Home > Pertanian > Dominasi Cabai dan Tomat Karo Belum Tergeser

Dominasi Cabai dan Tomat Karo Belum Tergeser

Petani di Kecamatan Merdeka memanen cabai (Antara)

Tanah Karo masih merajai dua komoditas pertanian yang menjadi andalan Sumatera Utara (Sumut) yakni cabai merah dan tomat.

Kepala Dinas Pertanian Sumut HM Roem di Medan, Kamis, mengatakan, enam jenis sayuran unggulan tersebut adalah kentang, cabai merah, bawang merah, kubis, tomat, dan cabai rawit.

Berdasarkan data produksi tahun 2011 dari daerah yang menjadi sentraproduksi sayuran, Sumut mampu menghasilkan kentang sebanyak 123.079 ton, cabai merah 185.730 ton, bawang merah 12.365 ton, kubis 173.542 ton, tomat 90.462 ton, dan cabai rawit 32.618 ton.

Produksi cabai merah dari Simalungun (45.228 ton), Karo (78.758 ton), Batubara (17.320 ton), Deli Serdang (13.548 ton), Dairi (9.780 ton), Mandailing Natal (4.443 ton), Tapanuli Selatan (3,898 ton), Tapanuli Utara (1.746 ton), Humbang Hasundutan (3.442 ton), Samosir (1.720 ton), Toba Samosir (1.779 ton), Asahan *1.674 ton), Serdang Bedagai (1.186 ton), Kota Binjai (515 ton), dan Padang Sidempuan (693 ton).

Setelah itu, jenis tomat yang dihasilkan Simalungun (25.814 ton), Karo (51.544 ton), Dairi (6.347 ton), Tapanuli Selatan (2.099 ton), Tapanuli Utara (1.138 ton), Humabng Hasundutan (1.852 ton), Samosir (1.425 ton), dan Toba Samosir (216 ton).

Jumlah produksi kentang itu didapatkan dari Kabupaten Simalungun (51.351 ton), Karo (45.170 ton), Dairi (6.740 ton), Tapanuli Utara (526 ton), Humbang Hasundutan (2.959 ton), Samosir (15.925 ton), Mandailing Natal (372 ton), Toba Samosir (20 ton), dan Tapanuli Selatan (16 ton).

Bawang merah didapatkan dari Simalungun (5.071 ton), Karo (953 ton), Dairi (2.180 ton), Tapanuli Utara (61 ton), Humbang Hasundutan (1.123 ton), Samosir (1.679 ton), dan Toba Samosir (1.298 ton).

Kemudian, produksi kubis dari Simalungun (84.962 ton), Karo (69.364 ton), Dairi (11.492 ton), Tapanuli Utara (942 ton), Humbang Hasundutan (4.867 ton), Samosir (1.720 ton), Toba Samsoir (56 ton), dan Mandailing Natal (139 ton).

Sedangkan produksi cabai rawit didapatkan di Simalungun (10.580 ton), Karo (9.352 ton), Dairi (5.652 ton), Tapanuli Utara (1.289 ton), Deli Serdang (1.259 ton), Humbang Hasundutan (755 ton), Asahan (724 ton), Tapanuli Selatan (643 ton), Samosir (334 ton), Toba Samosir (1.616 ton), dan Pakpak Bharat (441 ton).

Jumlah produksi tersebut belum termasuk hasil dari daerah lain yang tidak dikategorikan sebagai sentraproduksi tetapi memiliki tanaman sayuran-sayuran. Selain pemenuhan kebutuhan masyarakat di Sumut, sebagian produksi sayur tersebut juga dikirim ke provinsi lain, termasuk diekspor ke sejumlah negara.

Meski jumlah produksi sayur tersebut cukup tinggi, pihaknya tetap melakukan upaya peningkatan produksi agar semakin memberikan manfaat bagi kalangan petani. Selain perbaikan irigasi, Dinas Pertanian Sumut juga rutin memberikan bantuan alat pertanian, termasuk kemudahan dalam penyediaan benih dan pupuk bersubsidi.(Antara)

Categories: Pertanian
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: