Home > Pertanian > Soal Citcit, Dinas Pertanian Salahkan Petani

Soal Citcit, Dinas Pertanian Salahkan Petani

Hama lalat buah (dok)

Salah satu sentra jeruk di Indonesia berada di Sumatera Utara. Namun demikian, sebagian besar tanaman jeruk milik masyarakat saat ini mengalami kendala. Terutama dengan banyaknya serangan hama lalat buah.

Serangan hama itu mengakibatkan penurunan produksi dan pendapatan petani. Untuk membangkitkan kembali pertanian jeruk, pemerintah mulai pusat, propinsi dan kabupaten komit untuk memberantas serangan hama lalat buah tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara, M Roem kepada MedanBisnis, Kamis kemarin di Medan. Dikatakanya bahwa sentra-sentra produksi jeruk di Sumut yang tersebar di antaranya di Karo, Simalungun, Dairi dan beberapa kabupaten lainnya sudah sejak lama mengalami serangan hama lalat buah.

Dia menjelaskan, selama ini sebenarnya serangan lalat buah bisa dikendalikan namun secara parsial. Sejauh ini belum semua kawasan sentra bisa mengendalikan lalat buah sehingga serangan tetap saja banyak.

Hal tersebut yang kemudian menjadikan komitmen bagi pihak-pihak terkait untuk dapat melakukan upaya pemberantasan lalat buah secara massal. “Pengendalian lalat buah harus secara massal, tidak bisa lagi kalau hanya parsial,” jelasnya.

Berkembangbiaknya lalat buah juga berkaitan dengan perilaku petani yang belum benar. Semisal masih membiarkan buah yang terserang lalat buah di bawah pohon jeruknya. Sehingga buah tersebut menjadi tempat berkembangnya lalat buah. Dengan demikian, lalat buah tetap berkembangbiak dengan mudah. “Belum semua petani memahami bagaimana pengendalian lalat buah, itu yang menjadi kendala dalam memberantas lalat buah,” katanya.

Kedatangan Dirjen Hortikultura, Hasanudin Ibrahim beberapa waktu lalu ke Karo,  kata dia, untuk meninjau pertanian jeruk petani. Juga untuk menyamakan persepsi antara pusat, provinsi dan kabupaten dalam upaya pemberantasan hama lalat buah yang sudah merebak. “Itu suatu bentuk keseriusan dari pemerintah untuk pengendalian lalat buah,” ujarnya.

Kementrian pertanian kata Roem, tidak hanya memberikan dukungan sarana prasarana dan teknologi seperti light trap kepada petani, namun lebih dari itu. ementerian juga memberikan pemahaman bagaimana cara bertanam jeruk dengan benar, melakukan perawatan lahan yang baik sehingga terhindar dari serangan hama lalat buah. “Dari situ muncul kesepahaman bahwa pengendalian lalat buah itu harus secara terpadu, dukungan dari pusat, provinsi dan kabupaten sudah ada, sampai pada penganggarannya,” tambahnya.

Dikatakannya juga, saat ini harus dilakukan adalah segera melakukan pengorganisasian pengendalian lalat buah secara massal. Gerakan itu mulai dari teknis hingga kesiapan petani.

Dalam hal tersebut, menurutnya, ada pihak lain yang dilibatkan semisal dari Badan Koordinator Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan  Sumut, Balai Perlindungan Tanaman dan Pangan Hortikultura Sumut (BPTPH Sumut). “Kalau ini sudah, kita targetkan bulan ini atau November sudah bisa jalan,” tambahnya.(Medan Bisnis)

Categories: Pertanian
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: