Home > Sinabung > Setahun Sinabung Belum Berhenti Bertarung

Setahun Sinabung Belum Berhenti Bertarung

Tumpukan material Gunung Sinabung pascabanjir lahar di Desa Guru Kinayan, Karo, Sumut, 13 September 2014. Setahun erupsi Gunung Sinabung yang menjatuhkan 16 korban jiwa hingga kini masih menunjukkan aktivitas dengan munculnya lava pijar dan luncuran awan panas. (Kompas)

Tumpukan material Gunung Sinabung pascabanjir lahar di Desa Guru Kinayan, Karo, Sumut, 13 September 2014. Setahun erupsi Gunung Sinabung yang menjatuhkan 16 korban jiwa hingga kini masih menunjukkan aktivitas dengan munculnya lava pijar dan luncuran awan panas. (Kompas)

Pertengahan September 2013, ribuan orang yang bermukim di Gunung Sinabung tersentak dari tidur lelap, mereka bergegas meninggalkan desa menuju lokasi aman. Ya, pada dini hari yang dingin itu, mereka dikejutkan letusan Gunung Sinabung.

Setahun sudah secara berkesinambungan erupsi terjadi, warga kaki gunung di Bumi Turang seakan menelan beribu pil pahit. Tak hanya sekadar merusak rumah dan ribuan hektar lahan pertanian, Sinabung sang gunung petarung ini juga menewaskan 16 jiwa yang terkena awan panas di Desa Sukameriah pada 1 Februari 2014.

Muntahan-muntahan lava pijar tetap saja terlihat di malam hari, bahkan di jarak sekitar 3-6 kilometer suara gemuruh Sinabung bagaikan orang mengorok kala tertidur pulas, yang kerap terdengar siang dan malam hari.

Petugas Pos Pemantau Gunung Api Sinabung menetapkan zona larangan masuk kawasan. Namun, sebagian warga kaki gunung tetap saja berani masuk dan beraktivitas hingga di radius 3 kilometer.

Sebagian warga berani masuk, bahkan ada yang nekat menetap di kediaman yang masuk zona merah. Kendati banyak juga yang tidak bisa menetap terpaksa meninggalkan kampung untuk kembali ke rumah-rumah sewa yang diberikan pemerintah sebagai kompensasi sementara.

Anugerah Sembiring, 47 tahun, warga Desa Guru Kinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, lebih memilih membenahi rumahnya. Dari uang sewa rumah dan sewa lahan sebesar Rp 3,8 juta, ia membeli seng dan membenahi ladang untuk tanam.

Saat ini sebanyak 7.572 jiwa pengungsi erupsi Gunung Sinabung dari tujuh desa di tiga kecamatan masih menempati 18 pos penampungan yang disediakan pemerintah. Berdoa agar Sinabung reda dan kembali normal selalu mereka panjatkan kepada Tuhan, dengan harapan agar kelak kembali berdampingan dengan gunung untuk menjalani hari.

Tak satupun makhluk bumi mengetahui kapan waktunya Sinabung akan berhenti “Bertarung”. (Kompas)

Categories: Sinabung
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: