Home > Sosial > Keluhkan Pungli Truk Dolomit, Massa Mengadu ke DPRD Karo

Keluhkan Pungli Truk Dolomit, Massa Mengadu ke DPRD Karo

Ketua DPRD Karo Effendy Sinukaban (facebook)

Ratusan orang dari berbagai elemen menggelar aksi di DPRD dan Kantor Bupati Karo, Rabu (25/7). Kedatangan demonstran yang mengusung sejumlah poster berisi kecaman itu meminta pengutipan liar (pungli) terhadap angkutan dolomit di Desa Payung ditertibkan, karena belum diatur di dalam Perda.

Massa yang datang dengan mengendarai truk pengangkut dolomit di halaman gedung dewan itu, disambut Ketua DPRD Karo Efendy Sinukaban SE, Wakil Ketua Ferianta Purba SE, Onasis Sitepu ST, ketua komisi A Frans Dante Ginting, Ketua komisi B Edi Elina Ginting, Sentosa Sinulingga, Rendra Gaul Ginting dan sejumlah anggota dewan lainnya.

Di hadapan para anggota dewan demonstran menagih janji-janji anggota DPRD Karo untuk menindaklanjuti laporannya sebelumnya, tentang permasalahan-permasalahan penambangan dolomit di kecamatan Kuta Buluh dan Tiga Nderket yang sampai saat ini belum memiliki Perda. Termasuk Surat Ijin Pertambangan Daerah (SIPD) batu dolomit di dua kecamatan itu yang keseluruhannya berakhir pada Juli ini. Begitu juga pengutipan uang sebesar Rp150 ribu, kepada setiap sopir truk pengangkutan dolomit yang melintasi posko pengawas dolomit di Desa Payung.

Menyikapi tuntutan pengunjuk rasa, Ketua DPRD Karo Efendy Sinukaban SE mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan para pengunjuk rasa yang sebelumnya juga sudah pernah di sampaikan melalui aksi demonya maupun secara tertulis yang di lanjutkan dengan rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota DPRD Karo. Untuk itu dalam waktu dekat dewan akan mengundang Pemkab Karo untuk membahas hal tersebut.

Sementara di Kantor Bupati Karo, pendemo disambut Asisten I Pemerintahan Terkelin Purba, Plt Kadis Tamben Robert Perangin angin dan para staf ahli Pemkab Karo. Sementara Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti tidak tampak hadir, menurut Terkelin bupati sedang keluar kantor dalam ragka kedinasan.

Dalam pertemuan kemarin belum ditemukan titik temu antara kedua belah pihak. Tidak puas dengan jawaban yang diberikan pemerintah, rombongan demonstran, beranjak dan membuat pengaduan ke Mapolres Tanah karo, untuk mengadukan Tuah Pandia Cs, yang dituding kerap melakukan pungutan liar terhadap truk dolomit.(Sumut Pos)

Advertisements
Categories: Sosial
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: