Home > Pertanian > Industri Pupuk Organik Dibangun di Karo

Industri Pupuk Organik Dibangun di Karo

Bupati Karo saat meninjau industri pupuk organik di Simpang Empat (Andalas)

Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti meninjau pembangunan industri skala kecil yang akan memproduksi pupuk organik di Desa Ujung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, kemarin.

Kunjungan yang dilakukan bersama pihak kontraktor Menda Molek Br Ginting (45), yang didampingi suaminya Berman Sitorus (46) untuk melihat dari dekat pelaksanaan pekerjaan dalam memproduksi pupuk organik. Menda Molek Br Ginting, selaku kontraktor di sela-sela peninjauan mengatakan, pembangunan industri kecil yang bakal memproduksi pupuk organik akan membutuhkan waktu selama 6 bulan, menghabiskan dana sekitar Rp500 juta.

Output produksi industri ini diharapkan dapat menghasilkan pupuk organik sekitar 5 ton hingga 6 ton perharinya jika didukung bahan baku yang cukup. Diprediksi, sejauh ini bahan baku dasar sebagai pendukung, masih terpenuhi di sekitar kompleks industri.

Sedangkan, jika nanti terjadi kekurangan bahan baku, akan disuplai dari para petani yang memiliki ternak sapi di ladangnya. Maka dengan selesainya pembangunan ini, aktivitas industri kecil dapat menutupi kekurangan jumlah pupuk organik sesuai kebutuhan petani di Tanah Karo.

Disebutkan, bahan baku dasar pupuk organik yang bakal dikemas untuk dijual ke masyarakat berupa batuan kalsit, pasir kuarsa dan kotoran lembu (pupuk hayati).Sesuai jadwal telah ditentukan, pihaknya merasa yakin pekerjaan akan tepat waktu.

Tentang kesalahan pengirim barang kemarin, telah dilakukan modifikasi profil, sehingga kegunaan barang dimaksud kembali dapat difungsikan. “Terkait rutinitas tenaga kerja, pihak manajemen lapangan melakukan kegiatan setiap hari sehingga pengawasan secara melekat harus juga dilakukan,” katanya.

Menyikapi hal ini, Bupati Karo mengaku sangat setuju dan mendukung pembangunan industri meskipun masih sekala kecil, agar kebutuhan pupuk organik di kabupaten Karo dengan lahan produktif petani sekitar 118.947,36 hektar dapat tercukupi. “Hingga petani tidak merasa kalang kabut ketika masa penaburan pupuk organik terhadap tanaman miliknya,”jelasnya.

Namun, ditekankanya tentang peraturan pendukung seperti peraturan daerah (Perda) harus dipatuhi. dengan kata lain, harus mengikuti prosedur berlaku. “Kehadiran pembangunan industri kecil ini diharapkan pula dapat memacu semangat para pengusaha lokal lainya untuk dapat memproduksi pupuk organik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat petani Karo,” katanya.(Andalas)

Categories: Pertanian
  1. 16/12/2012 at 4:29 am

    Informasi yang bagus Go Organik

    Like

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: