Home > Sinabung > Sinabung ‘Lanai Teralaken’

Sinabung ‘Lanai Teralaken’

Pengungsi Sinabung (Waspada)

Pengungsi Sinabung (Waspada)

KABAN JAHE: Walaupun sepanjang hari ini, erupsi Gunung Sinabung mengalami penurunan dan hanya terjadi sekali erupsi, hari ini dibanding, Minggu kemarin, ribuan pengungsi Sinabung dan warga di sekitar kaki Gunung Sinabung Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara masih khawatir akan aktivitas Gunung Sinabung.

Selain khawatir akan erupsi Sinabung, pengungsi dan warga di kaki gunung tersebut sangat mengharapkan bantuan untuk mengurangi beban. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Jhonson Tarigan mengatakan, masker dan obat tetes tersebut diperlukan karena debu vulkanik erupsi gunung Sinabung itu masih berterbangan dan cukup tebal.

Selain itu, menurut dia, aktivitas erupsi gunung Sinabung masih tinggi dan menyemburkan abu vulkanik beserta awan panas, hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

“Jadi, dibutuhkan masker dan obat tetes mata untuk menjaga debu vulkanik agar tidak berbahaya bagi pengungsi Sinabung yang tinggal di lokasi penampungan dan begitu juga terhadap masyarakat,” ujarnya kepada Antara Medan.

Dia menjelaskan, Pemkab Karo dan Dinas Kesehatan, juga menyosialisasikan perlunya pemakaian masker bagi pengungsi Sinabung dan masyarakat untuk menghindari terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Hari ini juga, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho  mengunjungi Kabupaten Karo guna menyaksikan langsung penanganan dampak erupsi Sinabung.

Dalam kunjungan tersebut Gubsu secara simbolis menyerahkan bantuan Pemprovsu berupa dana Rp400 juta, 85 ton beras, 30 ribu masker dan 200 paket pangan di Posko Utama Pengungsi Kabanjehe, Tanah Karo, Sumatera Utara.

Ketika meninjau lokasi pengungsian sekaligus areal pertanian warga di Desa Gurukinayan Kecamatan Payung Kabupaten Karo radius 5,5 Km dari gunung, Gubsu disambut tangisan warga. Kaum ibu yang menyongsong kehadiran Gubsu mengadukan kerugian yang diderita akibat guyuran debu hingga menyebabkan gagal panen.

“Perhatikanlah kami, kekurangan kami, bagaimana keadaan kami saat ini, lanai teralaken (gak tahan lagi atau gak sanggup, red) kami melihatnya (lahan, red) ini lagi, air bersih juga sudah tak ada lagi di sini,” ucap Diana Beru Ginting.

Melihat lahan pertanian yang rusak dan keluh kesah para pengungsi, Gubsu Gatot memerintahkan Pemkab Karo agar melakukan antipasi gagal panen terhadap 40 KK yang tanamannya terancam gagal panen.

“Kita minta kepada Pemkab Karo agar melakukan penyiraman terhadap tanaman guna mengantipasi gagal panen,” ucap Gubsu.

Bantuan anggaran Rp400 juta dari Pemprovsu menurut Gubsu bisa digunakan untuk operasional mobil pemadam kebakaran untuk menyiram debu di lahan pertanian, jalan maupun pemukiman warga dan fasilitas lainnya.

“Uang ini berasal dari Anggaran Tidak Terduga (TT), digunakan diantaranya untuk biaya operasional mobil pemadam kebakaran yang akan melakukan penyiraman terhadap rumah warga, sekolah dan lahan pertanian. Sehingga bagi para pelajar tidak terganggu oleh abu,” terang Gubsu.

Untuk itu Pemprovsu mengkoordinasikan bantuan armada Mobil Pemadan Kebakaran (Damkar)  dari berbagai kabupaten di sekitar Karo untuk membantu penyiraman debu dimaksud. Tampak dilokasi sudah beroperasi beberapa mobil baberasal dari Kabupaten Karo, Kabupaten Langkat, Kabupaten Phakpak Barat, Dairi dan Kota Medan.

Namun diakui Gubsu jumlah armada damkar masih kurang, sehingga pihaknya menghimbau agar kabupaten kota lainnya seperti Deliserang dapat ikut membantu.

Gubsu juga meminta kepada seluruh masyarakat Karo yang berada dipengungsian agar bersama-sama berdoa agar erupsi Gunung Sinabung berhenti. “Kepada seluruh masyarakat yang berada disini, yang paling terutama marilah kita berdoa, karena letusan ini terjadi atas kehendak tuhan,” imbuhnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi.

Karena itu pihak PVMBG belum dapat memperkirakan tentang waktu kondisi Gunung Sinabung kembali normal atau tidak erupsi lagi mengutip keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

BNPB bersama Satgas Penanggulangan Erupsi Sinabung terus meningkatkan pelayanan kepada pengungsi dan mengingatkan warga agar tidak memasuki daerah yang berbahaya. (Waspada)

Categories: Sinabung
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: