Home > hukum > Polres Karo Tangguhkan Penahanan Anak Bawah Umur

Polres Karo Tangguhkan Penahanan Anak Bawah Umur

Ilustrasi pencurian ((liputan-kota.com)

Niat RG (16), warga Kabanjahe melanjutkan sekolah tampaknya bakal terwujud setelah ditahan sekitar seminggu di balik jeruji besi sel Mapolres Tanah Karo. Pelajar kelas 1 SMK yang ditahan karena mencuri itu, akhirnya ditangguhkan penahannya, usai dijenguk Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, Senin (30/7).

Kedatangan Arist beserta sejumlah kru media cetak dan elektronik sempat mendapat halangan polisi yang bertugas. Namun ketegangan mereda setelah Kapolres Karo, AKPB Marcelino Sampouw datang dan berdialog dengan Ketua Komnas PA, terkait penahanan RG yang disatukan dengan tahanan dewasa lainnya.

Kapolres mengakui pihaknya menahan tersangka RG. Terkait penyatuan anak bawah umur tersebut dengan tahanan lainnya, sesuai paparan orang nomor satu di jajaran Polres Karo itu, dikarenakan minimnya fasilitas pendukung berupa sel tahanan khusus bagi anak di bawah umur yang tersangkut kasus pidana.

Marcelino juga membantah tudingan adanya pejabat di jajarannya yang meminta uang puluhan juta rupiah, kepada keluarga tersangka agar dapat ditangguhkan penahanannya. Arist menegaskan aparat polisi yang berada di daerah, termasuk Tanah Karo jangan sekali kali melakukan kesalahan, dalam penerapan hukum kepada anak anak.

Bila hal itu berlangsung, polisi yang merupakan dari salah satu elemen penegak aturan, ternyata tidak lebih dari bahagian panjang perusak UU itu sendiri. Seperti dalam kasus penahanan RG ini lanjut Arist, semestinya polisi berpikir panjang dan tidak gegabah.

Tersangka yang masih berusia 16 tahun tidak pada tempatnya ditahan secara bersama sama dengan tahanan lain di sel yang sama. Apalagi polisi tetap memaksakan kehendak dan kekuatannya menahan orang walaupun sang anak melalui keluarganya telah melakukan perdamaian dengan korban guna menguatkan permohonan penangguhan mereka.

“Mengapa mesti dipaksakan peahanannya. Mereka sudah berdamai, pelakunya anak-anak, dan masih banyak lagi pertimbangan yang lain, kita bicara tentang UU Perlindungan Anak, hargailah itu, dan ini merupakan contoh yang sangat ironis “ tegas Arist.

Dalam keterangan langsungnya di ruang Unit PPA Polres Tanah Karo, RG mengaku ditahan dengan para tahanan dewasa. RG mengaku ketakutan setiap hari bercampur dengan orang yang umurnya berada di atas dirinya.(Sumut Pos)

Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: