Home > Seni-budaya > Masyarakat Karo di Jogja Dukung Penetapan Sultan

Masyarakat Karo di Jogja Dukung Penetapan Sultan

Sultan saat diberi Beka Buluh oleh perwakilan masyarakat Karo di Jogja

Masyarakat Batak Karo di Jogja yang tergabung dalam Paguyuban Merga Silima Sinuan Buluh (PMSSB) beraudiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwno X di Kompleks Kepatihan, Selasa (7/8). Selain untuk memperkenalkan pengurus baru, perwakilan PMSSB juga menyatakan dukungan terhadap penetapan HB X dan Paku Alam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Perwakilan yang hadir antara lain Hormat Pinem, Julius Sembiring, Bedul Tarigan, Swiss Hezkia Sembiring, Nuah Sembiring, Jop Ginting dan Pertampilen Purba. Ketua I PMSSB Hormat Pinem yang memimipin perwakilan mengatakan paguyuban tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya Karo di Jogja.

Dia berharap keberadaan paguyuban ini bisa menjadi wadah informasi dan komunikasi masyarakat Karo sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat Jogja sebagai bagian dari budaya nusantara.

“Orang Karo sebenarnya sudah ada yang bermukin di Jogja sebelum Indonesia merdeka. Kami merasa sebagai bagian dari masyarakat Jogja namun tetap melestarikan budaya kami,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan masyarakat PMSSB juga memberikan kain khas Karo “Beka Buluh” kepada Sultan. Sultan juga diminta menjadi pelindung paguyuban yang didirikan pada 12 November 2011 tersebut.

Sultan sendiri mengaku tidak keberatan dijadikan sebagai pembina sekaligus pelindung PMSSB. Ngarso Dalem berharap paguyuban tersebut bisa dijadikan alat untuk mengembangkan budaya luhur.

“Identitas budaya itu dilindungi oleh konstitusi. Keberadaan paguyuban-paguyuban di DIY memudahkan kami [Pemprov] untuk berkoordinasi. Harapan saya, tetap pegang teguh budaya dan tak perlu menjadi orang Jawa,” ujar Sultan sambil tersenyum.

Hanya, HB X mengkhawatirkan munculnya ekslusivisme kedaerahan di Jogja. Hal itu seiring dengan makin banyaknya asrama yang dibangun berbagai pemerintah daerah di Kota Gudeg ini. Jika dulu hanya pemerintah tingkat provinsi saja yang mendirikan asrama, belakangan pemkab-pemkab juga mulai melakukan hal yang sama.

Sultan juga menyinggung perjalanan Rancangan Undang Undang Keistimewaan (RUUK) yang saat ini sudah hampir selesai. Menurutnya, proses pengerjaan RUUK sudah mencapai 98%. “23 Agustus nanti DPRD DIY selesai reses dan langsung bekerja membuat tata tertib penetapan. Mudah-mudahan pada 30 Agustus nanti sudah ketuk palu sehingga tak perlu ada perpanjangan jabatan lagi,” ungkapnya.(Karo News)

Categories: Seni-budaya
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: