Archive

Archive for September, 2012

Setop Truk Dolomit, Tuah Pandia Dihukum 2 Bulan Penjara

Ilustrasi kriminal (wartgames.com)

Tuah Pandia (52) warga Desa Payung, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo yang saat ini berstatus terdakwa dan ditahan di Polres Tanah Karo terkait penyetopan truk-truk pengangkut dolomit, divonis selama dua bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe, Rabu (26/9). Dia terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 335 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Majelis hakim yang diketuai Tira Tirtona SH dalam amar putusannya menyebutkan pada Selasa (8/11) sekira pukul 21.00 WIB di Desa Payung, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, saksi korban, Nusantara Tarigan memuat batu dolomit milik Sudirman Perangin-angin di Desa Kuta Kepar mengendarai mobil isuzu ELF BK8398 CE.

Setiba di Desa Payung, tiba-tiba dari belakang datang satu unit sepeda motor yang dikenderai oleh terdakwa dan langsung memalang mobil yang di kendarai oleh saksi korban.

Kemudian terdakwa Tuah Pandia turun menanyakan surat Delivery Order (DO) Koperasi Baradmil kepada saksi korban. Saat itu, saksi korban menjawab bahwa batu dolomit yang dibawanya adalah hasil galian yang diambil dari lokasi yang mempunyai izin atas nama Sudirman Perangin-angin.

Tetapi terdakwa tetap berkeras dengan melarang saksi korban lewat, bahkan saat korban hendak pulang pun tidak diberi jalan oleh terdakwa. Saat itu, Tuah Pandia bersama sekira sepuluh orang temannya datang menghampiri korban dengan membawa senjata tajam.

Merasa ketakutan, saksi korban pergi meninggalkan tempat tersebut. Atas perbuatannya, Tuah Pandia dijatuhi hukuman selama dua bulan penjara oleh majelis hakim PN Kabanjahe. Atas putusan tersebut terdakwa Tuah Pandia dan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  menyatakan menerima.(Andalas)

Advertisements
Categories: hukum

Tanggal Pelantikan Rakoetta Diusulkan Jadi HUT Kabupaten Karo

Salah satu pengisi acara seminar tentang Rakoetta (Sora Sirulo)

13 Meret 1946, merupakan sejarah yang penting bagi Pemerintahan Kabupaten Karo. Dimana saat itu, seorang pria kelahiran Desa Limang, Rakoetta Sembiring Berahmana, diangkat oleh Komite Nasional Indonesia Tanah Karo, menjadi Bupati Pertama pasca perang kemerdekaan.

Untuk mengenang pria kelahiran 4 Agustus 1914 itu, sekaligus mengabadikan sebagai hari bersejarah dalam pelantikannya sebagai Bupati Karo, keluarga mengusulkan penabalan nama jalan. Bukan itu saja Pemkab Karo juga berencana menjadikan pelantikan Rakoetta sebagai hari lahirnya Pemerintahan Kabupaten Karo.

Pembahasan penabalan nama dan penentuan hari Kabupaten Karo dibahas dalam seminar sehari yang berthemakan “Peran Rakoetta S Berahmana Pembentukan Kabupaten Karo dan Penetapan Hari Jadi Pemerintahan Kabupaten Karo,” yang digelar, Kamis (27/9) di gedung PPWG Zentrum Jalan Nabung Surbakti Kabanjahe.

Nensi Meinintha Berahmana, cucu Rakoetta S Berahmana dari anak lelaki tertua keturunan Bupati Karo pertama itu, di sela-sela seminar menjelaskan, seminar merupakan partisipasi seluruh tokoh-tokoh masyarakat Karo yang berkeinginan meluruskan sejarah.

Pembentukan Pemkab Karo, katanya, sebagai hasil perjuangan para pejuang-pejuang Karo. Oleh karenannya lanjut Nensi, keluarga dan panitia mengharapkan kerja sama, dukungan serta bantuan segenap pihak dalam percepatan perwujudan, realisasi nama jalan serta penetapan hari lahirnya Pemkab Karo, sekaligus menjadikan nama aula kantor Bupati Karo menjadi Aula Rakoetta S Berahmana.

Sementara itu ketua panitia seminar, Sastra Sinulingga menjelaskan, secara De Facto, penabalan naman jalan Rakoetta S Berahmana, telah dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2012 lalu. Namun secara yuridis, ada beberapa persyaratan lain yang harus dilengkapi panitia.

“Jalan Kotacane Kabanjahe hingga Lau pakam (perbatasan NAD ) merupakan jalan Negara. Jadi ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi diantaranya seminar ini,” ujar Sastra.

Dalam seminar kemarin sejumlah narasumber menguraikan makalahnya masing-masing, mantan guru besar USU, Prof. Hiras ML Tobing Phd yang saat ini juga sebagai ketua Litbang CM Jakarta, dengan materi “Dinamika dan Muara Pergerakan Kebangsaan Nasionalisme dan Patriotisme Menuju kemerdekaan’’.

Adapun Drs Wara Sinuhaji, M.Hum menyampaikan makalah “Sejarah Perkembangan Kabupaten Karo,” Juara R Ginting melalui telekonfrence dengan materi “Peran Rakoetta S Berahmana dalam pembentukan Kabupaten Karo”, dan Rahmat Purba SE, MS dengan makalah Perjuangan Rakoetta S Berahmana menentukan Pemerintahan Kabupaten Karo Berdiri Sendiri.

Walikota Tanjungbalai, Thamrin Munthe MHum, dalam kata sambutannya menyatakan terharu atas kegiatan yang diselenggarakan. “Rakoetta, adalah bupati ke-2 Asahan yang saat itu meliputi Kotamadya Tanjungbalai. Selama ini kami telah mencari keturunannya tetapi tidak jumpa. Ketika ada undangan seminar ini, kami sangat antusias menyambutnya,” ujar Thamrin sambil menguraikan sejarah singkat, Rakoetta memimpin Kabupaten Asahan.(Sumut Pos)

Categories: Sosial

Sosialisasi BOS untuk Madrasah Digelar di Berastagi

Logo BOS (korantangerang.com)

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu program pemerintah di bidang pendidikan yang terbilang sukses besar. Untuk itu, penyalurannya harus tepat sasaran dan transparan.

“Bukan hanya penggunaannya, juga harus sesuai dengan jumlah riil murid di sekolah tersebut,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karo melalui Kasi Pendidikan Agama Islam dan Pemberdayaan Masjid, Karni Harahap SAg dalam Sosialisasi BOS ke Madrasah Kabupaten Karo Tahun 2012 di Hotel Enasti Berastagi, kemarin.

Dikatakannya, BOS dikucurkan dari dana APBN dengan perhitungan tertentu sesuai dengan jumlah murid yang ada di madrasah. Itu juga salah satu bukti, kalau pemerintah konsisten terhadap peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di daerah. Program BOS, kata Karni Harahap, harus disosialisasikan agar bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Bukan itu saja, kepala sekolah, bendahara serta komite sekolah agar bisa saling kontrol dan berpedoman pada aturan yang benar.

“Pengelolaan dana BOS selain diharapkan tepat sasaran, para pengelola dapat mengetahui tupoksinya, serta yang paling pokok adanya transparansi penggunaan dana BOS,” tegasnya. Bantuan BOS yang dimulai sejak bulan Juli 2005, telah berperan secara signifikan dalam percepatan pencapaian program wajar 9 tahun dan 12 tahun.

Oleh karena itu, mulai tahun 2009 pemerintah telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi program BOS, dari perluasan akses menuju peningkatan kualitas. “Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan yang bermutu,”imbuhnya.

Di hadapan puluhan kepala, bendahara BOS dan KTU Madrasah penerima dana BOS se-Kabupaten Karo ini, Karni menekankan perwujudan pengelolaan dana BOS dilakukan secara profesional melalui sistim tepat guna, waktu, sasaran dan tepat jumlah. Sementara, Ketua Panitia Tuah Aman SAg mengharapkan sosialisasi mampu menyampaikan petunjuk dan teknis pengelolaan BOS pada madrasah dan Pondok Pesantren Salafiah (PPS) serta mewujudkan akuratisasi data siswa penerima dana BOS.(Andalas)

Categories: Pendidikan

Razia 4 Hari, Polres Karo Amankan 140 Motor

Sejumlah sepeda motor hasil razia Polres Karo (Andalas)

Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Karo, menggelar operasi rutin untuk menegakkan tertib berlalu lintas, serta meminimalkan terjadinya kecelakaan lalu lintas dan sekaligus menciptakan keamanan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Dalam operasi rutin selama empat hari, mulai 22 September 2012 hingga kemarin, jajaran Sat Lantas Polres Karo sudah mengamankan 140 unit kendaraan bermotor khususnya roda dua.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Marcelino Sampouw SH SIk MT melalui Kasat Lantas AKP Radu Sembiring, kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya mengatakan operasi rutin ini dilakukan secara hunting dengan melihat pelanggaran secara kasat mata. Artinya, bagi pengendara kenderaan roda dua yang tidak menggunakan helm standar dan juga bagi kereta yang tidak lengkap surat-surat kenderaannya akan ditindak secara tegas.

Operasi ini akan dilaksanakan secara terus menerus dan lokasinya tidak ditetapkan pada satu tempat saja. Bagi pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm, knalpot blong tidak ada spion maka kendaraannya langsung diamankan. Untuk pengambilannya dilakukan setelah menjalani persidangan di PN Kabanjahe.

“Tapi, bagi pemilik yang datang dengan membawa segala perlengkapan kendaraan sebagaimana peraturan berlaku, kendaraannya dikembalikan,” terang Marcelino.

Operasi rutin bertujuan mengurangi angka kecelakan lalu lintas jalan raya. Operasi ini juga sebagai media, agar masyarakat patuh pada peraturan berlalu lintas. “Dengan begitu diharapkan tidak ada lagi nyawa manusia melayang begitu saja akibat kelalaian dan kecerobohan berkendara,” katanya.(Andalas)

Categories: hukum

Tongging Disapu Angin Puting Beliung

Sapuan angin puting beliung merusak sejumlah bangunan (Andalas)

Desa Tongging Kecamatan Merek Kabupaten Karo, yang merupakan Daerah Tujuan Wisata (DTW) mancanegara, Kamis (27/9) sekitar pukul 12.00 WIB, diterjang puting beliung. Akibatnya, sejumlah rumah dan tanaman warga hancur diluluhlantakkan kedahsyatan beliung itu.

Kepala Desa Tongging, Sinar Munthe saat dikonfirmasi, Kamis (27/9) mengatakan, angin puting beliung yang melanda pinggiran Danau Toba itu, menimbulkan kerusakan kerambah apung masyarakat, lima rumah penduduk dan satu hotel.

Selain itu, pohon mangga yang terdapat dipantai Danau Toba sekitar Desa Tongging rontok daun serta tanaman kopi yang sedang berbuah muda, padi dan pohon kemiri habis digulung angin tersebut.

Saat terjadinya angin puting beliung yang berlangsung selama sekitar satu jam setengah itu aliran listrik di Desa Tongging padam total. “Tanaman dan usaha ternak warga (kerambah ikan-red) yang tidak jauh dari pemukiman ludes diluluhlantakkan kekuatan puting beliung,”kata Munthe.

Dikatakan, selain Hotel Anugrah, rumah yang dirusak puting beliung masing-masing milik Sabar Kita, Edo, Borneo, Galingging dan Torang Manihuruk. Rudi Tondang (35), salah seorang warga setempat mengatakan, kejadian itu sangat tiba-tiba sehingga mengejutkan seluruh warga keluar dari rumah masing-masing.

”Amukan puting beliung itu mengakibatkan kerugian cukup besar bagi masyarakat karena kerambah ikan yang merupakan sumber mata pencaharian warga rusak diterjang angin,”ujar Rudi.

Camat Merek, Data Martina Br Ginting membenarkan, angin puting beliung yang menerpa Desa Tongging. Namun pihaknya belum bisa turun langsung ke lokasi karena angin kencang dan pepohonan tumbang di tengah jalan.

“Sampai saat ini kerugian materi yang diakibatkan puting beliung tersebut belum dapat ditaksir. Sedangkan, korban jiwa sampai saat ini belum ada,”ujar Data Martina.(Andalas)

Categories: Peristiwa

Kementan Usulkan Anggaran Rp100 Miliar Berantas Hama Lalat Buah

27/09/2012 1 comment

Dampak serangan hama lalat buah (Karo News)

Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengusulkan anggaran untuk pengadaan light trap sebesar Rp100 miliar hingga Rp200 miliar tahun anggaran 2013 untuk mengatasi serangan hama lalat buah di Kabupaten Karo.

“Alat ini memang mahal, harganya berkisar Rp25 juta per unit dan satu light trap bisa bekerja untuk lahan seluas 20 hektare. Jadi, penggunannya harus berkelompok,” kata kata Dirjen Hortikultura Kementan Hasanuddin Ibrahim kepada para wartawan, di ruang VIP Bandara Polonia, Medan, Selasa (25/9).

Kementan, katanya, terlebih dulu akan menyosialisasikan penggunaan alat perangkap berupa light trap (perangkap cahaya) Untuk mengendalikan hama lalat buah pada tanaman jeruk di Kabupaten Karo.

“Alat ini tidak menggunakan tenaga listrik tapi dengan menggunakan cahaya matahari dan menggunakan baterai untuk malam hari. Alat ini memiliki warna-warna menarik seperti merah, hijau dan kuning yang merangsang serangga untuk berkumpul di alat itu,” .

Dalam kunjungan kerjanya ke Sumut, Ibrahim didampingi anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, Direktur Perlindungan Tanaman Susilo, Direktur Budidaya dan Pascapanen Buah Sri Kuntarsih dan Kabid Pengelolaan Lahan dan Air Dinas Pertanian Sumut Adam Brayun Nasution, akan meninjau hasil penggunaan light trap ke Desa Tanjung Barus, Kabupaten Karo. Selain itu, juga akan melihat perkembangan tanaman bawang merah di Kabupaten Samosir.

Menurut Ibrahim, serangan lalat buah pada tanaman buah-buahan terutama jeruk di Karo sudah sangat meresahkan. Di mana, ancaman kegagalan panen akibat serangannya mencapai 22% bahkan bila sudah menyerang pada suatu hamparan ancaman gugur buah mencapai 80%.

Akibatnya, penggunaan pestisida juga semakin tinggi yang diikuti tingginya biaya produksi petani. Kondisi itu mengakibatkan, jeruk dalam negeri kalah bersaing baik dari segi harga maupun mutu. “Inilah yang mau kita atasi dengan menggunakan alat perangkap cahaya ini,” kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, persoalan lalat buah pada jeruk di Karo disampaikan Parlindungan Purba ke Kementerian. Menteri Pertanian Suswono lantas membuat program khusus pengendalian lalat buah pada tanaman jeruk di Karo dan progam pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT) pada tanaman bawang merah di Samosir.

“Karena itulah, kunjungan kami ini ingin melihat sejauh mana tingkat keberhasilan light trap yang sudah dipasang pada tanaman jeruk di Karo,” kata dia.(Medan Bisnis)

Categories: Pertanian

4 Provokator Pembakar Rumah di Lau Baleng Ditangkap

Ilustrasi kebakaran (Sumut Pos)

Polres Karo mengamankan empat tersangka sebagai provokator pembakaran rumah Usaha Sembiring (60) yang dituding memelihara begu ganjang di Desa Buluh Pancur, Kecamatan Lau Baleng pada Senin (24/9) malam lalu

Kasi Humas Polres Tanah Karo, AKP Sayuti Malik mengatakan hingga kemarin empat tersangka telah diamankan dan dimintai keterangannya lebih lanjut. “Keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. Korban juga sudah dimintai keterangannya. Sejauh ini, sejumlah massa diketahui terprovokasi oleh isu kepemilikan begu ganjang sehubungan adanya sesajen di suatu tempat di kawasan desa itu. Aktor intelektualnya, masih dilidik,” kata Sayuti.

Menurut dia, situasi di kawasan itu mulai normal. Hanya saja Polres masih menempatkan sekitar 30-an personel BKO dari Polres Karo di sana. Tujuannya adalah mengantisipasi gejolak lanjutan.

“Penempatan personel bukan karena ada indikasi kerusahan lanjutan tetapi mencegah aksi provokasi massa yang tidak bertanggung jawab. Kami tidak ingin warga resah. Hari ini warga mulai melakukan aktivitas seperti biasa,” ujar Sayuti, melalui ponsel, Rabu (26/9).

Sementara itu Kaban Kesbang Pol dan Linmas Pemkab Karo, Drs Suang Karo menyatakan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh isu yang menyesatkan. Lakukan pekerjaan sehari-hari. Cegah perpecahan dan konflik diantara sesama warga, sehingga korban materi dan sebagainya dapat dihindarkan.

Categories: hukum