Home > Pertanian > Pupuk Kandang Palsu Diduga Beredar di Karo

Pupuk Kandang Palsu Diduga Beredar di Karo

Petani di Jaranguda panen bawang prei (Andalas)

Persoalan pupuk seakan tidak pernah hilang dari kehidupan petani Karo. Pupuk Urea bersubsidi yang teramat sulit diperoleh petani, hingga harga yang jauh melebihi harga eceran tertinggi (HET) sampai sekarang belum ada solusi bijak mengatasinya. Begitu juga dengan pupuk kandang belum jaminan petani terbebas dari belenggu persoalan pupuk.

Setiap hari puluhan truk pupuk kandang dari berbagai daerah di Sumut masuk ke Kabupaten Karo. “Impor” puluhan truk pupuk kandang tersebut mulai dikeluhkan para petani di Karo. Pupuk kandang sangat dibutuhkan petani dalam mengelola berbagai tanaman hortikultura terakhir ini menimbulkan kerusakan pada tanaman akibat diduga palsu.

Salah satu yang paling terasa dampaknya adalah pada tanaman bawang prei. Begitu pupuk kandang diduga palsu dengan bercampur tanah atau lumpur itu ditaruh di sekitar tanaman, beberapa hari kemudian tanaman cenderung kerdil dan kering. Tanaman tidak tumbuh sebagaimana diharapkan.

Demikian dikataakan Wartalena Br Ginting dan Bunga Br Ginting petani di Desa Jaranguda Kecamatan Merdeka dan petani Desa Juma Uruk kecamatan yang sama saat disambangi, Minggu petang (9/9) di perladangannya.

Kedua petani mengaku, akibat kualitas pupuk kandang yang akhir-akhir ini diduga palsu, tidak sedikit tanaman terancam gagal panen. Akibat pupuk kandang palsu tersebut, memotivasi petani mulai membuat pupuk kompos sendiri-sendiri yang bahan bakunya dari sisa-sisa tanaman paska panen dicampur dengan tanah humus dan campuran pestisida ala kadarnya.

Kalau tidak diupayakan membuat kompos buatan sendiri, berbagai tanaman hortikultura, khususnya tanaman daun pre yang merupakan tanaman primadona dan dominan di Kecematan Merdeka, Berastagi, Naman Teran  dan sebagian di daerah Kecamatan Simpang Empat dan Dolat Rayat yang dikenal sebagai sentra produksi tanaman daun pre di Tanah Karo, terancam gagal panen dan bahkan bisa tanaman primadona petani ini punah.

Sementara hasil tanaman buah seperti jeruk yang selama ini dikenal sebagai andalan petani Karo, beberapa tahun belakangan terlihat mulai ditinggalkan petani akibat berbagai faktor seperti serangan hama lalat buah yang belum terbasmi serta harga yang sering berfluktuatif.

“Bahkan sekarang ini tanaman jeruk di Tanah Karo dikenal sebagai tanaman orang berduit. Biaya perawatan tanaman jeruk sekarang ini sangat mahal, tidak lagi seperti dulu sehingga banyak petani jeruk banting stir ke tanaman alternatif lainnya,” ujarnya.

Di samping pupuk kandang diduga palsu yang saat ini terus beredar ke berbagai daerah di Tanah Karo, para petani Desa Jaranguda dan sekitarnya juga mengakui tiga jenis pupuk subsidi yang diperoleh melalui rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK), tidak memenuhi kuota yang dibutuhkan.

Coba dibayangkan, lanjut Wartalena, dengan 30 kg pupuk subsidi sekali musim tanam, apa yang bisa ditanam. Minimnya perolehan pupuk bersubsidi diterima melalui RDKK, sehingga pertumbuhan tanaman tidak akan maksimal, dan terpengaruh kepada hasil produksi yang dihasilkan. Bagi petani tidak ada istilah petani tidak dapat menebus pupuk bersubsidi karena faktor ekonomi walaupun di daerah lain mungkin terjadi demikian.

“Kalau tidak musim tanam diakui harga pupuk subsidi memang sesuai HET dan gampang memperolehnya bahkan berlimpah, tapi kalau tiba musim tanam, jangankan dulu soal harga sesuai HET atau tidak, memperolehnya saja minta ampun sulitnya. Kalau pupuk lainnya diluar pupuk subsidi, harganya “selangit”, keluh Wartalena.(Andalas)

Categories: Pertanian
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: