Home > Pemerintahan > Kecamatan Kabanjahe Perlu Dimekarkan

Kecamatan Kabanjahe Perlu Dimekarkan

Pusat Pasar Kabanjahe (Karo News)

Ditinjau dari kondisi jumlah penduduk serta luas Kabanjahe sebagai ibukota kabupaten, yang merupakan kota lintasan lima kabupaten tetangga dan beberapa kabupaten dari Aceh hampir dipastikan kepadatan dan kesemrawutan lalu lintas akan terjadi beberapa tahun ke depan.

Bila tidak dilakukan perluasan kota (pemekaran Kecamatan Kabanjahe) yang cepat dan mendesak sesuai rencana tata ruang kabupaten. Termasuk pentingnya merealisasikan pembangunan Terminal Terpadu dan Terminal Barang di Kota Kabanjahe, untuk mengurai kepadatan inti kota.

Hal itu terungkap saat Lions Club Tanah Karo Simalem mengadakan diskusi “Kebersihan dan Keindahan Lingkungan Tanggungjawab Bersama,” Minggu (2/9) di Kabanjahe. Organisasi yang memiliki motto “Kami Ada Untuk Mengabdi dan Melayani (We Serve)” dan sering mengadakan aksi-aksi sosial tersebut, selain mengadakan diskusi juga menyusun program-program jangka pendek dan panjang, seperti operasi mata katarak gratis, penghijauan, peduli pendidikan dan kesehatan serta pemberian bantuan bagi keluarga pra sejahtera di Tanah Karo.

Presiden Lions Club Tanah Karo Simalem, lion Cun Cun SH didampingi Sekretarisnya lion Deni Sinatra Ginting, mengatakan, Kecamatan Kabanjahe yang terdiri dari 13 desa/kelurahan berpenduduk 65.142 jiwa (2010). Dari jumlah penduduk tersebut di antaranya adalah penduduk yang tinggal di lima kelurahan dan 8 desa seperti Desa Rumah Kabanjahe, Kaban, Lau Simomo, Kandibata, Ketaren, Sumbul, Kacaribu, Samura yang berbatasan dengan kota Kabanjahe sehingga dinamisasi penduduk akan memerlukan sarana dan prasarana angkutan kota yang representatif.

Termasuk pentingnya ruang terbuka hijau (RTH) yang menurut peraturan dan perundang-undangan yang berlaku sebesar 30% dari luas kota dan hal itu dipertegas dalam tata ruang kota/wilayah.”Artinya, pemekaran Kecamatan Kabanjahe menjadi dua atau tiga kecamatan mendesak dilakukan mengantisipasi kepadatan di inti kota beberapa tahun ke depan,”ujar Cun Cun.

Mengacu pada UU RI No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dalam Pasal 28 menyatakan mengenai ketentuan perencanaan tata ruang wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Pasal 26, dan Pasal 27 berlaku mutatis mutandis untuk perencanaan tata ruang wilayah kota. Dengan ketentuan selain rincian dalam Pasal 26 ayat (1) ditambahkan rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau, rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka nonhijau,  dan rencana penyediaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana jaringan pejalan kaki, angkutan umum, kegiatan sektor informal, dan ruang evakuasi bencana, yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi wilayah kota sebagai pusat pelayanan sosial ekonomi dan pusat pertumbuhan wilayah.

Ruang terbuka hijau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 huruf a terdiri dari ruang terbuka hijau publik dan ruang terbuka hijau privat. Proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota. Proporsi ruang terbuka hijau publik pada wilayah kota paling sedikit 20 persen dari luas wilayah kota. Distribusi ruang terbuka hijau publik disesuaikan dengan sebaran penduduk dan hierarki pelayanan dengan memperhatikan rencana struktur dan pola ruang.

Demikian juga kota wisata Berastagi, yang lima tahun belakangan kepadatan penduduknya semakin meningkat tentunya berpengaruh pula terhadap penataan kota yang terencana sebagai kota wisata. “Ke depan, pembangunan villa dan hotel di seputaran Berastagi ada baiknya ber-ciri khaskan budaya lokal, tentunya harus didukung peraturan daerah,” pungkas Cun Cun.

Ditambahkan Baskita Kaban, untuk mengubah, memberi hak membangun, dan izin adalah mutlak hak pemerintah setempat. Sehingga hal yang ironis bila tata kota tidak terlaksana dengan baik. Karena sesungguhnya, banyak sekali kebijakan pemerintah baik pusat, provinsi maupun daerah tidak konsisten terhadap eksistensi aturan yang dibuatnya sendiri semisal tata ruang yang sudah diperdakan.(Andalas)

Categories: Pemerintahan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: