Home > Kesehatan > Dr Yosia Ginting: Gejala Ebola Mirip dengan Malaria

Dr Yosia Ginting: Gejala Ebola Mirip dengan Malaria

Pantauan CCTV pasien suspect ebola di RSUP Adam Malik (Medan Bisnis)

MEDAN: Tim dokter sudah dua kali mengirimkan sampel darah NN (57) warga Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang terkena suspect Ebola ke Balitbang Kesehatan di Jakarta.

“Sesuai perintah dari Kementerian Kesehatan RI, kami diminta mengirim sampel darah tiga kali. Sudah dua kali dikirim, kemarin dan hari ini. Besok sekali lagi dikirim. Mudah-mudahan dalam tiga hari ini kita sudah dapat kepastian apakah Ebola atau tidak, supaya kita bisa membuat sikap. Sekarang, kita waspada Ebola,” kata Dr Yosia Ginting SpPD KPTI Finasim di RSUP H Adam Malik Medan, Selasa (9/9).

Dikatakannya, kondisi NN positif menderita malaria berat (malaria palsifarum) mulai membaik, namun belum sadarkan diri di ruang isolasi RSUP H Adam Malik Medan. NN merupakan seorang supervisor di perusahaan mie instan di Nigeria. Ia sudah 4 tahun betugas di sana.

Berdasarkan data yang diperoleh pihak rumah sakit, NN pulang dari Nigeria dan tiba di bandara KNIA, Sabtu (27/8), pukul 12.00 WIB, kemudian mengalami demam dan hilang kesadaran.

“NN mulai dirawat di RSUP H Adam Malik mulai Minggu (7/9) setelah dirujuk dari RSUD Lubuk Pakam. Dia mengalami demam dan penurunan kesadaran. Setelah kami periksa ada tanda-tanda malaria berat dengan gangguan fungsi otak, atau mengalami malaria serebral atau malaria otak,” jelas Yosia.

Dikatakannya, diagnosa NN mengalami malaria didasarkan pada ciri-ciri fisik, matanya menguning, sedangkan hati dan limpanya membesar. Dari pemeriksaan darahnya juga sudah terlihat gangguan fungsi ginjal dan hati. Selain itu, ditemukan infeksi paru-paru. Karena itu, tim medis semakin yakin NN mengalami malaria berat.

Untuk menangani penyakit NN, kata Yosia, tim medis telah memberikan obat malaria. Namun, karena dia diketahui baru pulang dari Nigeria, mereka tetap mewaspadai penyakit Ebola. “Kita tidak boleh lupa Ebola. Gejala Ebola mirip dengan malaria. Jadi kalau ada pasien gejala malaria datang dari Nigeria harus kita periksa Ebolanya,” sambung Yosia.

Begitupun, Yosia berharap hasil pemeriksaan sampel darah NN nantinya negatif Ebola. “Jika sudah negatif, berarti sudah aman,” tambah Yosia. Harapan yang sama disampaikan putra NN, Dedi (41).

Dedi tidak yakin bapaknya mengidap Ebola. Sebab, bapaknya sempat mengajak seluruh keluarga ke Tapanuli Selatan dan Padang, Sumatera Barat.

Setahu Dedi, bapaknya mengidap demam berdarah dengue (DBD), sesuai hasil pemeriksaan di rumah sakit sebelumnya. “Bukan Ebola ini, di RS Haji hasilnya DBD,” katanya. Ia mengakui bapaknya langsung sakit setibanya di Indonesia.

“Dari Kualanamu pada 27 Agustus, bapak langsung ke RS Tri Murti Setia, Tembung dengan membawa mobil sendiri. Rumah sakit itu langganan bapak kalau sedang sakit. Bapak kami sempat dirawat di tempat itu satu malam,” jelas Dedi.

Beberapa hari kemudian, NN kembali mengeluh sakit dan kehilangan kesadaran. Ia sempat dirawat di RS Haji, Medan Estate, dan RSUD Lubuk Pakam. “Tapi di dua rumah sakit itu penuh, makanya dibawa ke sini (RSUP H Adam Malik-red),” sambung Dedi.

Sulung dari lima bersaudara ini memaparkan, bapaknya sudah 4 tahun bekerja di Nigeria. Dia ditugaskan perusahaan makanan Indonesia di sana. “Bapak saya kerja di perusahaan mie instan. Sejak 4 tahun lalu ditugaskan di Nigeria sebagai pengawas. Biasanya tiap 6 bulan sekali ayah pulang,” ungkapnya. (SIB)

Categories: Kesehatan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: