Home > Sinabung > Akses Jalan Sepanjang 3,8 Km Menuju Lahan Relokasi di Siosar Belum Dapat Izin Menhut

Akses Jalan Sepanjang 3,8 Km Menuju Lahan Relokasi di Siosar Belum Dapat Izin Menhut

Gubsu H Gatot Pujo Nugroho menyurahkan bantuan pengungsi Sinabung senilai Rp 400 Juta yang diterima secara simbolis Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH. (SIB)

Gubsu H Gatot Pujo Nugroho menyurahkan bantuan pengungsi Sinabung senilai Rp 400 Juta yang diterima secara simbolis Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH. (SIB)

KABAN JAHE: Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST mengatakan hingga saat ini Kementerian Kehutanan RI belum menerbitkan pemanfaatan akses jalan demi kepentingan relokasi bagi pengungsi erupsi Sinabung di kawasan hutan Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

“Pemprovsu melalui Kadis Kehutanan Sumut telah mengajukan permohonan ke Menhut RI soal  pemanfaatan akses jalan menuju relokasi yang idealnya sepanjang  3,8 Km dan lebar 12 M.  Sehingga harus ada klausa persetujuan izin dari Menhut RI untuk penggunaan akses jalan sepanjang 3,8 Km  dan lebar 12 M,” ujar Gubsu kepada SIB saat diwawancarai di sela-sela meninjau Posko Tanggap Darurat Erupsi Sinabung di Jambur Pendopo Pemkab Karo, Senin (13/10) petang.

Kedatangan Gubsu itu disambut Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Kapolres Tanah Karo AKBP Victor Togi Tambunan SH SIK, Sekda dr Saberina br Tarigan dan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Karo.

Meski demikian, katanya, Pemprovsu dan Pemkab Karo  telah sepakat  tidak boleh ada hambatan dalam melaksanakan relokasi, meski belum terbit izin akses jalan dari Menhut sepanjang 3,8 Km dan lebar 12 M.

“Akses jalan lain sebenarnya sudah ada berdasarkan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) yang telah diterbitkan Bupati Karo dan telah menerbitkan SK tentang penetapan lahan pemukiman akibat bencana erupsi Gunung Sinabung yang dipusatkan di Kawasan Merek dengan zonasi peruntukan ruang untuk pemukiman,” ungkapnya.

Menurutnya, perencanaan, penyiapan lahan dan pembangunan sarana prasarana sedang berjalan. Lokasi pemukiman sudah dipastikan di areal hutan produksi Siosar seluas 30 ha ditambah 450 ha pinjam pakai selama 20 tahun sebagai lahan pertanian dengan tetap memprioritaskan peran fungsi Agropolitan pada lokasi Areal Penggunaan Lain (APL).

“Ini mekanisme prosedural agak lama. 250 HA agropolitan difungsikan dulu sebagai fungsi lahan penanganan pengungsi yang direlokasi. Artinya 30 ha untuk hunian dan 220 HA untuk lahan pertanian pengganti yang kena musibah erupsi Sinabung,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, tidak ada kata berhenti penangananan relokasi bagi pengungsi erupsi Sinabung dan tidak boleh ada hambatan dalam penanganan tersebut.

Pada kesempatan itu Gubsu juga memberikan bantuan sembako dan biaya operasional senilai Rp 400 juta yang bersumber dari biaya tak terduga  untuk penanggulangan bencana erupsi Sinabung yang diterima secara simbolis Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana. Selain itu Pemprovsu juga akan memberikan masker sebanyak 30 ribu.

Disebutnya, sewa lahan dan rumah pada bulan Desember mendatang telah habis. “Sementara relokasi belum selesai, sewa lahan selesai 6 bulan mendatang. Ke depannya kita mengajukan pihak BNPB supaya bersedia menambahkan sewa rumah dan lahan sebesar Rp 2 juta/KK,” ujarnya.

Terkait akses jalan menuju areal relokasi pemukiman pengungsi, pihak Gubsu sudah mengusulkan kepada Kementerian Kehutanan, namun hingga saat ini belum mendapat kepastian dari pihak Kementerian Kehutanan.

Ia juga mengimbau masyarakat supaya tidak panik dan jangan lupa berdoa kepada Tuhan agar erupsi ini segera berakhir dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasanya.

Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengucapkan terimakasih atas arahan, masukan dan bantuan yang diberikan Gubsu. “Kami akan bekerja semaksimal mungkin dalam penanganan bencana erupsi Sinabung ini, diharapkan dalam waktu dekat ini semua permasalahan tekait penanganan relokasi pemukiman pengungsi dapat segera selesai,” pungkasnya.

Selanjutnya Gubsu dan rombongan pejabat teras Pemprovsu didampingi Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Kapolres Tanah Karo AKBP Victor Togi Tambunan SH SIK meninjau Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat.

Pantauan wartawan usai Gubsu dan rombongan meninjau di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung terjadi guguran erupsi Sinabung di simpang Guru Kinayan Payung. Jarak pandang mencapai 30 meter, jalan berabu sehingga sulit dilalui bagi pengguna kendaraan.

Konvoi terganggu karena masyarakat menaruh batu gundukan di badan jalan dan tong sehingga arus lalu-lintas satu arah dan sulit berpapasan bagi pengemudi khusus di rumah penduduk dari Desa Payung sampai Berastepu. (SIB)

Categories: Sinabung
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: