Home > hukum > Penganiayaan Kontributor TVOne Diduga Terkait Pemberitaan

Penganiayaan Kontributor TVOne Diduga Terkait Pemberitaan

Irvan saat dirawat di RSUD Kabanjahe (Analisa)

Penganiayaan yang dilakukan oleh 15 orang tak dikenal terhadap kontributor TVOne di Kabanjahe, Selasa (28/8) sore diduga terkait dengan pemberitaan.

Pasalnya, meski mobil Mitsubisi Lancer yang dikendarainya sempat dibawa lari para pelaku, akhirnya ditinggal begitu saja di kawasan Laudah. Para pelaku hanya mengambil dua unit handicam yang berada di dalam mobil.

Sementara itu dari keterangan Irvan, di IGD RSU Kabanjahe, dirinya merasa tidak ada memiliki lawan secara pribadi atau terkait peliputan jurnalistik. Sebagai wartawan, paparnya, ia senantiasa melakukan pemberitaan yang berimbang (cek, ricek, dan kroscek) terhadap temuan kasus dan narasumber yang berkompeten.

“Aku tidak kenal mereka, hanyaku ingat betul mobil Daihatsu Hiline yang mereka gunakan itu. Mobil tersebut tidak asing di mataku, seingatku milik warga Kota Berastagi. Saat kejadian, tanpa kompromi mereka pukul dengan batu, balok dan membacok dengan kelewang,” ungkap Irvan yang sempat mengatakan di bagian belakang mobil itu ada tulisan atau nama organisasi kepemudaan.

Beberapa saat sebelum kejadian, sesuai pemaparan Irvan, dirinya mengantarkan seorang rekan ke rumahnya yang tidak jauh dari TKP. Setelah temanya itu berlalu, Irvan menerima telepon dari kerabatnya dari luar kota. Saat menerima telepon Irvan memarkirkan kendaraan di pinggir jalan, tanpa menduga akan terjadi serangan mendadak.

“Ketika di antar ke rumah sakit, aku melihat kenderaan yang kugunakan tidak lagi di tempat. Kemungkinan dibawa kabur pelaku. Sampai sekarang aku tidak paham apa maksud mereka dan terkait apa aku diperlakukan demikian. Jika tidak berhasil meloloskan diri dari amuk OTK itu jelas terindikasi aku akan dibunuh,” kata Irvan lagi.

Kapolres Karo, AKBP Marcelino Sapouw, mengatakan kendaran Irvan telah berhasil ditemukan. Kendaraan itu ditemukan di kawasan tambang pasir Lau Dah Kabanjahe, sekitar 1 km dari lokasi kejadian. Cuma dua unit handycam tidak ditemukan lagi di dalam mobil.

“Jika ini ulah dan campur tangan preman, akan kami sikat semuanya. Tidak pandang bulu siapapun dia. Personel telah disebar, seluruh pintu keluar Kabupaten Karo telah dijaga untuk meminimalkan pelarian pelaku. Polisi berupaya segera mengungkap kasus yang menimpa Irvan. Bagi masyarakat yang memiliki info, diimbau menghubungi petugas” ungkap Kapolres.

Sekitar pukul 21.15 WIB tadi malam, dari Ruang VI RSU Kabanjahe, Irvan dipindahkan pihak keluarga ke RSU Efarina Etaham Desa Raya Kecamatan Berastagi. Terkait kejadian kemarin, Kepala Pos Polisi Kecamatan Merek mendadak dicopot Kapolres karena dinilai lengah dalam menjalankan tugas melakukan pengawasan jelang perbatasan.

Sebelumya, Kapolres memang telah memerintahkan seluruh personel untuk mengejar pelaku dan menjaga agar pelaku tak lolos dari wilayah hukum Polres Karo, namun pos polisi kecamatan Merek diketahui dalam keadaan kosong.

Sedang para pelaku yang sudah diketahui identitasnya dan dikatakan melarikan diri ke arah Desa Kubu Simbelang sedang diburu petugas.(Sumut Pos/Analisa)

Advertisements
Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: