Home > hukum > Suami Ditembak, Istri Riduan Surbakti Lapor ke Propam

Suami Ditembak, Istri Riduan Surbakti Lapor ke Propam

Ilustrasi (Tempo)

Ilustrasi (Tempo)

DELITUA: Terkait kasus penembakan yang mengakibatkan tewasnya seorang tersangka, pihak Polsek Delitua dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut, Selasa (16/9).

Tersangka Riduan Surbakti (43) warga Jalan Parang I No 27, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, ditembak di Jalan Sedap Malam III, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Senin (10/9) malam lalu.

Laporan itu dibuat Lenni istri Riduan Surbakti didampingi keluarganya dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan. Laporan Lenni diterima oleh Brigadir Sigalingging dengan nomor STPL : 125/IX/2014/Propam.

Ibu dua anak tersebut mengatakan, yang dilaporkannya adalah Kapolsek Delitua Kompol Anggoro Wicaksono SH SIK dan Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu SH.

Menurut Lenni, penembakan suaminya merupakan perbuatan yang tidak manusiawi dengan melakukan tindakan pidana. Sebab, Riduan masih memiliki tanggungan anak dan istri.

Penembakan tersebut dilakukan dengan cara ditempel (jarak dekat, red), bukan dari jarak jauh.

“Aku yakin itu ditembak dengan cara ditempel. Mana mungkin kalau dari jarak jauh pelurunya bisa ditemukan di ulu hati, bagaimana bisa peluru jalan sendiri kalau yang ditembak itu paha kanan suami saya,” lirih Lenni menangis.

Sementara pendamping korban dari LBH Medan, yakni Seftian Fujiansyah Chaniago SH, Andri Tanjung, SH, Armada Sihite SH dan Irfan Syahputra SH menyebutkan, Riduan Surbakti dilaporkan ke Polsek Delitua dengan tuduhan pengerusakan rumah.

Namun mirisnya, selama Riduan menjadi terlapor di Polsek Delitua tidak pernah mendapat surat panggilan, baik itu sebagai saksi maupun tersangka.

“Anehnya, korban (Riduan, red) saat menjadi terlapor, sekalipun tidak pernah mendapat surat panggilan dari Polsek Delitua. Pihak kepolisian langsung melakukan penggerebekan hingga membuat korban lari karena dikejar-kejar,” sebut Seftian.

Sementara mewakili keluarga korban, Harun mengatakan, saat penembakan itu Riduan Surbakti mengendarai sepeda motor RX King dari rumahnya. Riduan singgah di warung Oneng membeli  makanan ringan untuk anak-anaknya.

Namun tiba-tiba dari dalam mobil Kijang merah turun dua pria mengejar Riduan hingga membuat terbirit-birit. Saat hendak melompati tembok, terdengar suara letusan senjata api dua kali.

Beberapa saat kemudian, para petugas terlihat menggotong Riduan menuju mobil Patroli dengan kondisi kaki kanan berdarah, kemudian  diboyong ke RS Bhayangkara Medan.

Sebelumnya, Kaposek Delitua Kompol Anggoro Wicaksono membantah Riduan ditembak dari jarak dekat. Menurut dia, personil Polsek Delitua sudah melakukan tugasnya sesuai dengan standart operasional prosedur (SOP).

Mulanya, petugas mendapat informasi Target Oprasi (TO) Polsek Delitua akan bertransaksi narkoba. Karena itu dilakukan pengejaran. Dua kali tembakan peringatan tidak diindahkan Riduan.

“Pas kita dapat informasi, Kanit Reskrim sudah koordinasi dengan saya dan saya izinkan. Namun ketika drama pengakapan itu berlangsung, pelaku memang bandal, dia lari. Kita sudah berikan tembakan sebayak dua kali keudara. Tapi dia terus berlari, ya ditembak sama petugas kita, di mana salahnya,” terang Anggoro.

Dijelaskannya, saat itu anggotanya  mendatangi lokasi karena mengembangkan kasus perampokan wartawan sambil membawa  tersangka bernama John Badak.

“Pelaku rampok itu pun juga melihat polisi menebaknya. Seperti apa kejadiaan itu,” akunya. (Andalas)

Categories: hukum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: