Home > Sinabung > Pemprovsu dan Kemenko Polhukam Bahas Penanganan Pengungsi Sinabung

Pemprovsu dan Kemenko Polhukam Bahas Penanganan Pengungsi Sinabung

sukameriah1

Sukameriah, salah satu desa yang terdampak erupsi Sinabung (Endro Lewa)

MEDAN: Sekdaprovsu H Nurdin Lubis meminta penanganan erupsi Gunung Sinabung segera  direalisasikan. Hal itu diungkapkannya saat menerima kunjungan Tim Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Ham (Polhukam) I Gede Sumerta didampingi Yulizar, Kamis (11/9) di Kantor Gubsu.

Pada pertemuan itu, Sekda didampingi Asisten Pemerintahan Hasiholan Silaen , Kepala BPBD Provsu Saleh Idoan Siregar dan sejumlah Kepala SKPD terkait, delegasi Basarnas, Kepala BPBD Kabupaten Karo Subur Tambun.

Menurut Nurdin, permasalahan penanganan erupsi Gunung Sinabung sudah cukup lama dan masih ditemukan kendala-kendala di lapangan. Saat ini, katanya jumlah pengungsi sekitar 7.572 jiwa  terdiri dari 2210 kepala keluarga ( KK) yang berasal dari desa berada pada radius 5 Km dari Gunung Sinabung dan tidak lagi masuk dalam zona merah. “Tidak bisa kembali ke desa karena kondisi rumah belum dapat ditempati,” katanya.

Dia juga menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi pasca penanganan bencana  erupsi Gunung Sinabung, yakni pengungsi yang berasal dari 7 desa ditambah  1 dusun (Sigarang-garang, Kuta Rayat, Kuta Gugung, Sukanalu, Kuta Tengah, Kebayaken, Selandi Baru, dan Dusun Lau Kawar) yang berjumlah 7.572 jiwa/2.210 KK telah direkomendasi PVMBG sudah boleh kembali ke desa.

Tetapi karena atap rumah belum diperbaiki, masyarakat masih berada di pengungsian. “Dibutuhkan 150.000 lembar seng untuk perbaikan,” ujarnya.

Lanjutnya, relokasi 3 desa (Bekerah, Simacem dan Sukameriah)  yang diperkirakan 1.212 jiwa/370 KK belum dapat terlaksana.

Karena belum terbitnya rekomendasi pembebasan lahan yakni untuk akses jalan kurang lebih 4,8 Ha (12m x 3600 m), 250 Ha lahan relokasi dari kawasan agropolitan menjadi kawasan permukiman bagi pengungsi dan 450 Ha kawasan hutan produksi untuk lahan pertanian masyarakat pengungsi. “Untuk proses relokasi ini pemerintah akan membentuk tim untuk proses rekomendasi/ijin,” ujarnya.

Nurdin mengharapkan pertemuan dengan Tim Menko Polhukkam menghasilkan masukan-masukan yang dapat mempercepat penyelesaian permasalahan korban erupsi Sinabung.

Kepala Dinas PU Bina Marga Provsu Effendy Pohan menginformasikan ada jalan alternatif yang bisa digunakan yaitu antara Kabupaten Karo dan Langkat. Akses jalan ini telah lama dibuka.

Namun karena melintasi kawasan Gunung Leuser (hutan lindung) sampai saat ini belum ada ijin pemakaiannya.  “Akses jalan ini sangat diperlukan pasca bencana maupun untuk antisipasi bencana dimasa mendatang.

Oleh karenanya kami mengharap untuk dibantu proses percepatan rekomendasinya,” ujarnya. (SIB)

Categories: Sinabung
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: