Home > Sosial > Kasus DBD Marak, Dinkes Karo Giatkan Fogging

Kasus DBD Marak, Dinkes Karo Giatkan Fogging

Dinkes mengadakan fogging di Kabanjahe (Andalas)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Karo menggelar program fogging focus untuk memberantas penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Karo. Kegiatan itu dilaksanakan setelah adanya indikasi penambahan jumlah kasus DBD dan ditemukannya jentik.

Kepala Dinkes Karo dr Jansen Peranginangin didampingi Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Saridem kepada wartawan, mengatakan fogging lebih difokuskan pada rumah penderita DBD dan lingkungan sekitarnya. “Kegiatan ini harus diiringi penyuluhan kepada masyarakat sekitar, agar mereka semua memahami bagaimana mencegah penyakit DBD tersebut,” katanya di sela-sela fogging di Jalan Kapten Selamat Ketaren Kelurahan Gung Leto, Kecamatan Kabanjahe, Senin (17/9).

Menurut Jansen, pada waktu liburan sekolah kemarin, sekolah-sekolah di Kabanjahe maupun daerah-daerah yang dianggap rawan DBD sudah di-fogging. Dia meminta masyarakat dan rumah sakit, agar melapor bila ada kasus DBD kejajaran pelayanan kesehatan pemerintah terdekat.

Salah satu hambatan paling besar dalam mengantisipasi DBD, katanya, adalah merubah pola pikir masyarakat. Artinya, masyarakat masih menganggap penanggulangan DBD hanya dengan melakukan Fogging. Padahal cara paling ampuh adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan secara gotong-royong.

“Selain itu, cuaca yang tidak menentu seperti hujan dan panas juga memengaruhi. Cuaca seperti ini sangat memberi kesempatan besar bagi nyamuk penular DBD  berkembang biak,” terangnya.

Sekcam Kabanjahe Frans Leonardo Surbakti, SSTP, yang juga Plt Lurah Gung Leto didampingi Kepling IX Gung Leto, Dearma Natanael Sinuhaji mengatakan, pada hakekatnya untuk membasmi DBD, paling utama melakukan gotong royong bersama-sama dengan 3M (menguras, mengubur dan menutup). Gerakan itu harus dilakukan secara terus menerus secara bersama-sama. Artinya, fogging dilaksanakan sebagai alternatif terakhir, jika ditemukan kasus positif saja baru dilakukan fogging untuk memutus mata rantai penularan, ketusnya.

Karena itu, kata Frans, cara paling efektif dalam memberantas penyakit ini adalah dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD (PSN DBD) oleh seluruh lapisan masyakarat di rumah-rumah dan tempat-tempat umum (TTU) serta lingkungannya masing-masing secara terus menerus.

“Intinya, peran aktif masyarakat penting sekali dalam pemberantasan nyamuk penular DBD. Karena kebersihan lingkungan mutlak dibutuhkan untuk mencapai kehidupan yang sehat,” jelasnya.

Ditambahkan, Kepling Dearma Natanael Sinuhaji dan tokoh masyarakat Gang Ginting Sienterem, Bp Maja Sitepu (60), pemberantasan nyamuk DBD bukan semata-mata tugas pemerintah tetapi tugas bersama dan tak kalah pentingnya ada kesadaran dari masyarakat untuk terus menggalakkan 3 M.(Andalas)

Advertisements
Categories: Sosial
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: