Archive

Archive for August, 2012

Penganiaya Kontributor TVOne Menyerahkan Diri

Kontributor TVOne Irvan saat dirawat di RSU Kabanjahe (Analisa)

Seorang lagi tersangka penganiaya Reporter TV One, Irvan (35) di Jalan Kapten Pala Bagun, Simpang Zentrum Kabanjahe, menyerahkan diri kepada penyidik Reskrim Polres Tanah Karo, Kamis (30/8) dini hari.

“Tersangka yang menyerahkan diri berinitial ET (33) warga Kabanjahe. Dia datang ke Polres Tanah Karo bersama orangtuanya, Kamis (30/8) sekira pukul 02.00 WIB,” kata Kapolres Tanah Karo AKBP Marcelino Sampouw kepada wartawan, Kamis (30/8) siang.

Sebelum tersangka ET, polisi juga telah menangkap tersangka SS (16). Jadi sudah 2 tersangka yang kita amankan dan ditahan. “Untuk jumlah pasti berapa orang pelaku, belum bisa dipastikan karena kasus ini masih terus didalami,” tambah Marcelino.

Disinggung motif kasus penganiayaan tersebut, Marcelino menduga salah seorang dari tersangka ada dendam pribadi terhadap korban. “Soal motif nanti akan dijelaskan secara utuh dan konkret, apabila kesemua pelaku telah diringkus. Tersangka akan kita kenakan pasal 351 dan 365,” pungkasnya.(Andalas)

Categories: hukum

Tentukan Hari Jadi, Pemkab Karo Minta Masukan Warga

30/08/2012 1 comment

Logo Pemkab Karo (karokab.go.id)

Pemkab Karo berencana untuk menentukan Hari jadi kabupaten Karo dalam waktu dekat ini. Ide ini tercetus setelah adanya seminar “Sejarah Perkembangan Kabupaten Karo” pada 27 November 2007 yang diselenggarakan Bagian Humas Setdakab Karo.

Seminar tersebut diikuti kalangan veteran, akademisi, tokoh masyarakat, pemuda/mahasiswa, pemerhati sejarah/guru sejarah Tanah Karo yang mengupas peristiwa sejak zaman penjajahan Belanda hingga era reformasi sosial di Tanah Karo.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan PDE Kabupaten Karo Robert Perangin-angin
mengatakan dari seminar tersebut mencuat dua opsi sebagai alternatif. Opsi pertama, 15 Juni 1945 yakni masa penjajahan Jepang dimana Ngerajai Meliala diangkat sebagai Kepala Pemerintahan Karo dari kalangan Sibayak. Opsi kedua, 13 Maret 1946, yakni sidang Komite Nasional Indonesia Tanah Karo dengan Rakutta Sembiring menjadi Bupati Karo Pertama.

“Berdasarkan hal tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika dan PDE Kabupaten Karo mengundang setiap anggota masyarakat di Kabupaten Karo untuk memberikan saran dan pendapatnya terkait Penetapan Hari Jadi Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Karo sehingga dapat diketahui kapan sebenarnya hari jadi Pemkab Karo yang akan memberikan warna untuk pembangunan Kabupaten Karo di masa yang akan datang,” ujarnya seperti dilansir Karo News dari karokab.go.id, Kamis (30/8).

Menurutnya, nformasi terkait penetapan hari jadi Pemkab Karo dapat dikirimkan ke Bidang Komunikasi dan Publikasi Dinas Infokom dan PDE Kabupaten Karo di Lt. III Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting No. 17 Kabanjahe 22112  atau di http://www.karokab.go.id atau kirim sms ke 083191595180.(Karo News)

Categories: Pemerintahan

Penganiaya Kontributor TVone Terendus Lewat Facebook

Irvan sudah bisa duduk (Sora Sirulo)

Selain memburu para pelaku penganiayaan terhadap Irvan, wartawan TV One Tanah Karo yang terjadi Selasa (28/8) pukul 16.30 kemarin, Polisi juga telah mengantongi nama otak pembacokan bersama pelaku lainnya, sehingga kasus penganiayaan itu mendapatkan titik terang.

Polisi juga berhasil menemukan mobil yang dipakai para pelaku. Kapolres Tanah Karo AKBP Marcelino Sampaw mengatakan, pihaknya sudah berhasil menemukan mobil yang dipakai pelaku, bersama mobil korban. “Mobil pelaku dan mobil korban sudah kami amankan,” ujarnya, Rabu (29/8) petang.

Marcelino juga mengaku bahwa mereka sudah mengantongi sejumlah nama pelaku penganiayaan Irvan. Meski belum berhasil menangkap pelakunya. “Pelaku diperkirakan tiga sampai 5 orang. Namun yang melakukan pengeroyokan berkisar 10 sampai 15 orang. Otak pelakunya juga sudah kami kantongi namanya,” bebernya.

Kapolres juga sudah mengamankan seorang pria berinisial E (Edi), yang diduga kuat menyembunyikan mobil korban. “Sudah dapat satu orang, diduga pelaku yang menyembunyikan mobil korban, atas nama Edi (28). Dia menyembunyikan barang bukti mobil milik korban,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres, saat ini mereka sudah memeriksa beberapa orang saksi. “Pemilik mobil yang dipakai pelaku sudah kami periksa. Dari hasil keterangan, mobil itu disewakannya kepada seorang pria berinisial KT,” bebernya.

Polres Karo saat ini masih memburu pelaku utama yang namanya sudah diketahui. “Pelaku utama sudah kami kantongi namanya. Ini masih dirembukkan dulu apa hari ini digerebek atau menunggu waktu yang pas. Intinya kami masih mematangkan strategi,” sebutnya.

Titik terang untuk menangkap pelaku pembacokan juga semakin terbuka. Polres Karo sudah mendapatkan sejumlah barang bukti, seperti kaos yang dipakai si pelaku dan sejumlah kartu nama. “Kaos yang kami temukan, sama dengan kaos yang dipakai pelaku. Itu dari hasil penelusuran kami dari situs jejaring sosial Facebook,” tukasnya.

Sambung Marcelino, dalam penelusuruan yang mereka lakukan di situs jejaring sosial, pelaku berpose dengan orang penting di Tanah Karo. Saat ini pihaknya akan menelusuri temuan dan barang bukti itu. “Kami harus punya bukti yang kuat untuk mengarah ke sana.(Sumut Pos)

Categories: hukum

Jatuh dari Atap Angdes, Kornelius Torong Tewas

Ilustrasi penumpang di atas angkutan (otomotifnet.com)

Kornelius Prayitno Mahendra Torong (14), pelajar kelas II SMP Negeri Simpang Empat, warga Desa Torong, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo tewas, setelah jatuh dari atap mobil angkutan umum Rio yang ditumpanginya, Selasa (28/8).

Korban saat itu ingin cepat sampai di rumah dan menumpang angkot yang sarat muatan penumpang, hingga dia naik di atas kap mobil angkutan itu. Tiba di jalan menuju Desa Torong, salah satu tikungan yang tak jauh dari pabrik dolomit korban jatuh dari atap mobil dan dari arah depan muncul mobil Cold Diesel dengan sarat muatan kol langsung menyambarnya, hingga korban terwas.

Menurut informasi, mobil angkutan umum yang sarat penumpang meninggalkan korban dan begitu juga mobil Cold Diesel itu. Warga yang melintas melihat keadaan korban yang terbujur di pinggir jalan memberitahukan kepada warga desa setempat.

Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe untuk divisum dan keluarga korban berdatangan ke rumah sakit untuk melihat korban. Seusai divisum di rumah sakit, jenazah korban dibawa keluarganya ke Desa Torong untuk diadati dan dikebumikan secara adat Karo. (Analisa)

Categories: hukum

Longsor di Rumah Kabanjahe Bahayakan Pengguna Jalan

Jalan Longsor di Rumah Kabanjahe (Andalas)

Ruas Jalan Kabanjahe–Simpang Empat Kabupaten Karo, yang berada di Desa Rumah Kabanjahe yang longsor beberapa waktu lalu masih cukup rawan bagi pengguna jalan.

Pasalnya upaya penimbunan pada sisi badan jalan yang mengalami longsor tidak maksimal. Penimbunan itu tetap berpotensi kembali mengalami longsor dan mengancam para pengguna jalan.

Budi Sembiring (24), salah seorang pengendara sepeda motor, Rabu (29/8) sekitar pukul 15.30 WIB, menyesalkan upaya penimbunan longsoran yang sudah dilakukan pihak terkait. Upaya penimbunan sisi badan jalan yang sempat mengalami longsor itu tidak maksimal.

Menurutnya, jalan itu tetap rawan untuk kembali longsor bila terus mendapat tekanan beban kendaraan yang melintas atau saat diguyur oleh hujan deras. Kalau melihat penimbunan yang dilakukan, kata Sembiring, badan jalan tetap rawan akan ambruk. “Pasalnya, penimbunan di sisi jalan tidak dipasang batu-batu besar serta kawat penyangga,” ujarnya.

Sembiring dan para pengguna jalan lainnya berharap pemerintah dapat melakukan perbaikan secara maksimal. “Jangan sampai nanti ada kasus kecelakaan yang menelan korban jiwa, baru dilakukan perbaikan secara maksimal,” ujarnya.

Categories: Infrastruktur

Pekerja Bangunan di Sukanalu Tewas Tertimpa Batu

Ilustrasi kecelakaan kerja (anneahira.com)

Seorang pekerja bangunan tewas tertimpa runtuhan batu di tempatnya bekerja di Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Rabu (29/8) sekira pukul 10.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat korban, Rudi Gurusinga (25) warga Desa Tigapanah, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo hendak membuka pranca bangunan rumah yang sedang ia kerjakan.

Warga dan teman satu kerjaannya yang bermaksud menolong korban tak dapat berbuat banyak. Meraka tak mampu mengangkat runtuhan batu hingga korban tewas di tempat kejadian perkara.

“Korban saat itu membuka pranca bangunan. Namun entah bagaimana, pada saat pranca dibuka, tiba-tiba terjadi tembok batu runtuh dan menimpai korban. Peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polsek Barusjahe,” ujar S Barus.

Petugas Polsek Barusjahe begitu menerima laporan kejadian dari masyarakat langsung terjun kelokasi kejadian untuk olah TKP. Dan untuk dilakukan visum, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) di Kabanjahe.

Petugas medis RSUD Kabanjahe mengatakan, korban mengalami luka telinga dan hidung, lecet pada punggung, bahu dan dada akibat kena benturan reruntuhan batu.

Kapolsek Barusjahe AKP I Sembiring melalui Kanit Reskrim Aiptu P Simamora saat ditemui wartawan, Rabu (29/8)  di halaman RSUD Kabanjahe membenarkan kejadian itu. “Kini persoalannya telah kami tangani, terkait penyebab kejadian tersebut sedang diselidiki,” tukas Simamora.(Andalas)

Categories: hukum

Anggota Satpol Karo Ditahan, Pejabat Saling Lempar Tanggung Jawab

Ilustrasi penahanan (rawjustice-com)

Dinas Pertambangan Energi (Tamben) dan Kantor Satpol PP Pemkab Karo, terkesan saling lempar dan tuding, soal ditangkapnya oknum Sapol PP Donta Ginting (21) oleh Polres Tanah Karo, terkait penahanan truk pengangkut dolomit di Pos Desa Payung Kecamatan Payung atas laporan Josuan Bangun (40). Hingga saat ini belum ada kepastian siapa yang bertanggung jawab atas ditahannya Donta Ginting.

Plt Kadis Tamben Kabupaten Karo Robert Perangin-angin saat dikonfirmasi andalas, Selasa (28/8) di kantornya, enggan memberi keterangan dan terkesan tidak mau bertanggung jawab. “Dia (Donta Ginting) itukan BKO dari Satpol PP ke Pos Desa Payung,”pungkasnya sembari pergi meninggalkan wartawan.

Saat disinggung apakah sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam melakukan pembongkaran muatan truk-truk di Desa Payung itu, Robert malah mengelak. “Kalau yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian bukan saya, tapi Satpol PP lah,”ujarnya singkat.

Sementara itu,  Plt Kepala Kantor Satpol Edi Katana Sebayang di ruang kerjanya juga terkesan mengelak bertanggung jawab atas ditangkapnya Donta Ginting. “Memang benar Donta Ginting itu anggota Sapol PP dan dia di BKO kan oleh Bupati Karo ke Dinas Tamben, berarti yang bertanggung jawab atas tugas dia di Pos Payung adalah Dinas Tamben. Sebab yang meminta BKO itu adalah Dinas Tamben,”tegasnya.

Saat disinggung soal pembongkaran barang bukti truk-truk pengangkut dolomit itu apakah sudah ada berkoordinasi dengan pihak kepolisian. “Tidak perlu,”kata Edi Katana.

Kalau soal berkoordinasi, katanya, sudah dilakukan dengan Polsek Payung. “Namun bukan berarti kita harus mendapat izin. Sebab tugas kita di Pos Desa Payung itu adalah menyetop dan memeriksa surat-surat kendaraan yang mencurigakan,”jelasnya.

Terpisah, anggota DPRD Karo Drs Darta Bangun menyesalkan atas adanya penahan truk-truk pengangkut dolomit oleh oknum Satpol PP. Sebab Perda yang mengatur tentang dolomit belum ada,  sementara tugas Satpol PP itu adalah menegakkan Perda, bukan menyetop ataupun memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan,”katanya.

Dalam menangani perkara dolomit ini, Darta Bangun berharap kepada pihak kepolisian untuk bekerja sesuai ketentuan hukum, profesional dan proporsional. “Kita mendukung kinerja Polres Tanah Karo dalam menegakkan hukum dan jangan mau diintervensi siapa pun,” tegasnya.(Andalas)

Categories: hukum