Home > hukum > GMPK Desak Polres Karo Tuntaskan Kasus Dolomit

GMPK Desak Polres Karo Tuntaskan Kasus Dolomit

Penolakan pungli dolomit (Andalas)

Gerakan Masyarakat Perduli Karo (GMPK) mendesak Polres Karo menuntaskan penahan empat truk pengangkut dolomit atas laporan Josua Bangun bernomor : STPL-C/701/VII/2012/SU/RES T Karo.

Pasalnya, hingga saat ini atas penahanan oknum honorer Satpol PP Pemkab Karo berinisial PG dan oknum tenaga harian lepas Dinas Tamben berinisial TP oleh Polres Tanah Karo belum dilimpahkan ke Kejari Kabanjahe.

“Kami meminta  Polres jangan diintervensi pihak manapun, kasus ini harus tuntas dan diproses secara hukum. Termasuk mengenai upaya  Pemkab Karo melakukan perlawanan menyudutkan dalam mendaftarkan Prapidnya ke PN Kabanjahe,’’kata Perwakilan GMPK, Julianus Sembiring didampingi  Robinson Purba, Janerba Sebayang, Syafii Tarigan dan Aditya Sebayang di Kabanjahe, Rabu (10/10).

Menurutnya, dugaan upaya pembusukan yang dilakukan Bupati Karo ke Polda Sumut dinilai ‘tidak jantan’ dan mendeskreditkan. “Jangan pula disampaikan yang tidak-tidak, seolah-olah Kapolres Karo tidak bisa berkoordinasi. Inikan pendeskreditkan. Kalau salah harus ditindak sesuai hukum,” katanya.

Karena itu, sambung Julianus, pihaknya  mendukung kinerja Polres Karo dalam penegakan hukum dan khusus yang menyangkut Satpol PP yang diduga sewenang-wenang menahan truk-truk pengangkut dolomit.

Ditambahkannya, kasus yang melibatkan oknum Satpol PP dan oknum harian lepas Dinas Tamben berinisial TP yang sekarang ditangani Polres Tanah Karo perlu didukung masyarakat.

“Kami memberikan dukungan kepada kepolisian agar mengusut tuntas siapa dalang yang memerintahkan melakukan penahanan truk-truk pengangkut dolomit dan pengutipan bagi supir-supir,”tandasnya.

Ia juga menyesalkan adanya penahanan truk pengangkut dolomit oleh oknum Satpol PP.  Sebab tugas Satpol PP itu adalah menegakkan Perda, sementara Perda  yang mengatur tentang galian C dolomit belum ada,  bukannya malah menahan truk-truk dan menyetop ataupun memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan.

Menurutnya, apa bila ada Perda yang menjadi pedoman Satpol PP dalam hal galian C dolomit, seharusnya Satpol PP dalam pelaksanaan tugasnya menerapkan PP No 58 tahun 2010 tentang PPNS, bukan bertindak atas perintah bupati.

Ia memaparkan, soal aliran dana dolomit pihak ketiga terhitung September hingga 29 Desember 2011 hanya sebesar Rp 24 juta yang dimasukkan dalam kas penerimaan Pemkab Karo, Julianus meminta Pemkab Karo agar berani mempertanggungjawabkan sumbangan dolomit ketiga tersebut.

“Pengutipan dolomit  itu diduga ada kebocoran, karena aktivitas truk dolomit yang berjalan setiap harinya berjumlah sekitar  truk selama September – Desember 2011 yang seharusnya dapat menyumbangkan miliaran rupiah ke kas Pemkab Karo. Sebuah kebocoran aliran dana yang sangat besar telah dilakukan pleh penyelenggara negara akibat menyalah gunakan kekuasannya demi kepentingan pribadi dan atau kelompok,”ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, selain pengusutan dugaan tindak pidana umum soal penahanan truk pengangkut dolomit, Polres Tanah Karo juga harus mengusut dugaan tindak pidana korupsi soal aliran dana dolomit hanya Rp 24 juta yang dimasukkan dalam kas Pemkab Karo.

Di tempat terpisah Kajari Kabanjahe, Muda Huta Suhut SH kepada wartawan, Selasa (9/10) mengakui berkas atas oknum PG dan TP belum P21. “Pokoknya JPU kalau sudah memenuhi petunjuk yang disampaikan ke aparat penyidik kepolisian pasti berkasnya dinyatakan P-21 (berkas lengkap,red). Kami tidak mau memperlama berkas tersebut,” ungkapnya.(Andalas)

Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: