Home > Pertanian > Gerakan Pelepasan Burung Jalak di Karo Makin Gencar

Gerakan Pelepasan Burung Jalak di Karo Makin Gencar

Pelepasan burung jalak di Kandibata (Andalas)

Berbagai teknik pengendalian hama lalat buah, baik secara tradisional maupun modern sudah banyak dilakukan, tapi hasilnya belum optimal, bahkan sering berdampak negatif bagi kesehatan.

Contohnya, penyemprotan dengan insektisida justru makin meningkatkan residu pestisida pada buah. Tingginya kandungan residu pestisida dapat berakibat fatal, tidak hanya terhadap kesehatan, tetapi juga merugikan perdagangan karena menurunnya produk pertanian yang diekspor.

Karena itu, diperlukan terobosan untuk menemukan cara pengendalian hama lalat buah secara efektif, efisien, dan ramah lingkungan. “Nah, menyikapi hal itu, sesuai dengan program Bupati Karo, pelepasan burung jalak dinilai sangat cerdas untuk memangsa hama lalat buah,” ujar Camat Kabanjahe, Drs Lesta Karo-Karo MM didampingi Sekcam Frans Leonardo Surbakti, SSTP saat melepas sekitar 50 ekor burung jalak di Desa Kandibata Kecamatan Kabanjahe, Senin (8/10).

Di hadapan puluhan warga setempat Lesta Karo-Karo mengimbau masyarakat petani agar turut menjaga burung jalak agar terhindar dari perburuan. Populasi burung jalak yang beberapa tahun belakangan terus menurun, harus menjadi perhatian semua pihak termasuk masyarakat itu sendiri.

Tidak kalah pentingnya, sambunga Karo-Karo, agar setiap perladangan masyarakat ditanam satu atau dua batang pohon kayu. Pohon kayu itu nanti banyak manfaatnya, baik bagi hama itu sendiri maupun sebagai tempat berteduh burung-burung pemangsa hama.

“Penyelamatan kehidupan lingkungan hidup dan ekosistem di dalamnya, termasuk kelangsungan berbagai jenis burung mutlak harus dilakukan untuk melestarikan rantai makanan yang selama ini terlupakan,” paparnya.

Memperbanyak burung jalak, diyakini solusi inovatif Bupati Karo yang patut diapresiasi semua pihak untuk membasmi lalat buah, yang semakin meresahkan masyarakat. Sekaligus penyebab hancurnya perekonomian rakyat, khususnya petani jeruk. “Bahkan, hama lalat buah, sekarang ini bukan lagi hanya menyerang tenaman jeruk, tapi juga sudah menyerang tanaman kopi, coklat, jagung dan tanaman lainnya,” ujar Lesta Karo-Karo.

Ditambahkan, untuk membasmi lalat buah tidak hanya jenis burung jalak ini saja dimanfaatkan dan dilestarikan, tapi masih ada jenis burung lain. “Untuk itu, kepada seluruh masyarakat pedesaan di Tanah Karo agar menghentikan perburuan, penembakan dan penjaringan terhadap segala jenis burung jalak, dengan dua ekor saja burung jalak bisa menjaga satu hektar tanaman,” terangnya.

Kepala Desa Kandibata, Abel Sembiring Pandia mengaku lalat buah yang dikenal dengan istilah “Cit-Cit” penyebab hancurnya prekonomian masyarakat, khususnya petani jeruk.

“Aksi ini harus kita dukung sepenuhnya demi memulihkan perekonomian warga masyarakat. Kita juga akan menggodok produk Peraturan Desa (Perdes) dengan materi gabungan antara produk hukum yang berisi pelestarian makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan serta kekayaan budaya lokal, hingga tujuan utama pengembangbiakan berbagai jenis burung, khususnya burung pemangsa lalat buah akan segera terwujud,” ujar Abel.

Aksi gerakan perang terhadap hama lalat jeruk yang dikumandangkan Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi Surbakti dengan cara melepaskan berbagai jenis burung di Tanah Karo mendapat tanggapan positif dari berbagai elemen masyarakat dan tentunya juga dari jajaran Pemerintah Kabupaten Karo itu sendiri.

Pada hari yang sama di depan Kantor Bupati Karo, Camat Payung, Camat Tigapanah dan Camat Dolat Rayat, melepas puluhan ekor burung jalak untuk memerangi hama lalat buah yang sudah menjadi momok bagi petani jeruk Tanah Karo.

Sebelumnya, sebanyak 60 ekor burung jenis jalak dilepaskan oleh rombongan yang terdiri dari Seketaris Camat Berastagi, Drs Minton Ketaren, Kades Rumah Berastagi, Drs Moro Purba,  Ketua Gapoktan Desa Rumah Berastagi, Terum Purba beserta warga masyarakat di salah satu lahan pertanian jeruk milik anggota Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), di Jalan Djamin Ginting Rumah Berastagi.(Andalas)

Advertisements
Categories: Pertanian
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: