Home > hukum > Rumah Pengungsi Sinabung di Desa Bekerah Disatroni Maling

Rumah Pengungsi Sinabung di Desa Bekerah Disatroni Maling

Kepala Desa Bekerah Naik Sembiring menunjukkan salah satu rumah warga yang dibongkar maling setelah ditinggal mengungsi. (SIB)

SIMPANG EMPAT: Rumah warga di sekitar  Desa Bekerah, Kecamatan  Naman Terang, Kabupaten Karo, yang ditinggal mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung disatroni maling. Warga desa tersebut mengamankan dua orang yang diduga pelaku pencurian masing-masing JG (20) dan SPS (20), Sabtu (6/9).  Keduanya pun diserahkan ke Polsek Simpang Empat untuk diproses lebih lanjut.

Kepala Desa Bekerah, Naik Sembiring didampingi dua warganya, Kasman Sitepu dan Sapari Pelawi kepada wartawan, Senin (10/9) mengatakan, mereka mendapati JG dan SPS di sekitar Desa Suka Nalu sedang membawa sejumlah jerajak besi.

Sapari, meminta 1 besi dan dibawa ke Pos Pengungsian eks Universitas Karo (UKA) untuk diperlihatkan kepada warga yang mengaku jerjak besi rumahnya di Desa Bekerah telah hilang. Saat ditunjukkan, warga yang kehilangan tersebut mengatakan, besi tersebut bukan miliknya. Namun, ada sejumlah besi berukuran kecil yang memang disuruhnya diambil JG dan SPS.

Setelah keduanya diserahkan ke Polsek Simpang Empat, sejumlah warga berangkat ke Desa Bekerah (sekitar 3 Km dari puncak kawah Sinabung) menggunakan sepeda motor sekira pukul 02.00 WIB dinihari. Setelah itu, barang bukti berupa jerajak besi dibawa ke Polsek Simpang Empat.

“Kita sudah berkordinasi dengan pemilik rumah yang dimaling, dan dikatakan langsung saja diadukan ke polisi karena pemilik rumah masih berada di Medan. Namun, ketika kami hendak membuat laporan, petugas Polsek Simpang Empat mengatakan, ditunggu saja pemilik rumah itu yang membuat pengaduan,”ujar Kasman Sitepu dan Sapari Pelawi.

Pantauan wartawan, terlihat hampir semua rumah ada bekas dirusak, baik di bagian pintu, jendela maupun atapnya. Ketika dimasuki, rumah tersebut sudah acak – acakkan bekas dibongkar orang, dan terlihat di sebuah lokasi tumpukan besi – besi dan harta benda milik warga dikumpulkan di sebuah lokasi di desa tersebut.

Dikatakan Kasman, hampir 80 persen rumah warga di Desa Bekerah sudah dimasuki maling. Benda – benda berharga milik warga sudah tidak berada di tempat seperti, pipa air paralon sebanyak 300 buah, tabung gas elpiji lebih kurang 100 buah, parabola 14 buah, meteran listrik 5 buah, kabel PLN lebih kurang 200 meter, mesin pompa, peralatan aset milik desa, seperti piring, tikar dan peralatan masak serta ternak dan  tanaman warganya.
“Semuanya sudah hilang sejak beberapa bulan lalu, akibatnya kerugian ditaksir ratusan juta rupiah,” ujar Kasman.

Terpisah Kapolsek Simpang Empat AKP Irianto ketika dikonfimasi di Mapolsek mengatakan, belum ada warga yang membuat laporan atas pencurian itu.
“JG dan SPS masih diamankan untuk menghindari amukan massa. Kita belum melakukan penahanan terhadap keduanya,” ujar Kapolsek.

Saat ditanya apakah sudah ada petugas yang mengecek ke Desa Bekerah, Irianto mengatakan belum ada, karena desa tersebut masuk ke zona merah. “Kita belum ada mengecek ke sana, itu kan kawasan zona merah dan dilarang untuk dimasuki. Nanti kalau terjadi apa – apa kami juga yang ditegur atasan,” ujarnya. (SIB)

Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: