Home > Religi > Gereja Tertua di Tanjungbarus Dipugar

Gereja Tertua di Tanjungbarus Dipugar

Peletakan batu pertama Gereja Katolik Tanjungbarus (Orbit)

Pemugaran Gereja Stasi St Benediktus Tanjungbarus-Barusjahe Tanah Karo ditaksir menelan biaya Rp1 miliar, ditandai dengan peletakan batu pertama di samping gereja berusia 50 tahun tersebut dan dilanjutkan misa yang dihadiri seribuan umat dan undangan di Jambur Desa Tanjungbarus.

Keuskupan Agung Medan (KAM) melalui Uskup Emeritus Pius Datubara, OFM Cap, Vikep KAM, Pastor Ignatius Simbolon, OFM Cap, Pastor Paroki St Fransiskus Asisi Berastagi, Pastor Leo Joosten Ginting, OFM Cap didampingi para tokoh Katolik Kota Medan dan Sumut serta tokoh masyarakat Sumut lainnya, Minggu (29/7) melakukan peletakan batu pertama pemugaran gereja Katolik tertua Desa Tanjungbarus itu.

Peletakan batu pertama tersebut juga dihadiri Drs Suang Karo-karo mewakili Bupati Karo, Camat Barusjahe dan Kepala Desa serta tokoh Katolik Tanah Karo, Drs Swingli Sitepu, Drs Harmonis Bukit dan panitia pemugaran, Mendan Barus (Penasehat), Jusup Sitepu (ketua panitia), Charles Sembiring (wakil ketua), Mulinta Tarigan (sekretaris), Heppy Br Bangun (wakil sekretaris) dan Eddy Sembiring (bendahara) yang diakhiri makan bersama dan lelang dipimpin Lusius Mendrofa dari Paroki Delitua.

Dalam Khotbahnya Pius Datubara mengatakan, Gereja merupakan rumah Tuhan tempat umatNya berdoa dan memuliakan kebesaran-Nya harus dijadikan tempat yang suci dan lebih dari rumah. Sementara itu, tokoh masyarakat Sumut Dr RE Nainggolan MM didampingi tokoh Katolik Kota Medan dan Pengurus Mamre GBKP Kabanjahe, Ramlan Tarigan SH mengatakan, kedatangannya sebagai sahabat Uskup Pius Datubara sejak menjabat sebagai staf Camat Pahae (1976-1977), Sekwilda Dairi (1996-1999), Bupati Taput (1999-2004), Kepala Badan Infokom Prov Sumut (2004-2005), Kepala Bappeda Prov Sumut (2005-2008) dan Sekda Pemprovsu (2008-2010) sampai sekarang.

“Kemana pun Uskup Pius Datubara menginjil di daerah Tapanuli, Karo maupun di Dairi, saya tetap hadir seperti saat ini. Kehadiran saya, tidak dadakan atau spontanitas. Tapi memang sudah dari dulu, sebab itulah artinya sahabat,” ujar RE Nainggolan disambut meriah Pius Datubara dan umat seluruhnya.(Orbit)

Advertisements
Categories: Religi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: