Home > hukum > Cari Tokek di Nias, Tiga Warga Karo Tewas Dibunuh

Cari Tokek di Nias, Tiga Warga Karo Tewas Dibunuh

Tiga pemburu tokek yang tewas dibunuh di Nias (Andalas)

Tiga warga Tanah Karo, dua di antaranya berprofesi sebagai agen tokek yang dilaporkan hilang sejak Senin 23 April 2012 sekira pukul 18.00 WIB lalu di Desa Binaka, Kecamatan Gunung Sitoli Idanoi, Kota Gunung Sitoli, ternyata tewas dibunuh kawanan perampok, bukan hilang atau kesasar.

Mayat ketiga korban, Kolimarinus Zega (56), Jimmy Girsang (53) warga Desa Pancur Batu Kecamatan Merek, dan Rugun Br Haloho (43) warga Desa Naga Lingga Kecamatan Merek, yang dibuang ke dalam jurang, hingga Kamis (13/9) belum ditemukan.

Terkuaknya kasus pembunuhan berencana tersebut setelah petugas Reskrim Polres Nias memperoleh informasi dari warga yang menyebutkan bahwa ketiga korban bukan hilang atau kesasar, melainkan dibunuh.

Menerima informasi tersebut petugas Reskrim Polres Nias langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dua dari enam orang pelaku. Kedua tersangka masing-masing, Yusman Telaumbanua alias Ucok alias Jonius alias Doni dan Aries Telaumbanua alias Ama Gamawa.

“Mereka kami tangkap di kawasan Air Hitam, Kecamatan Satu Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Peran kedua tersangka yang memberitahukan keberadaan ketiga korban kepada pelaku lainnya,” kata Kapolres Nias AKBP Mardiaz K Dwihananto SIK MHum, tadi malam.

Mantan Kasat I Tindak Pidana Umum (Tipidum) Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Sumatera Utara itu belum dapat memberikan keterangan lebih rinci karena pihaknya masih melakukan pengembangan pencarian para eksekutor atau orang-orang yang merampok dan membunuh para korban.

Sebelumnya ketiga korban datang ke Nias untuk membeli tokek. Mereka berangkat dari Medan melalui Bandara Polonia, Senin 23 April sekira pukul 13.00 WIB dan tiba di Bandara Binaka Gunung Sitoli sekira pukul 14.30 WIB. Menurut keterangan pihak keluarga, korban ke Nias membawa uang Rp40 juta. Uang tersebut diperuntukkan membeli “si hewan reptil”, tokek.

Korban Kolomarinus sempat menghubungi anaknya, untuk memberitahukan bahwa mereka sudah sampai di Bandara Binaka. Setelah itu, para korban menuju Desa Humene Sineasi, Kecamatan Tugala Oyo dengan RBT.

Pada pukul 21.00 WIB, Kolomarinus Zega kembali menghubungi anaknya bahwa mereka sudah kesasar dan belum sampai di Desa Humene Sineasi. “Sejak itulah, kontak antara Kolomarinus Zega dengan anaknya terputus. Ketiganya pun dilaporkan hilang,” jelas Mardiaz.

Terkait pengungkapan kasus pembunuhan ini, Mardiaz telah membentuk tim untuk mencari keberadaan korban dan mengejar pelaku lainnya yang belum ditangkap.

Terhadap para tersangka dijerat dengan pasal 340 Subs Pasal 338 dan atau pasal 365 yo Psl 55, Psl 56 KUHPidana karena turut serta dengan sengaja dan dengan direncanakan menghilangkan jiwa orang lain dan atau pembunuhan dan atau melakukan pencurian dengan kekerasan.(Andalas)

Advertisements
Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: