sengaja menaikkan tarif parkir secara sepihak jauh diatas retribusi resmi yang berakibat wisatawan merasa terganggu.

Beruntung, beberapa petugas Polsekta Berastagi dan Polsek Simpang Empat saat itu cepat tanggap, karena bila tidak, bukan mustahil para pelaku usaha wisata di Gundaling yang telah merasa gerah emosinya jadi tak terkendali. Langkah polisi memberikan ketenangan nyatanya ampuh. “Namun demikian, parahnya lagi ulah oknum petugas Dishub Karo kembali berulang hari ini,” ungkapnya kecewa.

Pasalnya, warga yang setiap hari mencari sesuap nasi di puncak Gundaling yang menjadi landmark kota wisata Berastagi itu, sudah tak tahan lagi melihat oknum petugas Dishub Karo berinisial ABP, yang menurut mereka telah bertindak diluar batas. Apalagi ketika ditanya, ABP malah terkesan menantang masyarakat untuk membuktikan keluhan mereka.(Andalas)

Advertisements
Categories: Pariwisata
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: