Home > Pertanian > Lepas Burung Jalak, Kecamatan Tigapanah Nyatakan Perang dengan Citcit

Lepas Burung Jalak, Kecamatan Tigapanah Nyatakan Perang dengan Citcit

Ilustrasi burung jalak (jenisburung.com)

Gerakan pelestarian lingkungan hidup dikumandangkan Bupati Karo, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, mendukung sektor pertanian lewat penerbitan Peraturan Desa (Perdes) penyelamatan keanekaragaman hayati dan hewani terus bergulir.

Dukungan terhadap langkah dan kebijakan Bupati ini diungkapkan Camat Tiga Panah, Vera Wenta Br Surbakti, S.Sos saat melepas burung jalak di halaman Kantor Camat Tigapanah, Selasa (2/10) di Tigapanah. Menurut Vera, sudah saatnya di daerah mereka tercipta suatu sistem tata kelola lingkungan hidup yang utuh dan lestari.

Rantai makanan selama ini membantu pertumbuhan hasil komoditas buah jeruk idealnya tetap berlangsung, sehingga masalah lalat buah yang kini menggejala dihadapkan pada “senjata” alamiah.

Dengan ini diharapkan, para petani jeruk mampu bertahan dan keluar dari persoalan yang membelit petani, mengingat hama lalat buah sudah menjadi momok menakutkan bagi petani jeruk.

“Kebijakan Bupati Karo di sektor lingkungan hidup yang terintegrasi dengan pertanian, tentu harus disikapi dengan aksi di lapangan. Kalau tidak sekarang dilakukan, kapan lagi. Alam yang seimbang tentu akan memicu situasi yang nyaman bagi ekosistem dan rantai makanan,” ujar Vera.

Untuk itu, kata Vera, melalui pelepasan burung jalak ini, diharapkan mampu menjadi semacam spirit baru bagi masyarakat luas membenahi tata lingkungan. Burung jalak yang diketahui menjadi penyerang ampuh lalat buah, tentu akan memberikan manfaat, hingga harus dijaga.

Dalam perkembangannya, Kecamatan Tiga Panah akan lakukan koordinasi dengan unsur Pemerintahan Desa guna menerbitkan Peraturan Desa yang isinya mengatur penyelamatan kehidupan lingkungan hidup dan ekosistem di dalamnya, termasuk kelangsungan berbagai jenis burung.

“Langkah ini demi menjaga kelanjutan rantai makanan yang selama ini terlupakan,” tuturnya.

Produk Perdes itu nantinya, akan dibuat dengan melibatkan unsur Pemerintahan Desa dan seluruh masyarakat yang ada di desa tersebut dengan materi gabungan antara produk hukum yang berisi pelestarian makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan serta kekayaan budaya lokal, hingga tujuan utama pengembangbiakan berbagai jenis burung, khususnya burung pemangsa lalat buah.

Apalagi, sesuai diamanatkan dan dikaji, burung jalak diketahui mampu menjadi alat peredam perkembangan hama lalat buah yang menyerang berbagai tanaman, terutama buah jeruk, hingga telah banyak merugikan tanaman primadona daerah Karo. Ke depan, sesuai pembicaran, secara bersama sama masyarakatnya akan mengikuti langkah memperbanyak burung jalak di desa.(Andalas)

Categories: Pertanian
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: