Archive

Archive for September, 2014

Formacap Pertanyakan Alasan Pemecatan Karo Jambi

Mengusung sejumlah poster, para pendemo menyampaikan aspirasinya di halaman gedung DPRD Karo. (SIB)

Mengusung sejumlah poster, para pendemo menyampaikan aspirasinya di halaman gedung DPRD Karo. (SIB)

KABANJAHE: Puluhan warga yang tergabung  Forum Masyarakat Cinta  Pembangunan (Formacap) datangi DPRD Karo, Senin (29/9), mempertanyakan apa alasan lembaga legislatif itu melengserkan DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti  dari jabatannya sebagai Bupati Karo beberapa bulan lalu.

Mereka mengusung sejumlah poster yang bernadakan tudingan miring terhadap Ketua DPRD Karo Efendy Sinukaban dan lembaga DPRD Karo di antaranya berbunyi,  “Apa salah DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi  Surbakti” secara hukum, kami ingin penjelasan. “Rekayasa politik dalam pelengseran Bupati Karo, Tegakkan Keadilan.  Ketua DPRD Karo dituding melanggar kode etik dewan, mendatangi SKPD  Karo. Bahkan mereka menuding Ketua DPRD Karo Efendy Sinukaban sebagai mafia proyek.

Setelah berorasi beberapa saat di halaman gedung DPRD Karo, para pendemo meminta kedatangan mereka supaya difasilitasi pihak kepolisian yang hadir terlebih dahulu berjaga-jaga supaya dipertemukan dengan pimpinan dewan.

Di dalam gedung DPRD Karo mereka diterima Ketua DPRD Karo Efendy Sinukaban didamping Eka Jaya Sitepu, Makmur Jambak, Sentosa Sinulingga, Siti Aminah br Peranginangin dan sejumlah anggota dewan lainnya.

Mereka mempertanyakan tiga hal kepada Ketua DPRD Karo Efendy Sinukaban, di antaranya apa kesalahan Kena Ukur “Karo Jambi” sehingga dia harus  dilengserkan DPRD Karo beberapa waku lalu, karena sesuai dengan salinan SK Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, tidak ada dicantumkan kesalahah DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti.

Lantas, mereka mempertanyakan  mengapa dana Alokasi Dana Desa (ADD) tidak ditampung dalam APBD Kabupaten Karo tahun anggaran 2014, karena banyak Kepdes mempertanyakan hal tersebut. Dan di tengah-tengah masyarakat  santer Ketua DPRD Karo menjadi mafia proyek untuk dibagi-bagi ke para anggota DPRD Karo sebagai imbalan dari pemakzulan Kena Ukur Karo Jambi Surbakti sebagai Bupati Karo sehingga pembangunan sampai saat ini belum berjalan sebagaimana mestinya.

Ketua DPRD Karo Efendy Sinukaban mengatakan, berbagai elemen masyarakat Karo menyampaikan aspirasi bahwa Kena Ukur  melanggar kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan norma serta etika. Lantas atas laporan itu DPRD Karo menggunakan hak dan wewenangnya mengajukan hak interpelasi untuk meminta jawaban dari Kena Ukur  Surbakti sebagai Bupati Karo. Kemudian DPRD Karo menggunakan  hak angket.

Selanjutnya DPRD Karo  melakukan penyelidikan terhadap semua laporan masyarakat . Atas hasil penyelidikan legislatif melanjutkan mengemukakan hak pendapat. Atas kesimpulan dan keputusan mengemukakan hak pendapat itu selanjutnya DPRD Karo menyampaikan berkas hasil pemeriksaan dan penyelidikan lembaga dewan ke Mahkamah Agung (MA). Setelah melalui tahap persidangan  uji materi,   MA mengabulkan atas pengaduan DPRD Karo.  Selanjutnya atas putusan itu disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri yang dilanjutkan ke Mensesneg RI di Jakarta. Dan pada 1 Juli 2014 Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Surat Keputusan pemberhentian Bupati Karo Kena Ukur  Surbakti dari jabatannya.

“Jadi bukan DPRD Karo yang memberhentikan Kena Ukur  Surbakti.  Tetapi Presiden yang paling berwewenang memberhentikan bupati dari jabatannya,” jelasnya.

Mengenai ADD, Ketua DPRD Karo menjelaskan hal itu  sudah ditampung di dalam APBD Karo TA 2014. Dan  mengenai adanya tudingan Ketua DPRD Karo mafia proyek, Effendy Sinukaban menjawaab hal itu tidak benar.

“Itu finah belaka. Mana mungkin lembaga DPRD Karo bisa mengatur paket proyek. Pengumuman tender sajapun sampai saat ini belum diumumkan , bagaimana bisa saya yang mengatur proyek sesuai yang saudara tuduhkan kepadaku, itu tidak benar, adapun saudara dengar isu miring mengenai saya, itu informasi tidak benar,” ujar Efendy.

Setelah mendapat penjelasan dari Ketua DPRD Karo  Efendy Sinukaban , para pendemo dengan tertib  meninggalkan ruang sidang. (SIB)

Categories: Pemerintahan

Ini Dia 35 Anggota DPRD Karo yang Dilantik Besok

Kantor DPRD Karo (dok)

Kantor DPRD Karo (dok)

KABANJAHE: Sebanyak 35 orang calon legislatif (Caleg) terpilih yang akan menduduki kursi di DPRD Kabupaten Karo periode 2014-2019, dijadwalkan, akan dilantik melalui pengambilan sumpah sebagai anggota DPRD, Rabu (1/10) di Ruang Paripurna Gedung DPRD Karo.

“Dijadwalkan, Rabu (1/10) 35 caleg terpilih dilantik dan pengambilan sumpah yang akan dipimpin Ketua PN Kabanjahe. Namun hingga saat ini belum diperoleh SK pemberhentian dan pelantikan Caleg terpilih. Bisa saja, Selasa (30/9) terbit,” ungkap Sekretaris DPRD Karo David Sinulingga SH kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (26/9).

Disinggung mengenai SK belum turun, David menyampaikan hanya masalah administrasi berkas saja.  Berkasnya mungkin masih di Biro Otda Pemprovsu. “Senin dijemput SK tersebut dan selanjutnya  diserahkan kepada Gubsu agar ditandatangani,” ujarnya.

Pelantikan Caleg yang terpilih dilaksanakan sederhana, karena di daerah ini masih mengalami musibah akibat erupsi Sinabung yang berkelanjutan sehingga tidak ada pemborosan anggaran.

Demikian juga, katanya, pelantikan para anggota dewan yang terpilih, tidak ada penyematan pin emas karena tidak ada undang-undang yang mengatur dan hukum yang jelas.

Lebih lanjut ia menghimbau, setiap anggota DPRD Karo yang tidak terpilih agar segera mengembalikan asset inventaris yang dipakai seperti mobil dinas karena milik negara.

Berikut nama caleg terpilih yang bakal dilantik, Effendy Sinukaban SE (PDIP), Ferianta Purba SE (Golkar), Edi Wijaya Sembiring (Gerindra), Jidin Ginting SH (Demokrat), Freddy Rico Gurning (Hanura), Mansur Ginting ST (PKPI). Martin Luter Sinulingga (PDIP),  Jun Adi Arief Bangun ST (Golkar), Thomas Joverson Ginting (Gerindra), Nora Else Sitepu (Demokrat), Wasit Ginting (Demokrat), Sukamto, SE (PAN), Herty Delima Purba SE (Hanura), Jon Karya Sukatendel (PKPI), Jaman Sembiring (Nasdem), Eldy Corona Barus (PDIP), Firman Firdaus Sitepu (Golkar), Ingan Amin Barus S.Sos (Gerindra), Prastia (Demokrat), Abdi S Depari (PAN), Perdanta Ginting (Hanura), Sarijon Bako SP (PKPI).

Selanjutnya, Iriani (PDIP), Rolly Bernant (PDIP), Ir Amri Tarigan, Junita Br Sembiring (Gerindra), Raja Urung Mahesa Tarigan (Demokrat), M Rapi Ginting (PAN), Eva Andriana br Matondang (Hanura), Dra Lusia br Sukatendel (PDIP), Frans Dante Ginting (Golkar), Inolia Br Sembiring SE (Gerindra), Edy Suranta Meliala (Gerindra), Ir Moni Pandia (Demokrat) dan Onasis Sitepu ST (PKPI). (SIB)

Categories: Pemerintahan

Pencuri Kereta Rasgim Ginting Babak Belur Dihajar Warga

Kapolsek Pancur Batu Kompol Darwin Sitepu (Analisa)

Kapolsek Pancur Batu Kompol Darwin Sitepu (Analisa)

PANCUR BATU: Seorang tersangka pencuri sepeda motor (curanmor) babak belur dihakimi massa setelah ketahuan mencuri sepeda motor milik Rasgim Ginting (37), warga Jalan Ali Parinduri dusun V, Desa Lama, Pancur Batu, Minggu (28/9) dinihari.

Tersangka diselamatkan petugas Polantas Pancur batu dan untuk perawatan dibawa ke rumah sakit.

Keterangan diperoleh, kronologi kejadian, korban memarkirkan sepeda motornya Honda Supra X di depan warnet dalam keadaan terkunci. Sewaktu hendak pergi sepedamotornya tidak ada di tempat lagi. Atas informasi warga, korban mengetahui yang menggeser sepedamotornya saat diparkir pria tidak dikenal.

Penggemar warnet ramai-ramai mengejar pria yang mendorong sepedamotor korban di Jalan Jamin Gintings dan ditangkap mereka serta dihajar hingga babak belur dan terkapar bersimbah darah.

Tersangka selamat setelah sejumlah petugas Polsek Pancur Batu dan Polantas tiba di tempat kejadian.

Kapolsek Pancur Batu Kompol Darwin Sitepu ketika dikonfirmasi menyatakan, seorang pria tidak dikenal dihajar massa diduga hendak mencuri sepedamotor di warnet Desa Lama Pancur Batu. (Analisa)

Categories: hukum

Sempat Mengungsi 7 Bulan, Martin Ginting Dapat Terios dari BRI

 Kepala Cabang BRI Karo, Ismail menyerahkan hadiah kepada pemenang undian BRI Simpedes Martin Ginting pemenang undian Simpedes di kantor camat Simpang Empat. (Analisa)

Kepala Cabang BRI Karo, Ismail menyerahkan hadiah kepada pemenang undian BRI Simpedes Martin Ginting pemenang undian Simpedes di kantor camat Simpang Empat. (Analisa)

SIMPANG EMPAT: Martin Ginting (45), warga Desa Perbaji Kecamatan Tiganderket, pengungsi Sinabung posko Surbakti dapat hadiah undian pertama mobil Terios dari BRI Simpedes unit Kecamatan Simpang Empat, Jumat (26/9).

Penyerahan hadiah utama BRI Simpedes Unit Kecamatan Simpang Empat kepada Martin Ginting yang pernah mengungsi di Desa Surbakti Kecamatan Simpang Empat selama tujuh bulan diserahkan Kepala Cabang BRI Karo, Ismail.

Ismail mengatakan, hadiah yang didapat dari simpanan Simpedes milik Martin yang membuka tabungan di unit BRI Simpang Empat saat mengungsi saldo Rp 3.000.000 dapat undian utama mobil itu bukan kesengajaan tapi berkah Sinabung, tuturnya pada wartawan saat dikonfirmasi. Tiga penabung lainnya juga dapatkan hadiah TV.

Martin Ginting menuturkan, hadiah utama yang didapatkan sungguh di luar perkiraan, mengingat saldo di tabungan hanya sedikit itupun harta yang tersisa waktu mengungsi.

Dia semula tidak percaya mendapat informasi meraih undian hadiah BRI Simpedes. Sebab, nominal angka terbatas di saldo terlebih menabung di unit Simpang Empat sebelumnya tidak terpikir, sebab unit BRI di Kecamatan Tiganderket juga ada.

Karena erupsi Gunung Sinabung dan terpaksa harus mengungsi tinggal di tenda darurat, muncul pikiran menabung uang yang di bawa dari rumah ke pengungsian di unit BRI terdekat, katanya.

“Senang bisa dapatkan hadiah utama BRI Simpedes, mungkin ini yang dinamakan berkah di balik cobaan diberikan Tuhan kepada saya,” ujar Martin. (Analisa)

Categories: Sinabung

Pengungsi Sinabung Asal Desa Kuta Gugung Sudah Boleh Pulang

Satgas tanggap darurat sinabung jemput warga asal Desa Kuta Gugung dari posko pengungsian untuk di pulangkan ke desanya, Sabtu (27/9). (Analisa)

Satgas tanggap darurat sinabung jemput warga asal Desa Kuta Gugung dari posko pengungsian untuk di pulangkan ke desanya, Sabtu (27/9). (Analisa)

BERASTAGI: Tim tanggap darurat Sinabung menjemput pengungsi erupsi gunung Sinabung asal Desa Kuta Gugung kecamatan Namanteran, untuk di pulangkan ke desanya, Sabtu (27/9).

Menyusul dalam waktu dekat semua pengungsi di luar zona merah akan dipulangkan, setelah atap rumah mereka diperbaiki. Semua pengungsi di pos pengungsian akan dikosongkan dan posko pengungsian tidak lagi menampung pengungsi.

Saat ini masyarakat dari 32 desa dan 2 dusun sekitar Gunung Sinabung masih bertahan di pengungsian tersebar di 17 titik Pos Pengungsian sebanyak 3.572 jiwa, ungkap Dandim 0205/TK Letkol Asef S Dansatgas Sinabung pada Analisa Minggu (28/9).

Hingga setahun lebih situasi Gunung Sinabung meletus hingga kini belum dapat diprediksi kapan berakhir. Status Siaga (Level III) dengan radius zona merah radius 3 Km. Setiap hari guguran, gemuruh, tremor masih terus terjadi. Berpatokan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dijadikan sebagai dasar dalam melaksanakan aktivitas masa tanggap darurat ini.

Warga masih di pengungsian ada 4 desa dan 1 dusun (Desa Guru Kinayan, Kuta Tonggal, Berastepu, Gamber dan Dusun Sibintun). Setelah status Gunung Sinabung normal warga dari empat desa satu dusun juga akan dipulangkan, dan tiga desa wajib direlokasi Desa Bekerah, Simacem, Suka Meriah.

Sebelum direlokasi warga desa menerima sewa rumah, sewa lahan dan uang jaminan hidup dari pemerintah. Pemulangan pengungsi sendiri menggunakan truck TNI, Polri ada kendaraan masing-masing.

Saat ini posko utama satgas tanggap darurat erupsi Gunung Sinabung di pendopo Bupati Karo. Prinsipnya bersama Pemkab, BPBD membantu para pengungsi tidak mengenal lelah, dan hari libur pelayanan ke pengungsi tetap dilakukan.

“Pelayanan bagi pengungsi kita lakukan antar jemput anak sekolah, perbaikan atap rumahyang rusak dan sebagainya. Kita berharap pengungsi yang telah kembali ke desa segera bangkit optimis, sabar, yakin bahwa kehidupan bisa lebih baik. Dan bagi masih di hunian sementara dukungan moral terkait ketetapan pemerintah harus diikuti sehingga proses relokasi segera terlaksana,” kata Letkol Asef S.

Pada seluruh warga, lanjutnya, selaku Dansatgas mengimbau dan mengingatkan siapapun dilarang memasuki zona merah (kawasan bahaya), ikuti seluruh aturan sesuai rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi agar terhindar dari ancaman awan panas, dan lahar dingin yang sewaktu-waktu bisa terjadi. (Analisa)

Categories: Sinabung

Duh, Ada Ladang Ganja di Namanteran

Tersangka MS (tengah) memperlihatkan ganja miliknya yang ditanam di ladang milik orang lain. (SIB)

Tersangka MS (tengah) memperlihatkan ganja miliknya yang ditanam di ladang milik orang lain. (SIB)

KABANJAHE: Polres Tanah Karo menemukan ladang ganja di perladangan Lau Ketik, Desa Sukanalu Teran, Kecamatan Namanteran, Jumat (26/9)  dan mengamankan barang bukti 31 batang ganja.

Penemuan itu atas informasi dari masyarakat yang selanjutnya ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan di lokasi dan mengerahkan puluhan personil dari Satuan Serse dan Narkoba.

“Dari hasil pengembangan  di lapangan pemilik barang haram itu berinisial MS (33) warga desa tersebut. Puluhan batang ganja itu setinggi 1 hingga 2 meter  berumur 8 bulan dan diperkirakan sudah dipanen sebelumnya,” ujar Kasat Narkoba AKP Syarifuddin Lubis di ruang kerjanya, Jumat (26/9).

Ia menambahkan, dari hasil penyelidikan dan pengembangan, ternyata MS  saat ini berstatus sebagai tahanan  kasus judi. MS   mengakui   ganja yang ditemukan tersebut adalah miliknya. “Saat diinterogasi tersangka MS  mengakui bahwa ganja itu miliknya,” ungkapnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan MS saat  menulis judi Togel di satu warung kopi  Desa Aek Popo, Kecamatan Merek, Kamis (11/9) lalu, bersama  dua tersangka lainnya dengan kasus yang sama. Dari MS disita uang Rp 200 ribu, kupon dan rekapan Togel.

Lebih lanjut dikatakan,  pihaknya  terus melakukan pengembangan terkait penemuan ladang ganja tersebut.

Sementara, MS di ruang Sat Narkoba mengakui 31 batang ganja itu miliknya “Saya menanam ganja itu di ladang milik orang lain dan belum pernah memanen ganja itu.  Saya rasa ganja itu sudah banyak yang dicuri orang. Ratusan batang ganja masih ada di ladang itu,” ujar tersangka MS. (SIB)

Categories: hukum

Tak Pernah Menilang, Aiptu Sastra Meliala Dapat Tumpeng

Ilustrasi (www.tribunnews.com)

Ilustrasi (www.tribunnews.com)

KABANJAHE: Gelar syukuran HUT ke-59 Polisi Lalu Lintas (Polantas), Kasat Lantas Polres Tanah Karo, AKP Toni Irwansyah, memberikan Pin Pelopor keselamatan berlalu lintas kepada Kapolres  Tanah Karo, AKBP Albert T  Sianipar dan instansi serta lembaga swasta mitra kerja polisi, Senin (22/9) di aula pur-pur sage Mapolres Tanah Karo Kabanjahe.

Acara syukuran diwarnai dengan pemotongan nasi tumpeng itu juga diberikan piagam penghargaan kepada anggota polisi lalu lintas terbaik untuk Tanah Karo, yakni kepada Brigadir Jonas Ginting Munte dan Aiptu J Simanjuntak.

Hadir dalam acara itu, Wakapolres Tanah Karo Kompol A Sinurat, Kadis Perhubungan Pemkab Karo  Drs Lesta Karo-Karo MM, Kadis Kesehatan Dr Jansen Peranginangin, para Kabag, Kanit dan Kapolsek serta seluruh anggota Satlantas di jajaran Polres Tanah Karo.

Kapolres AKBP T Sianipar mengatakan acara ini bertepatan dengan hari jadinya Satuan Polisi Lalu Lintas ke-59. Untuk itu, diimbau kepada seluruh personil Satlantas Polres Tanah Karo supaya lebih  meningkatkan kinerjanya sesuai dengan tupoksi masing-masing sehingga terjalin kerja sama yang baik, baik di lapangan maupun anggota di kantor.

Sementara Kasat Lantas Polres Tanah, Karo AKP Toni Irwansyah SH mengatakan, tepat hari ini (22/9) umur kita dalam arti kata usia polisi lalu lintas (Polantas) sudah mencapai 59 tahun.

“Untuk itu, kita harus tingkatkan kinerja kita masing-masing. Karena sebagai anggota polisi, cara kerjanya siang dan malam untuk menjaga ketertiban umum,” ujarnya.

Yang menarik perhatian hadirin, di sela acara itu, Kapolres memberikan nasi tumpeng kepada dua personel Satlantas Polres Tanah Karo yang tidak pernah menilang kendaraan bermotor, karena keduanya petugas Baur Sim di Polres Tanah Karo. Kedua anggota Satlantas yang menerima nasi tumpeng itu yakni, Aiptu Sastra Sembiring Meliala  dan Aiptu waktu Sembiring sabagai Danton harian. (Andalas)

Categories: Sosial