Home > Pertanian > Produksi Jagung Karo turun 25% Akibat Pupuk Oplosan

Produksi Jagung Karo turun 25% Akibat Pupuk Oplosan

Petani menjemur jagung (Sumut Pos)

Produksi jagung di Tanah Karo dan sentra-sentra produksi lainnya mengalami penurunan drastis akibat penggunaan pupuk oplosan yang banyak beredar di tingkat petani.

Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia, Jemat Sebayang, Selasa (2/10) di Medan mengatakan, selama beberapa tahun belakangan produksi jagung di sentra produksi, yakni Serdang Bedagai, Deliserdang, Simalungun, Dairi dan Karo mengalami penurunan sekitar 25% setiap tahunnya.

“Setiap tahun turun, awalnya kami tidak tahu, tapi sekarang baru tahu yang ternyata disebabkan pupuk yang beredar dan sampai ke petani banyak yang oplosan,” katanya.

Dikatakannya, pupuk oplosan tersebut mudah ditemukan di daerah dengan keemasan yang meyakinkan. Banyak petani yang tidak bisa membedakan antara pupuk oplosan dengan yang bukan oplosan. Namun dengan perhitungan logis bahwa penggunaan pupuk seharusnya memompa produksi namun ternyata justru terus mengalami penurunan.

Penurunan produksi jagung tersebut bisa dilihat dari jumlah produktivitas jagung sumut dari yang seharusnya mencapai 8 – 10 ton per hektare, dalam kurun 5 tahun belakangan hanya berkisar antara 5 – 7 ton per hektare.

Dengan demikian, petani mengalami kerugian yang tidak bisa dihindarinya. “Seharusnya pemerintah mengambil langkah yang sigap dalam memberantas peredaran pupuk oplosan ini. Kalau tidak, bagaimana masa depan petani nantinya,” ungkapnya.

Jemaat mengatakan, saat ini harga jual jagung mencapai Rp2.800-Rp3.000 per kg. Harga tersebut termasuk tinggi dari biasanya khususnya pada saat panen raya yang biasanya menurunkan harga hingga separuhnya.

Menurutnya, seharusnya ada mekanisme yang dibentuk untuk mempertahankan harga jual jagung tetap dalam posisi yang tepat agar petani tidak terus menerus didera kerugian. “Petani sudah sering terjepit akibat rendahnya harga. Jadi, jangan sampai dihantam dengan pupuk oplosan yang dapat menyebabkan turunnya produksi jagung,” tandasnya.(Medan Bisnis)

Advertisements
Categories: Pertanian
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: