Home > hukum > Pembunuh Pencari Tokek dari Karo Terancam Hukuman Mati

Pembunuh Pencari Tokek dari Karo Terancam Hukuman Mati

Polisi saat mendatangi rumah salah seorang tersangka (Andalas)

Tersanga pembunuh tiga warga Desa Pancur Batu, Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo yang sempat menggegerkan publik Nias terancam hukuman mati. Dia adalah, YT alias Ucok alias Doni (17).

“Berdasarkan pengembangan penyidikan yang telah dilakukan kepada tersangka dipersangkakan melanggar pasal 340 subs pasal 338 dan atau pasal 365 ayat 3 yo pasal 55, 56 dari KUHP dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup,” kata Kapolres Nias AKBP Mardiaz K Dwihananto SIK MHum, Senin (17/9) malam.

Hasil pemeriksaan tersangka YT, kejahatan tersebut hanya bermotif menguasai uang yang dibawa para korban untuk membeli tokek. “Kami masih menyidiknya dengan menelusuri keberadaan para tersangka lainnya,” tambah Mardiaz.

Tersangka YT alias Joni alias Ucok alias Doni, warga Desa Hilionozega, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias dalam pemeriksaan juga mengaku pernah bekerja di kebun sayur dan tinggal di rumah salah seorang korban, Kolimarinus Zega, Desember lalu.

“Di sanalah tersangka juga mengenal korban Jimmi Girsang dan Rugun Br Halolo. Dari perkenalan itu, korban Rugun Br Haloho bertanya kepada tersangka apakah di Nias ada yang menjual tokek dengan berat 3 ons dan memiliki kulit berwarna warni. Tersangka kemudian menghubungi abang iparnya yang juga tersangka Rusula Hia alias Ama Sini (DPO) terkait keberadaan tokek tersebut di wilayah Nias. Saat itulah terjadi komunikasi jual beli tokek antara para korban dengan Ama Sini,” jelas Mardiaz.

Setelah itu, tersangka YT kemudian berangkat terlebih dahulu ke kampung halamannya di Desa Hilionozega, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, 18 April 2012. Lima hari kemudian, persisinya pada 23 April 2012, ketika korban menyusul berangkat ke Kepulauan Nias dengan menggunakan pesawat dan tiba di Bandara Binaka sekira pukul 15.00 WIB.

“Mereka kemudian bertemu dengan tersangka YT. Ketiga korban kemudian menggunakan mobil travel menuju Kota Gunungsitoli dan berhenti di SPBU Datuk, Jalan Diponegoro untuk menunggu jemputan lainnya. Dan sekira pukul 21.00 WIB, datang 3 orang tersangka lainnya, AH alias Mosi, APH dan AFH dengan membawa sepeda motor untuk membonceng ketiga korban,” tambah Mardiaz.

Melalui perjalanan sekitar 5 jam, ketiga korban kemudian dibawa oleh para tersangka ke  Dusun III Hiliwaoyo Desa Gunungtua, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara. Tepat pada pukul 02.00 WIB, 24 April 2012 dini hari di Persimpangan Jalan Dusun III Hiliwaoyo Desa Gunungtua, Kecamatan Tugala Oyo, para tersangka kemudian menghentikan sepeda motornya tidak jauh dari rumah tersangka APH dan dilokasi tersebut sudah menunggu 2 orang tersangka lainnya, RH als Ama Sini dan JN (DPO)

Tanpa menaruh curiga, para korban kemudian turun dari sepeda motor dan berjalan beriringan dengan para tersangka masuk ke dalam kebun milik tersangka, APH. Tersangka, JN secara tiba-tiba kemudian menebas korban Jimmi Girsang dari arah belakang dengan menggunakan sebilah parang yang mengakibatkan korban jatuh bersimbah darah.

Tersangka RH alias Ama Sini dan AFH kemudian membacok punggung korban Kolimarinus Zega. Korban Rurun Br Haloho juga tak luput dari serangan para tersangka dimana tersangka APH dan AH alias Mosi secara bergantian menusuk bagian perut korban dengan pisau.

Ketiga korban yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa kemudian diangkat oleh para tersangka sekitar 15 meter dari pinggir jalan ke dalam kebun milik tersangka APH. Di dalam kebun tersebut, satu persatu mayat korban kemudian dibuang ke dalam jurang.

Setelah ketiga korban dipastikan jatuh ke dasar jurang, tersangka JN kemudian memeriksa tas milik ketiga korban dan mengambil barang-barang berharga berupa handphone sebanyak 2 unit serta uang tunai sejumlah Rp.8.000.000.

“Uang tersebut kemudian dibagi-bagikan Rp1 juta kepada para tersangka lainnya dan selebihnya diambil oleh tersangka JN. Sebelumnya tas dan pakaian milik para korban dibawa oleh para tersangka ke sebuah pondok yang berjarak 500 meter dari lokasi pembunuhan di kebun tersebut dan kemudian dibakar,” ujar Mardiaz.

Setelah melakukan aksinya para tersangka kemudian kembali ke rumahnya masing-masing. Keesokan harinya, 24 April 2012, tersangka YT berangkat ke Propinsi Riau bersama abangnya.

“Berdasarkan hasil pengembangan penyidikan diketahui bahwa para tersangka seluruhnya memiliki hubungan keluarga dimana tersangka RH merupakan abang ipar dari tersangka YT, serta tersangka AH, AFH, APH masih memiliki hubungan kekerabatan dengan tersangka RH,” papar Mardiaz.(Andalas)

Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: