Home > Sinabung > Pengungsi Sinabung Curhat Ke Gubernur Sumut

Pengungsi Sinabung Curhat Ke Gubernur Sumut

Gubsu saat bertemu pengungsi Sinabung. (Bisnis)

Gubsu saat bertemu pengungsi Sinabung. (Bisnis)

KABAN JAHE: Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mendatangi para pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Senin (14/10/2014).

Selain memantau penanganan para pengungsi, kedatangannya itu juga untuk memberikan bantuan Pemprovsu berupa dana Rp400 juta, 85 ton beras, 30 ribu masker dan 200 paket pangan di Posko Utama Pengungsi Jl.SM Raja Kabanjehe.
“Bantuan yang sangat bermanfaat ini semoga dapat mengobati keluh kesah masyarakat yang mengungsi,” ucapnya saat menyerahkan bantuan. Bantuan diterima oleh Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana yang didampingi Sekda Karo Saberina beserta anggota Forum Komunikasi Daerah Karo.
Dalam kesempatan itu Terkelin melaporkan, sejak erupsi pada 5 oktober lalu, abu vulkanik sudah menyebar ke 6 kecamatan. Saat ini masyarakat mengungsi di 15 pos dan para siswa sebagian diliburkan karena ditakutkan abu dapat mengganggu kesehatan.
“Masalah kebutuhan yang mendesak bagi para pengungsi adalah bantuan beras karena selama di pengungsian mereka tidak bisa bekerja dan mencari nafkah. Apalagi Stok beras di Pengungsian semakin menipis. Bantuan 80 ton beras dari Pemprovsu diharapkan dapat segera disalurkan guna menjamin kebutuhan pangan pengungsi,” kata Terkelin.
Usai memberikan bantuan, Gubsu langsung meninjau lokasi pengungsian sekaligus areal pertanian warga di Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung yang berjarak 5,5 km dari gunung. Disana Gubsu tidak hanya diguyur abu vulkanik, tetapi juga disambut tangisan warga.
Seorang ibu yang menyongsong kehadiran Gubsu mengadukan kerugian yang diderita akibat guyuran debu hingga menyebabkan gagal panen. “Perhatikanlah kami, kekurangan kami, bagaimana keadaan kami saat ini, lanai teralaken (tidak tahan lagi atau tidak sanggup lagi),” ucap Diana Beru Ginting.
Melihat lahan pertanian yang rusak dan mendengar keluh kesah para pengungsi, Gatot memerintahkan Pemkab Karo agar melakukan antipasi gagal panen terhadap 40 KK yang tanamannya terancam gagal panen.
“Kita minta kepada Pemkab Karo agar melakukan penyiraman terhadap tanaman guna mengantipasi gagal panen,” ucap Gubsu. Bantuan anggaran Rp 400 juta dari Pemprovsu menurutnya bisa digunakan untuk operasional mobil pemadam kebakaran, menyiram debu di lahan pertanian, jalan maupun pemukiman warga dan fasilitas lainnya.
“Uang ini berasal dari Anggaran Tidak Terduga (TT), digunakan diantaranya untuk biaya operasional mobil pemadam kebakaran yang akan melakukan penyiraman terhadap rumah warga, sekolah dan lahan pertanian. Sehingga bagi para pelajar tidak terganggu oleh abu,” terang Gubsu.
Untuk itu Pemprovsu mengkoordinasikan bantuan armada Mobil Pemadan Kebakaran (Damkar)  dari berbagai kabupaten di sekitar Karo untuk membantu penyiraman debu.
Di lokasi sudah beroperasi beberapa mobil baberasal dari Kabupaten Karo, Kabupaten Langkat, Kabupaten Phakpak Barat, Dairi dan Kota Medan. Namun diakui Gubsu, jumlah armada damkar masih kurang sehingga pihaknya menghimbau agar kabupaten kota lainnya seperti Deliserang dapat ikut membantu.
Dalam kesempatan itu Gubsu juga meminta kepada seluruh masyarakat Karo yang berada dipengungsian agar bersama-sama berdoa agar erupsi Gunung Sinabung berhenti. “Kepada seluruh masyarakat yang berada disini, yang paling terutama marilah kita berdoa, karena letusan ini terjadi atas kehendak tuhan,” imbuhnya.
Untuk lahan relokasi, lanjut Gubsu, sudah ditetapkan lahan hunian seluas 30 ha oleh bupati. Pada prosesnya, sudah diterima Izin Pemanfaaran Kayu (IPK) dari Dinas Kehutanan karena dilahan relokasi masih banyak terdapat pepohonan yang harus ditebang.
Namun untuk membangun akses ke lokasi pemukiman yang direncanakan tersebut sepanjang 3,8 km masih menunggu izin menteri kehutanan. Mengingat kebutuhan pengungsi yang sudah mendesak, Gubsu meminta proses pembangunan pemukiman bisa dilaksankana segera tanpa menunggu keluarnya izin menteri namun memanfaatkan akses yang sudah ada berupa izin pemanfaatan kayu (IPK) yang sudah dikeluarkan.
Sementara Bupati Karo Terkelin Berahmana melalui Kadis Pertanian mengatakan Relokasi akan dimaksimalkan dan dimulai November dan ditargetkan selesai 2015 awal. (Bisnis)
Categories: Sinabung
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: