Home > hukum > Perampok Truk Sembako di Lau Simomo Digulung

Perampok Truk Sembako di Lau Simomo Digulung

Barang bukti yang diamankan (Andalas)

Lima anggota komplotan perampok bersenjata api (senpi) yang kerap menggasak truk pengangkut sembilan bahan pokok (sembako) dan hasil industri di wilayah Sumatera Utara, berhasil ditangkap petugas Subdit III Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Poldasu.

Kelima pelaku, seorang di antaranya mantan anggota polisi itu dicokok polisi dari sejumlah tempat berbeda. Dari penangkapan ini, polisi menyita barang bukti senjata api mainan, handphone, cincin, lakban, dan uang Rp100 ribu.

Wakil Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, AKBP Mashudi didampingi Kasubdit III/Umum AKBP Andry Setiawan, Kamis (4/10) menerangkan, kelima perampok tersebut adalah, Robinson Ginting alias Polo Ginting, Rudianto Purba, Distar Simbolon, Budi Markus Ginting dan Hairuddin.

“Dua tersangka, RG alias PG (Robinson Ginting alias Polo Ginting, red) dan RP (Rudianto Purba, red) kami tangkap di kawasan Jalan Setia Budi Simpang Pemda, Medan. Tersangka RG alias PG ini terlibat dalam serangkaian aksi perampokan truk di Tol Tanjung Morawa 2 kali, Pematang Raya, Asahan, Tahura-Tanah Karo, Sipitu Angin, Sipoha 3 kali, dan di Perdagangan,” ujarnya. (Baca: Rampok Bersenpi Gasak Truk Sembako di Lau Simomo https://karonewsupdate.wordpress.com/2012/09/13/rampok-bersenpi-gasak-truk-sembako-di-lau-simomo/)

Sedangkan tersangka RP (mantan polisi) ikut terlibat dalam aksi perampokan truk colt diesel berisi sembako di Kabanjahe – Kota Cane, Rabu 12/9 pukul 02.00 WIB bersama dengan RG alias PG (tertangkap) RG (DPO), MS (DPO), PS (DPO), MT (DPO) dan ES (DPO),” papar Mashudi.

Sedangkan tiga orang lagi pelaku, DS (Distar Simbolon), BMG (Budi Markus Ginting) dan H (Hairuddin), lanjut Mashudi, terlibat perampokan truk colt diesel di Jalan Tol Tanjung Morawa sebanyak 2 kali pada Juni 2012 lalu. “Khusus perampokan truk di Tol Tanjung Morawa ini masih ada lagi seorang pelaku yang belum kami tangkap. Dia adalah, AA (35). Sedangkan seorang lagi pelaku perampokan truk di Tanah Karo, Perdagangan dan Sipoha yang belum kami tangkap adalah, ES (40),” terang Mashudi.

Mashudi juga menjelaskan, komplotan spesialis perampok truk ini setiap kali melakukan aksi kejahatannya selalu menggunakan modus menghadang truk korban lalu menodongkan senpi kemudian memaksa sopir dan kernet turun.

Setelah itu pelaku memasukan sopir dan kernet truk ke mobil pelaku. Di dalam mobil pelaku melakban mata serta mengikat tangan lalu mengambil dompet/uang dan handphone korban. Selanjutnya korban dibawa menjauh dari TKP perampokan dan membuangnya dengan kondisi mata dilakban dan tangan terikat.

Oleh pelaku, truk dan muatannya lalu dijual kepada penadah. Polisi mengaku belum mengidentifikasi identitas penadah hasil kejahatan itu karena pihanya belum menangkap RG, orang yang kerap menjual hasil kejahatan itu. “Nanti kalau RG ini sudah ditangkap baru kita mengetahui siapa penadahnya,” tukas Mashudi sembari mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini masih terus memburu para pelaku yang belum tertangkap.

Disinggung soal keterlibatan mantan oknum Polri, Mashudi membenarkan dan menyatakan pelakunya RP pernah bertugas di Mapolres Binjai. “Pangkatnya terakhirnya Bripda dan pada 2009 telah dipecat,” tegas Mashudi.(Andalas)

Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: