Home > hukum > Penyimpangan Proyek PNPM di Tigabinanga Mulai Diusut

Penyimpangan Proyek PNPM di Tigabinanga Mulai Diusut

Logo PNPM

Kejaksaan Negeri Cabang Tiga Binanga minta keterangan dua oknum fasilitator kecamatan dan empat warga, terkait penyimpangan proyek perkerasan jalan (telford) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP), senilai Rp346,8 juta dari APBN 2011 di Dusun Kuta Kendit, Desa Kuta Pengkih, Kecamatan Mardingding, di Kantor Kejaksaan Negeri Tiga Binanga.

Enam oknum yang diperiksa, Penuh Tarigan (46) warga Kampung Jawa Dusun IV Desa Mardingding, dalam proyek tersebut menjabat sebagai fasilitator kecamatan, Antonius Barus (38) warga Jalan Sudirman, Kelurahan Gung Leto Kabanjahe juga sebagai fasilitator kecamatan.

Menyusul empat lagi, Muat Tarigan (51) warga Dusun Kuta Kendit, Rijali Perangin-angin (42) warga Dusun Kuta Kendit. Sumar Barus (52) warga Dusun Kuta Kendit, pada proyek bertindak sebagai pengawas batu, Samudera Perangin-angin (35) warga Desa Kuta Pengkih dan menjabat sebagai Sekretaris Desa Kuta Pengkih.

“Panggilan untuk dimintai keterangan ini berdasarkan surat perintah tugas Kepala Kejaksaan Negeri Kabanjahe Nomor : Printug 01/N.2.17.6/Dek.3/09/2012,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Cabang Tiga Binanga Sumanggar Siagian SH MH kepada sejumlah wartawan, Senin (24/9).

Disebutkan, keterangan yang sudah dihimpun menunjukkan kuat kemungkinan proyek tersebut benar-benar ada kejanggalan. Hanya saja, pihaknya akan terus berupaya melidik agar keakuratan penyimpangan terbukti.

“Saat ini, tindakan kita masih sebatas pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket), jadi kita berharap kepada rekan dari LSM dan pers agar bersabar dulu. Kita juga komit untuk menuntaskan kasus ini, kita tidak akan tolelir oknum-oknum yang sengaja menghilangkan kesejahteraan rakyat dengan praktik korupsi,” kata Sumanggar.

Pantauan andalas, berkas yang ditunjukkan pihak Jaksa, Senin, bahwa keterangan Sekdes Kuta Pengkih menyatakan, pasangan materil (ukuran batu) dan volume fisik tidak sesuai bestek. Sementara, fasilitator kecamatan Antonius Barus dan Penuh Tarigan menyatakan, proyek bersumber dana 80 persen dari APBN 2011 dan 20% dari APBD 2011.(Andalas)

Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: