Home > Religi > Umat Katolik Kutakepar Akhirnya Punya Gereja

Umat Katolik Kutakepar Akhirnya Punya Gereja

Lokasi peletakan batu pertama Gereja Katolik Kutakepar (Facebook)

Setelah puluhan tahun akhirnya umat Katolik Desa Kutakepar, Kecamatan Tigapanah bisa beribadah di desa sendiri. Pada Minggu (23/9) lalu secara resmi peletakan batu pertama gereja dengan nama pelindung Santo Gregorius Martir dimulai.

Selama bertahun-tahun sekitar 30 kk di Kutakepar harus beribadat ke desa tetangga yakni Desa Suka. Sebenarnya pembangunan sudah direncanakan sejak lama, hanya saja terkendala masalah pembebasan lahan.

Acara dihadiri ratusan umat Katolik itu turut dihadiri mantan Uskup Mgr Alfred Gonti Pius Datubara, OFM. Cap, mantan Kapolres Karo Kombes Ricky Wakano, dan mantan Pj. Bupati Karo S.I Sihotang. Uniknya acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Dr Chairuman Harahap yang digadang-gadang akan maju pada Pilgubsu mendatang.

Chairuman mengatakan ia sangat mengapresiasi umat Katolik Kutakepar dalam membangun gereja.“Saya merasa bangga sekaligus menyampaikan apresiasi atas tekad dan semangat umat Katolik di desa ini untuk membangun gereja,” katanya.

Dalam kunjungan itu Chairuman juga mendengarkan masalah yang dihadapi masyarakat sekitar. Menurutnya, semangat umat Katolik untuk membangun gereja yang bagus dan nyaman patut diapresiasi dengan baik oleh semua pihak. Keberadaan gereja itu kelak, lanjut dia, akan memudahkan jemaat Katolik di Desa Kuta Kepar untuk melaksanakan ibadah.

Chairuman menambahkan kehadirannya di peletakan batu pertama pembangunan gereja Katolik di desa itu dimaksudkan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Langkah serupa, lanjut anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu, juga kerap dilakukannya di berbagai daerah di Sumut.

“Melalui silaturahmi kita bisa saling kenal dan paham masalah masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan,” ucap mantan Kajati Sumut tersebut.

Dari kunjungan dan tatap muka dengan warga pedesaan selama ini, kata Chairuman, dia banyak menyerap informasi dari masyarakat. Sejumlah masalah yang sering dihadapi warga pedesaan, antara lain mengenai kendala memperoleh modal usaha tani, infrastruktur pertanian yang belum memadai, pelayanan kesehatan, dan harga sarana produksi pertanian yang cenderung naik.(Sumut Pos)

Advertisements
Categories: Religi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: